
Terik matahari mulai menyengat menandakan siang telah datang. Selesai mengikuti kelas mereka masing-masing, mereka hendak berencana untuk pulang. Namun, siapa sangka? mereka malah saling bertemu di tempat parkiran.
"Wahhh! kebetulan banget nih ketemu bidadari." ucap Nabil
Muka kek sahabatnya Dora aja modus.
Umpat Kayla dalam hati
"Kalian ngapain disini?"
"Mau mancing" balas Hani.
"Mancing apa? kok orang-orang tega bat dah kagak ngajak gue mancing." sahut Nabil kesal
"MANCING EMOSII!!" balas Hani dan Kayla secara bersamaan.
"Bil, habis ini lo ikut gue ya." potong Dimas
"Kemana bro?"
"Beli otak Bil, buat lu."
Ya, Kayla dan Hani bertemu Kanz dan kedua sahabatnya di area parkir. Namun seperti biasa, Kanz hanya diam menatap ponselnya dengan serius sembari mendengarkan musik di earphone-Nya. Benar sekali, bukan Kanz namanya kalau tidak dingin sedingin es buah yang ada di Kutub.
"Kalian mau kemana girls?" tanya Nabil
"Kepo aja lo urusan orang." jawab Kayla judes
"Lo PMS Kay? galak bener etdah."
"Mau gue tabok lu, hah?!"
"Udah, malah ribut. Biarin angin aja yang ribut." sela Dimas
"Woiii! itu yang pake earphone daritadi sok sibuk amat dah." gemas Kayla
Kanz acuh dengan ucapan Kayla dan tetap sibuk dengan ponsel dan earphone yang tetap terpasang di telinganya.
"Lo kalem dikit napa Kay, kayak gue nih. Eheemm...Ehemm." kata Hani
"Hai kamu! Iya kamu yang pake earphone." tambahnya
Kanz tetap diam tak menghiraukan.
"Oh tidak dijawab" lanjutnya dengan agak kesal
"Budeg ya?"
Kanz melirik kearah Hani sejenak kemudian kembali menatap ponselnya.
"Woii! gila lu ya, gue cuman dilirik doang." ungkap Hani dengan emosi
"Woo...Woo sabar jangan bar-bar." Tambah Dimas berusaha meredam emosi gadis itu
"Kanz emang gitu anaknya, ngomong kalo ada butuhnya doang." tambah Nabil
"Gila emang temen lo bikin orang darting aja."
"Darting apaan dah? Kencan?" tanya Nabil
"ITU DATING BAMBANKKK...!!" teriak Dimas, Kayla, dan Hani bersamaan
Kanz yang mendengar percakapan mereka hanya bisa menggelengkan kepala.
****
Gumam Kanz dalam hatinya.
...----------------...
Sore ini Kanz akan pergi membeli buku ke Gramedilan dengan mengendarai goldie, motor kesayangannya bermerk Ducati berwarna merah. Kenapa? Ngak terima kalau warnanya bukan gold? Ngak sesuai sama namanya? Suka-suka dia dong.
Sesampainya disana, Kanz memulai pencariannya. Berkeliling dari satu rak ke rak yang lain sembari melihat apakah ada buku yang cocok untuk dibelinya
BRUKKKK
Tanpa sengaja, Kanz menabrak sesorang di belakangnya. Membuat orang itu terjatuh dengan beberapa buku yang sedang dipegangnya ikut berjatuhan.
"Aduhh, Woi mas jalan pake mata dong!"
"Sory."
"Aelahh elu lagi, elu lagi. Sempit amat keknya nih dunia."
"Oke."
__ADS_1
Kanz bangkit dan bergegas pergi meninggalkan Kayla. Tanpa membantunya berdiri ataupun merapikan beberapa buku yang jatuh.
"WOIII!!! Gila lo main pergi aja, kagak ada tanggung jawabnya ya elu jadi orang."
Ungkap Kayla dengan kesal yang langsung buru-buru merapikan bukunya kembali dan berlari menghampiri sosok pria yang menabraknya tadi.
"Woii!! Lu ngak punya hati apa? ngotak dikit napa jadi cowok. Udah nabrak gue sampai jatoh malah langsung cabut aja."
Kayla mengomel sembari mengikuti Kanz yang entah ingin pergi kemana. Namun, Kanz lagi-lagi hanya diam tak menghiraukan wanita yang berada di sampingnya itu.
"Sumpah ya lo buat gue darting."
"Bisa diem?"
"Hah! apa? diem? gue ngak akan diem sampai lu minta maaf ke gue dengan ikhlas."
"Sory."
"Udah? gitu aja?
"Sory gue nabrak lo."
"Lu sumpah dah, lu mau ngajak ribut? Ayo dah sini gue ladenin."
"Berisik lo!"
PLAKKK
Kanz terdiam dan mulai menatap Kayla dengan raut wajah serius. Menatap lekat-lekat wanita itu, membuat Kayla sedikit merasa takut. Namun Kayla tetap berusaha terlihat tenang.
"Mau lo apa?" tanya Kanz dengan tidak sabaran
"Gue mau lo minta maaf yang ikhlas. Bukan seenak jidat lo aja."
Kanz menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Lalu mulai menatap kembali gadis itu dan mulai berbicara dengan lembut.
"Sory, gue udah nabrak lo tadi. Gue ngak sengaja."
"Nah... Gitu kan enak didengernya, jangan kayak orang yang Not have akhlak."
"Hm."
"Maafin gue udah nampar lo tadi, abisnya lo kelewatan."
"Lo marah?"
"Gak."
"Beneran lo ngak marah?"
"Hm."
"Yaudah deh, sekali lagi gue minta maaf udah nampar lo tadi." katanya merasa bersalah
"Hm."
