Bayi Dalam Pelukan Suamiku

Bayi Dalam Pelukan Suamiku
bayi itu ...


__ADS_3

Meski menjadi pertanyaan besar aku tak bisa menepis ada rasa iba dan menjalar sebuah rasa yang entah apa membuatku tergerak untuk memeluk dan selalu menimangnya, memastikan tubuhnya hangat dan baik baik saja.


memang semakin diperhatikan semakin hari bayi ini semakin mirip dengan mas arsen,garis wajah dan matanya hampir sama dengan suamiku, tapi ... Aku akan mencoba menepis anggapan bahwa dia adalah anak Mas arsen karena Mas arsen sendiri menolak mengakui hal tersebut.


Satu-satunya yang dia inginkan dariku sebagai seorang istri adalah melakukan tugasku sebaik mungkin untuk mengurus sendiri liliana dan menerima bayi ini seperti menyayangi anak sendiri.


Seolah tak punya pilihan maka satu-satunya hal yang aku korbankan adalah egoku dan dengan tangan terbuka biarlah bayi ini akan menjadi adik dari Liliana.


Aku tidak bisa menjadikan bocah yang berumur 1 bulan ini sebagai alasan untuk menggugat perceraian, bagaimana jika benar anak ini hanya anak pungut yang telah menumbuhkan perasaan iba di hati suamiku lalu setelah berpisah dengannya aku akan menderita penyesalan dan kerugian.


Aku tidak mau sekonyol itu, lagipula Liliana sangat mencintai ayahnya.


Pada episode selanjutnya Aku hanya bisa mengalah pada keinginan masyarakat untuk tetap merawat bayi yang sudah dianggap anaknya sendiri.


Sore ini dia kembali dari kantornya dan langsung menemuiku di dapur,


"Sayang, mana bayi kita?"


Mengapa dia menyebutnya bayi kita padahal dia tahu sendiri bahwa anak itu bukan anakku, tahu dari mana dia bawa aku sudah menerima dengan ikhlas atau tidak tentang anak yang dibawa dari luar rumah.


"Ada Mas lagi tidur di kamar Liliana," jawabku.

__ADS_1


"Kamu udah pastiin bahwa dia nggak kena lalat atau nyamuk?"


Mungkin sekarang kata-kata Mas Arsen sudah kedengaran berlebihan.


"Nggak Mas, kan pakai kelambu," jawabku tetap berusaha menyembunyikan senyum di hadapannya yang kelelahan sehabis pulang kerja.


"Dia udah minum susu kan?"


"Udah Mas," jawabku.


"Kamu Udah periksa kalau pampersnya gak penuh, kan?"


"Mas ... Kamu kenapa sih? kok kayaknya overprotective banget dengan bayi itu, kamu memperlakukan dia melebihi kekhawatiranmu terhadap Liliana kita, apa yang terjadi, siapa sebenarnya bayi itu?"


"... Aku hanya khawatir bahwa bayi itu akan ... tapi aku kemudian sadar bahwa kekhawatiranku sama sekali tidak beralasan," lanjutnya sambil mengecup pipiku.


"Mas ... adakah hal yang tidak kau beritahukan padaku?"


"Tidak ada, Yasmine, semuanya baik-baik saja," jawabnya sambil tersenyum salah tingkah, aku paham dia menyembunyikan sesuatu.


Malam berjalan seperti biasa, kami makan malam di meja lalu menghabiskan waktu di depan TV sambil bercanda dengan anak-anak.

__ADS_1


setelah mengantar Lilyana dan bayi itu tertidur di kamar mereka aku kemudian beralih ke kamar di mana sudah kudapati suami merebahkan diri di tempat tidur.


"Kemarilah berbaringlah di pelukanku," pintanya.


"Iya, Mas," jawabku merebahkan badan.


"Aku merindukanmu," gumamnya sambil menciumi aroma rambutku yang panjang.


"Ya, sudah lama kita tidak memadu kasih, kamu terlalu sibuk dengan tugasmu di luar kota, aku rindu, tapi aku paham bahwa cinta tidak melulu soal hubungan ranjang saja, aku mengerti dan aku mendukungmu," jawabku.


"Makasih ya, Sayang," jawabnya sambil mengecup bibirku.


Aku pun membalas dan kami saling berpagutan dalam asmara, perlahan dia menyentuhku tubuhku dengan belaian dan semuanya terjadi dengan penuh cinta.


**


Aku terbangun pukul dua malam, dan mendapati ponsel Mas Arsen menyala, diperhatikan dengan seksama ternyata itu adalah pesan masuk yang beruntun.


Kubuka ponselnya, tidak terkunci dan memang selama ini aku tidak pernah mau membuka ponsel suamiku karena aku rasa itu adalah privasinya dan tidak ada yang perlu dicurigakan.


(Arsen Bagaimana keadaan cucuku?)

__ADS_1


siapa apa yang mengirimkan pesan kepada Mas Arsen di malam yang sudah larut seperti ini. mengapa dia bertanya tentang cucunya? Siapa yang dia maksud? dan kenapa dia menanyakan itu kepada suamiku padahal nomor yang tertera di sana bukan nomor Ibuku atau nomor orang tuanya.


__ADS_2