Be My Honey

Be My Honey
Lema


__ADS_3

"Kay, hari ini mood gue ancur gegara dosen killer itu." ungkap Hani dengan raut wajah lelah. Perasaan kesal, lelah, sedih, bahagia (sedikit) semua bercampur menjadi satu seperti es campur.


"Lo kira cuman lo doang? gue juga Han." timpal Kayla


"Gimana kalau kita pergi makan?"


"Ide bagus, kita makan apa?"


"Makan nasgor aja deh biar kenyang."


"Boleh juga, kita makan di tempat biasa ya."


"Oke deh, yukk capcuss."


Mereka segera pergi menuju ke warung nasi goreng langganan mereka. Yahh, memaksakan diri untuk mendengarkan serta menulis materi dari guru killer itu memang sangat menguras energi. Terlebih lagi materinya sangat banyak dan jika ketahuan sedang bermalas-malasan auto di out dari kelas. Siapa yang tidak takut kalau begitu ceritanya? di out doang mah ngak papa, lah kalau nilainya jadi 0 gimana?


Tak perlu waktu lama untuk mereka sampai di warung nasi goreng langganan mereka. Karena warung itu berada kurang lebih 1 Mm dari kampus mereka. Eh 1 Km maksutnya.


Warung itu terkenal dengan nasi goreng pedasnya yang terdiri dari 5 level dengan porsi nasinya yang uwaww banyak sekila dan tentu saja harganya murah. Sangat cocok untuk para sobat Ngiriters terutama pelajar dan anak kost yang ingin kenyang tapi tidak terlalu menguras isi kantong. Warung itu dikenal dengan nama Warung Miss Queen.


"Mas, pesan nasi goreng ori-nya dua, level 5 semua, kalau bisa pakai mulut netizen biar lebih pedas." kata Kayla


"Maaf mbak, nasi gorengnya jadi yang mana? yang pedas atau original?" tanya seorang pelayan pria yang kebingungan


"Yang original tapi pedas." jawab Kayla sedikit ketus


"Original atau pedas?" tanya pelayan itu memastikan.


"Masnya kok ngotot sih? Udah dikasih tau original pedas ya original pedas, jangan tanya lagi dong!" pekik Kayla mulai kesal


Pelayan itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar kemudian tersenyum ke arah Kayla. Senyum yang terpaksa lebih tepatnya.


"Oke original pedasnya dua level 5 semua, minumnya apa?


"Milk shake coklat pakai ice cream satu, sama jus alpukatnya satu."


"Jus alpukatnya habis. Tinggal jus mangga sama jambu."


"Gimana Han?" tanya Kayla meminta pendapat Hani


"Yaudah jambu aja Kay." jawab Hani


"Yaudah mas, yang jus alpukat diganti jus jambu aja."


"Oke, saya ulangi ya. Nasi goreng original pedasnya dua level 5 semua, minumnya milk shake coklat satu dengan tambahan ice cream dan jus alpukatnya satu."


"Katanya jus alpukatnya habis mas?" tanya Kayla


"Oh iya habis, diganti jus jambu ya."


"Iya mas."


"Oke, ditunggu ya."


Setelah selesai mencatat pesanan, pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan Kayla dan Hani. Hani yang sedari tadi melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Kasian masnya Kay, mana ekspresinya nahan emosi gitu."


"Hahaha gapapa biar pernah."


"Hati-hati kualat lu entar."


Tak lama setelah itu pesanan mereka datang, tentu saja yang mengantarkan adalah pelayan yang tadi.


"Loh mas, kok ini ada jus alpukat? katanya tadi habis." heran Kayla


"Kata siapa mbak?" jawab pelayan itu sembari meletakkan pesanan yang dibawanya ke meja tempat Hani dan Kayla duduk


"Kata masnya lah, yakali kata hewan."


"Saya bilang ada kok, mbaknya aja yang ngak dengerin. Yaudah, saya permisi dulu." kata pelayan itu yang kemudian pergi meninggalakan meja yang ditempati Hani dan Kayla dengan senyum. Emang enak, katanya dalam hati


"Lahh...Ini yang budeg siapa sih?"


"Kualat lo, udah yuk makan aja." celetuk Hani mengalihkan pembicaraan karena tak tahan melihat wajah kesal Kayla, ingin sekali dia tertawa tapi kasihan si Kayla.


...-----------------...


Hari ini Kanz sedang tidak ada kelas. Karena itu, dia ingin menikmati waktu bersantainya dengan berduel PS bersama TJ.


"Lo kalahan kak, males gue."