"Kalau gitu gue cabut dulu ya, Byee." jawabnya dengan menunjukkan senyum termanisnya lalu pergi menuju kasir dan keluar.
Kanz tak bergerak dari tempatnya berdiri, kedua matanya lurus ke depan menyorot pada Kayla yang baru saja pergi meninggalkannya. Kanz memperhatikan sosok Kayla cukup lekat, ia terbayang akan senyum manis yang diberikan gadis itu.
Tanpa sadar, dua sudut bibir Kanz sedikit terangkat walau tak begitu terlihat jelas.
"Cantik."
Kanz mematung, kedua matanya terbuka sempurna. Apa yang barusan ia katakan? Cantik? Kanz menggelengkan kepalanya cepat, menyadarkan dirinya untuk kembali ke dunia nyata. Kanz berusaha menarik lagi kata-katanya!
Tak lama kemudian, Kanz melanjutkan misi yang sempat tertunda karena gadis itu.
...----------------...
Pukul empat sore, Kanz tiba di rumah Nabil. Ya, kurang satu hari lagi jatah Kanz dan Dimas menginap di rumah Nabil. Kedatangannya disambut senang oleh kedua sahabatnya itu.
Kanz yang kelelahan, langsung merebahkan diri ke kasur besar yang empuk. Memejamkan matanya, berusaha untuk tertidur.
"Akhirnya ini anak pulang juga. Mabar yok!" ajak Dimas
"Gue capek."
"Bentar doang bro." tambah Nabil
"Lo berdua aja."
"Yakin lo ngak mau Kanz? yahh, padahal ntar yang kalah bakal traktir pizza 4 box sama minuman Sturbrucks ukuran large." Goda Dimas
Tanpa berpikir panjang, Kanz membuka kedua matanya dengan sempurna lalu mulai bangkit dari tidurnya. Mengambil ponsel miliknya, dan mulai membuka game yang dimaksut.
__ADS_1
"Oke, gue siap." kata Kanz semangat
"Giliran gratisan aja lo cepet." sewot Nabil
Tanpa berlama lama, mereka mulai memainkan game dengan serius. Berusaha bertahan untuk menjadi pemenang.
Lama mereka bermain, entah sudah berapa jam lamanya?. Kemudian satu persatu dari mereka mulai diam karena sudah game over. Dimulai dari Dimas terlebih dahulu, lalu dilanjut oleh Nabil, dan yang terakhir adalah Kanz. Dan mereka mulai mencari siapakah yang akan mentraktir pizza dan minuman sesuai kesepakatan tadi.
"Score lo berapa guys?" tanya Dimas
"Gue 5,916,869 bro. Lo berapa?" jawab Nabil yang kemudian balik bertanya
"Gue 4,518,856 cuy. Pasti punya lo lebih kecil dari gue Kanz."
"Lo berapa Kanz?" tanya Nabil
Senyum kecil tersungging dari bibir Kanz, menunjukkan bahwa Kanz adalah pemenangnya.
"Score gue 6,798,542." jawabnya sembari menunjukkan layar ponselnya ke kedua sahabatnya.
"Wah gila lo Kanz, lo ngalahin gue." kata Dimas tak terima
"Hahaha berarti lo yang harus traktir kita, Dim." sahut Nabil senang
Kanz dan Nabil melakukan high five sebagai tanda kemenangan, diikuti dengan senyum bahagia dari kedua lelaki itu.
"Dahla ini terakhir kalinya gue main Worm Zone. Males gue sama ini game." kata Dimas dengan sedikit kesal.
"Ditunggu pizza dan minumannya abang Dimas."
"Iye ini gue pesenin ke abang ojol."
"Ashiappp."
......................
1 jam telah berlalu. Yang ditunggu tunggu akhirnya telah tiba. Salah satu pembantu di rumah Nabil membawakan pesanan menuju kamarnya. Dimana di kamar itu sudah ada 3 zombie yang kelaparan.
"Akhirnyaaaa.." sahut Dimas dan Nabil bersamaan
Mereka bertiga segera menyerbu makanan dan minuman yang sudah tersaji di depan mereka. Menghabiskannya dengan lahap seperti orang yang tidak diberi makan selama 3 hari.
"Aahhh kenyang juga." ungkap Nabil sembari mengelus pelan perutnya
"Bro, kayaknya anak gue mau lahir." ucap Dimas sembarang
"Lo mana bisa ngelahirin kupret."
"Eits, kata siapa gue gak bisa?"
"Yakali cowok ngelahirin."
"Gue bisa ngelahirin."
"Gimana?"
"Gue pergi ke kamar mandi, trus ke WC nya lalu ngeden."
"Ta*k."
"Nah itu dia yang gue lahirin."
"Ternyata sebodoh-bodohnya gue, masih ada yang lebih bodoh dari bodohnya gue yang udah bodoh dari lahir."
Kanz yang kesal mendengar ocehan Nabil akhirnya melempar bantal ke arah wajah Nabil.
"Berisik lo!"
"Iye gue diem babang Kanz, jangan marah dong." jawab Nabil
"****** lo, kena marah abang kutub."
Kanz melempar bantal kedua yang akhirnya mengenai wajah Dimas.
"Diem!"
"Nah lo, mang enak wleekk." ejek Nabil dengan lidah yang dijulurkan
"Bodoamat dah. Lu juga sih ngoceh aja daritadi kek burung."
Kanz melempar selimut kearah kedua sahabatnya. Membuat kedua sahabatnya tidak tampak karena tertutup kain selimut yang tebal.
"BACOT!!!" Teriaknya dengan sangat kesal
Setelah itu, Kanz melanjutkan tidur santainya yang sempat terganggu. Entah kenapa setelah merasa kenyang bawaannya ingin tidur.
__ADS_1