
"Bro, lo ngak ngampus?"
Nabil mencoba membangunkan Kanz dengan menepuk kakinya secara berkala.
"Gue bangun," jawab Kanz dengan malas.
Tak butuh waktu lama untuk Kanz bisa mengumpulkan nyawanya kembali menjadi 100%, kemudian dirinya pergi menuju kamar mandi. Melihat Kanz telah terbangun dari tidurnya, Nabil berpindah ke tempat dimana Dimas tidur. Dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukannnya ke Kanz.
"Woi kupret, bangun!"
"Berisik lo curut! Gue ngantuk nih." katanya dengan mata yang masih terpejam lalu kembali mengubah posisinya untuk kembali tertidur.
"ntar lo berangkat sendiri," katanya menambahkan.
Dimas yang mendengar kalimat itu langsung terbangun dan pergi mandi, dia bukannya tidak ingin pergi ke kampus sendiri, tapi dia sedang merasa malas jika harus menunggu ojek online.
Setelah mereka selesai bersiap, mereka segera menuju ke mobil dan pergi ke kampus. Sesampainya mereka disana, mereka pergi menuju taman yang berada di belakang kampus untuk menikmati suasana di pagi hari ini. Tempat itu sangat luas, tampak beberapa pohon besar yang menjulang tinggi disana dan terdapat beberapa kursi dan gazebo untuk para penghuni kampus bersantai sembari melihat alam. Tempat itu adalah tempat favorit mereka.
Saat mereka tengah sibuk menikmati suasana pagi, tiba-tiba Dimas melihat seorang gadis berparas cantik dengan rambut hitam panjang bergelombang yang diikat, sedang berjalan melewati mereka. Wanita itu sedang mengenakan earphone di telinganya.
Entah apa yang sedang didengarkan wanita itu, apakah musik ? sedang telefon dengan seseorang ? voice note ?. Entahlah, Dimas tidak yakin. Dimas segera memberitaukan hal itu ke kedua sahabatnya.
"Woi bro! itu cewek yang kemarin bukan sih?" ungkapnya sembari menunjuk ke arah gadis itu.
"Oiya bro, itu cewek yang kemarin di cafe. Gue sampai lupa kalo nyimpan nomornya." Jawab Nabil yang kemudian mengeluarkan ponsel dengan buru-buru. Kemudian segera mengirimkan pesan untuk gadis bernama Kayla itu.
"Tuh cewek, ke gazebo sendirian ngapain dah?" tanya Dimas heran.
"Wait bro, gue udah chat dia tapi belum dibalas." Balas Nabil.
Isi Pesan Nabil
Hai cantik, ini gue Nabil anak yang kemarin di cafe. Save nomor gue ya cantik. Btw, lo kuliah di *** ya ?
"Tuh cewek ogah kali lo chat curut," kata Dimas dengan tak berdosa
"Mana ada sih cewek yang ogah ama babang tamvan kayak gue gini," balas Nabil dengan percaya diri tingkat tinggi.
"Iye dah, yang waras ngalah." Jawab Dimas mengalah
Nabil mendengus kecil, kemudian tatapannya beralih ke Kanz. Dia melihat pria itu sedang duduk bersimpuh di rerumputan sembari menyandarkan tubuhnya ke pohon besar yang berada tepat dibelakangnya sembari bersenandung mengikuti alunan musik dari earphone-Nya.
Nabil memberikan kode ke Dimas dengan gerakan matanya, Dimas yang mengerti maksut dari kode itu langsung membalasnya dengan anggukan kepala. Mereka berdua mendekati Kanz dan ikut bersimpuh.
"Lo ngapain Kanz? sibuk sendiri aja lo daritadi." Tanya Dimas dengan gemas
"Mancing." balas Kanz dengan singkat padat dan jelas
__ADS_1
"Mancing apaan lo? lo punya game mancing? mana gue pinjem sini." tanya Nabil dengan menggebu
"Mancing emosi." balas Kanz dingin
"Otak lo kayaknya perlu gue install ulang Bil." Jawab Dimas dengan gemas
Tak lama setelah itu ponsel milik Nabil berbunyi yang menandakan ada pesan masuk. Nabil segera membuka pesan itu dan membacanya.
Iyap, kuliah disini juga lo?
