Be My Honey

Be My Honey
Sate


__ADS_3

"Selamat Datang! Semoga harimu menyenangkan."


Suara pegawai cafe itu membuat beberapa pasang mata refleks menatap ke arahnya. Tampak dua orang gadis cantik memasuki cafe itu, kemudian mencari tempat duduk yang kosong untuk ditempati dan segera memulai untuk memesan. Mereka adalah Hani dan Kayla.


"Eh cewek cantik tuh," ucap Dimas


"Gilaa! Cakep bener tuh cewek, lu ngak ikutan liatin cewek cakep bro?" tanya Nabil, mencoba menggoda pria yang berada di sebelahnya.


"Gue ngak tertarik!" sahut Kanz dengan raut wajah datar. Kemudian mengambil ponsel miliknya untuk bermain game.


Ya, dia adalah pria yang berhati dingin dan keras kepala, sang pemeran utama bernama Kanz. Pria itu masih fokus memainkan game di ponselnya.


"Lo ngak risih apa kemana mana diliatin banyak orang?" heran Hani, karena kemana pun mereka pergi selalu menjadi pusat perhatian.


Kayla melipat kedua tangannya, ditaruh di depan dada. Menyandarkan tubuhnya ke kursi, kemudian memandang sahabatnya.


"Ngak tuh, gue biasa aja." sahut Kayla dengan santai


"Lo yang biasa aja, gue yang risih Kay." sewot Hani


"Udah deh, daripada lo ngambek ngak jelas mending lo fotoin gue aja, gimana?" sahut Kayla sembari menyodorkan ponselnya.


"Yaudah deh, ntar lo fotoin gue juga awas aja kalau sampai ngak ada yang bagus!".


"Beres komandan."


Sembari menunggu pesanan mereka tiba, mereka asik mengobrol, membicarakan banyak hal, tak lupa juga untuk berfoto ria disana.


Tak lama kemudian, pesanan mereka tiba. Akhirnya mereka menghentikan kegiatan mereka dan mulai menyantap makanan yang tersaji dengan lahap.


Dari kejauhan, kedua sahabat Kanz masih memandang Hani dan Kayla (lebih tepatnya melihat kecantikkan Kayla). Dimas yang kesal karena sedari tadi temannya yang berhati dingin itu masih sibuk dengan game yang dimainkannya, akhirnya mengambil paksa ponsel Kanz kemudian menyimpannya.


"Dilarang sibuk bermain HP saat kita sedang nongkrong ya abang Kanz." ledek Dimas


"Hem...."

__ADS_1


"Guys, gue bakal minta nomor tuh cewek. Kapan lagi kan bisa kenal sama cewek cakep." potong Nabil dengan diikuti kedua alisnya yang naik turun.


"Ide bagus Bil, kalau lo udah dapet kasih ke gue juga ya." sahut Dimas dengan semangat


"Doain gue ya!" seru Nabil dan pergi begitu saja dari hadapan kedua temannya.


Dimas melihat kepergian Nabil dengan raut wajah yang berseri, berharap kawannya berhasil mendapatkan nomor gadis itu. Sedangkan Kanz hanya diam, mengambil minuman yang ada di depannya dan meminumnya. Kemudian menyandarkan tubuhnya sembari melipat kedua tangannya dan menaruhnya di dada, lalu menoleh kearah perginya Nabil untuk melihat aksi kawannya itu.


Di sisi lain, Hani dan Kayla yang sedari tadi sibuk menghabiskan makanan mereka sambil mengobrol, tiba-tiba harus terhenti karena mereka kedatangan tamu tak diundang. Entah apa yang diinginkan orang itu.


Tanpa basa basi, Nabil mendekati mereka dan langsung mengutarakan tujuan dari kedatangannya "Hai! Sory ganggu waktu kalian nih, boleh gue minta nomor kalian?" ungkapnya.


"Lo siapa?" tanya Kayla dengan raut wajah yang datar.


"Oh iya kenalin gue Nabil, gue duduk disebelah sana." lanjut Nabil dengan menunjuk kearah tempat duduknya.


"Trus lo mau apa kesini?" tanya Hani dengan lembut


"Gue cuman mau minta nomor kalian, siapa tau bisa jadi teman baik."


Nabil dengan semangat menyodorkan ponsel miliknya ke Hani, wajahnya tampak berseri seri namun dia menahannya agar kedua gadis itu tidak mengetahuinya.


"Yesss! gue dapet nomor mereka." gumamnya dalam hati.