"Eh, tuh cewek udah bales chat gue," katanya dengan wajah sedikit masam.
"Mana sini gue liat!" tanpa perlu aba-aba, Dimas segera mengambil ponsel Nabil dan membaca pesannya.
"Galak bener nih cewek ya," kata Dimas heran
"Biasa bray, cewek mah gitu, sok jual mahal kalo di deketin," balas Nabil
"Dasar kaum hawa! Giliran kita kaum cowok chat cuek mereka protes." ungkap Dimas.
"Begitulah kaum hawa." Lanjut Nabil
"Gue bales dulu lah chat nih anak." Tambahnya seraya jari jemarinya mulai mengetik balasan pesan untuk Kayla dan mengirimnya.
Isi pesan balasan untuk Kayla
Iya gue kuliah disini, gue liat lo lagi sendirian di gazebo. Mau gue temenin gak? hehehe
...----------------...
Pagi ini Kayla dapat kelas pagi. Dia mulai bersiap untuk berangkat walaupun sebenarnya dia agak merasa malas karena hari ini yang mengajar adalah Bu Desi, dosen yang terkenal galak di kampus. Belum lagi cara menerangkan beliau dinilai sangat membosankan.
Setelah selesai bersiap, Kayla mulai berangkat. Dia berangkat menggunakan sepeda motor Revo berwarna merah.
Sesampainya disana, Kayla memutuskan untuk pergi ke taman belakang kampus sembari menunggu Hani. Dia memakai earphone untuk mencoba menghubungi Hani.
"Hani kemana sih? belum datang juga. Gue sendirian nih, mana ditelfon daritadi ngak diangkat juga." ungkapnya dengan kesal
Kayla melihat ada sebuah gazebo yang kosong, dia berjalan menuju gazebo dengan tetap berusaha menelfon Hani.
"Duhh Han... Angkat kek."
Tak lama ponselnya berbunyi ada pesan masuk.
...... TINGGG......
Dia mulai mambuka dan membacanya.
__ADS_1
isi pesannya
Hai cantik, ini gue Nabil anak yang kemarin di cafe. Save nomor gue ya cantik. Btw, lo kuliah di *** ya ?
"Apaan sih nih cowok. Kok tau dia? kalau gue kuliah disini." gumamnya pelan
"Hani...Ya ampunn nih anak ya minta gue geprek beneran." gumamnya dengan sangat kesal karena wanita itu tidak kunjung mengangkat telefon darinya.
Kayla mulai mengetik dan mengirimkan pesan balasan untuk lelaki bernama Nabil itu.
Iyap, kuliah disini juga lo?
Karena kesal dengan Hani yang tak kunjung mengangkat telefon darinya, Kayla memutuskan untuk mendengarkan musik sembari melihat beranda Instagram miliknya.
...TINGG...
Terdapat pesan baru lagi, dan dia mulai membacanya. Ternyata dari lelaki itu
Iya gue kuliah disini, gue liat lo lagi sendirian di gazebo. Mau gue temenin gak? hehehe
"Oh anak kampus sini juga dia, kayaknya hidup gue bakal ngak tenang nih. Dahlah gue males balasnya mending gue telfon Hani lagi aja deh." katanya sembari menarik nafas panjang
Tiba-tiba Hani datang menghampirinya dengan nafas yang tak beraturan. Sepertinya wanita ini habis berlari kencang.
"Lo kemana aja sih! di telfon bolak-balik ngak di angkat. Lo mau gue geprek hah!" ungkap Kayla dengan emosi yang sudah tak terbendung lagi
"So...Sory, Ka..Kay Gu..e Ta..Tadi ketiduran makanya gue buru-buru bedangkat."
"Kebiasaan. Udah lo istirahat dulu habis ini ke kelas."
"Haahh..Gila dah masih pagi udah keringetan aja."
"Salah siapa keenakan tidur?"
"Gue semalem susah tidur Kay, gue lupa kalo ada kelas pagi hari ini."
"Ngeles aja lo biji salak."
"Yeee dikasitau malah kagak percaya. Dasar ketombe kudanil."
"Udah ilang capek lo?"
"Lumayan, udah yuk ke kelas aja."
"Yukk."
Mereka segera pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke kelas.
__ADS_1