Hani yang selesai mengetik dan menyimpan nomor di ponsel Nabil, kemudian memberikan ponsel itu kembali ke Nabil.


"Itu udah ada nomor gue sama dia, nama gue Hani dan dia Kayla." ungkap Hani dengan nada rendah.


"Oh oke." jawab Nabil


"Cukup lo dan dua temen lo itu yang tau nomor gue dan Hani, awas aja kalo lo bagi nomor itu ke oranglain!" ancam Kayla


"Siap bos, thank's ya. Kalau gitu gue balik dulu." ucap Nabil dan segera beranjak pergi dari hadapan gadis-gadis itu.


Tampak dari kejauhan, kedua sahabatnya sedang menunggu kedatangannya. Nabil memberikan kode ke mereka bahwa dia telah berhasil mendapatkan nomor kedua gadis itu.

__ADS_1


Setelah kembali duduk bersama, Nabil segera membagikan nomor yang di dapatkannya ke Dimas. Kanz menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Kemudian mereka melanjutkan kegiatan mereka.


"Lo tuh jadi cewek kalem dikit napa Kay, cewek tuh harusnya anggun, kalem. Ngak ngegas gitu!" gemas Hani


"Anggun kan emang cewek, kalau gue mah Anggodo." potong Kayla sembarang yang kemudian dilanjut dengan tawa.


"Hahaha...Anggodo siapa? Astaga!" lanjut Hani balik bertanya


"Tetangga gue yang jual siomay." balas Kayla.


Mereka berdua tertawa, menikmati waktu bersantainya, melepas beban pikiran yang ada walaupun hanya untuk beberapa jam saja. Kemudian bersiap untuk pulang.


...----------------...


Selama perjalanan pulang, Nabil tak henti hentinya bersenandung mengikuti alunan musik yang sedang dimainkan di audio mobilnya itu. Dimas yang sedari tadi sibuk menyetir, dibuat geleng-geleng melihat tingkah laku sahabatnya, dia tau kalau Nabil sedang merasa sangat bahagia terlebih lagi setelah bertemu dan mendapatkan nomor gadis cantik.


Berbeda halnya dengan Kanz, dia sedari tadi hanya diam dan sibuk dengan ponselnya. Entah apa yang sedang dilakukannya.


Tak ada perbincangan diantara mereka bertiga selama berada di perjalanan, hanya ada suara Nabil yang sedang bersenandung dan musik yang diputar di audio mobil.


Tanpa terasa, mereka telah sampai di depan rumah yang besar dan megah. Tampak seseorang sedang membukakan pagar tak lama setelah mendengar suara mobil yang dikendarai Dimas tiba. Dimas melajukan mobil yang dikendarainya masuk kedalam rumah itu, rumah itu adalah rumah Nabil (lebih tepatnya rumah milik orangtua Nabil).


Mereka segera turun dari mobil, kemudian berjalan masuk menuju kamar Nabil. Kanz dan Dimas berencana untuk menginap di rumah itu selama 3 hari atas permintaan Nabil. Bukan tanpa alasan Nabil mengajak kedua sahabatnya itu untuk menginap dirumahnya, orangtuanya sedang pergi keluar kota, dan kakaknya baru akan pulang dari luar negeri 3 hari lagi. Tentu saja Nabil merasa kesepian dan bosan berada di rumah sebesar itu tanpa adanya teman, terlebih lagi dia hanya memiliki seorang kakak dan tidak memiliki adik.


"Aahhh...Hari ini terasa sangat melelahkan sekali." ungkap Dimas yang langsung merebahkan diri ke atas kasur.


"Dibawah kasur gue itu masih ada kasur lagi. Tinggal lo tarik keluar, gue tinggal mandi dulu." ucap Nabil dan langsung pergi ke kamar mandi.


"Bro, ntar bangunin gue kalau si curut udah kelar mandi." ucap Dimas yang ditujukan ke Kanz.


"Hem..." jawabnya singkat.


Karena hari ini sangat melelahkan, tanpa disadari, Kanz pun ikut terlelap diatas sofa berukuran sedang yang menjadi tempatnya duduk.


Tak lama setelah itu, Nabil yang telah selesai mandi dan berganti pakaian pun datang menghampiri mereka dan membangunkan sahabatnya itu untuk bergantian mandi.

__ADS_1


Setelah semua selesai membersihkan diri, akhirnya mereka pun kembali tidur diatas kasur. Nabil tidur di kasur miliknya, Kanz tidur diatas kasur yang dikatakan Nabil tadi, dan Dimas tidur diatas kasur angin. Mereka tidur dengan pulas.


__ADS_2