"Songong ya lu. Ayo dah main lagi, kali ini gue yang bakal menang."


"Kalau lo kalah lagi, lo harus traktir gue selama seminggu."


"Oke."


Ditengah asiknya bermain, tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kamar Kanz.


Tok Tok Tok


"Masuk! ngak dikunci." seru Kanz yang tetap sibuk bermain


"Astaga naga sambel gledek! pantesan ngak denger dipanggil papa daritadi, ternyata pada asik main."


"Eh ada Eta terangkanlah. Ada apa gerangan memanggil?" tanya TJ dengan tetap menatap game yang sedang dimainkannya


"Pada dipanggil papa tuh." jawab Eta sembari menyandarkan bahu sebelah kanannya ke daun pintu disertai tangan yang terlipat dan diletakkan di depan dada.


"Wait dikit lagi, yahh ****** gue kalah." ungkap TJ kecewa lalu membuang stik PS dengan sedikit kasar. Membuat Kanz menyorotinya dengan tajam. Stik PS gue a**** gumam Kanz dalam hati.


"Lo traktir gue." seru Kanz dengan mata yang berbinar senang


"Nye nye nye." sewot TJ


"Udah sana pada ditunggu papa tuh di ruang tamu." sahut Eta yang kemudian pergi turun meninggalkan kedua kakaknya.


"Oke." jawab Kanz dan TJ bersamaan


Mereka segera turun menuju ruang tamu, dimana sudah ada Mr. Udin yang sedang duduk sembari membaca koran dan ditemani dengan secangkir kopi susu luwak white coffe, kopi nikmat nyaman diminum. [Bukan iklan, jadi jangan ada nadanya waktu baca 😅]

__ADS_1


"Ada apa pa?" tanya TJ


"Kalian pergi ke Alpaido, beliin barang-barang yang ada di daftar ini." perintah Mr. Udin sembari memberikan sebuah kertas yang kemudian dibaca oleh Kanz dan TJ.


"Kenapa ngak si Eta terangkanlah aja sih pa?" tanya TJ


"Eta sibuk masak, dia juga capek daritadi sudah beberes rumah. Kalian kan cuman main game." jawab Mr. Udin


"Kita juga capek pa, nih tangan kita keringetan." tambah Kanz menunjukkan telapak tangannya yang basah


"Jangan banyak alasan. Udah sana belanja huss huss." Usir Mr. Udin sembari mengibaskan tangannya. Memberikan kode untuk segera pergi.


"Iya pa iya." balas Kanz dan TJ kompak


...---------------...


Sudah hampir 10 menit Kanz dan TJ berada di dalam Alpaido, membeli semua barang yang ada di daftar belanjaan. Tak lupa juga membeli berbagai camilan dan minuman yang dipilih Kanz, sebagai denda karena tadi TJ kalah berduel dengan Kanz. Tentu saja dengan terpaksa.


Selesai membayar semua barang belanjaan, mereka ingin segera pulang. Namun langkahnya terhenti ketika ingin pergi ke mobil. Mereka melihat gadis cantik sedang berjalan masuk ke dalam Alpaido.


Gadis itu mengenakan kaos putih polos dengan jaket Jeans berwarna kuning sebagai tambahannya, lalu memakai celana berwarna putih dan rambut panjang yang tergerai. Berjalan dengan tangan yang sedikit terbuka seperti laki-laki saat sedang berjalan, menampakkan kesan sedikit tomboy.


"Kanz, tuh cewek cantik banget ya?" tanya TJ merasa takjub dengan apa yang dilihatnya barusan. Matanya melotot menatap punggung wanita itu dengan mulut yang sedikit menganga. Sungguh pemandangan yang bagus sakali. Adem boy segerrr!


"Mata lo pingin gue colok?" sahut Kanz membuat pria di sebelahnya menjadi tersadar dan kemudian menatap Kanz dengan sinis.


"Ada cewek cakep ngak baik di anggurin, itu adalah sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa." jawab TJ sok bijak.


"Halah ngeles aja lo kak." balas Kanz sengit lalu masuk ke dalam mobil.


"Tapi emang bener cantik dia, yah walaupun kelihatannya agak tomboy sih." gumamnya pelan. Kemudian masuk ke dalam mobil


"Eh Kanz, ini parkiran gratis kan?" tanya TJ memastikan.


"Ada tulisan di tembok sebelah kanan tuh, parkir gratis." jawab Kanz, menunjuk ke arah tulisan itu terpampang. TJ mengikuti arah jari telunjuk Kanz kemudian membacanya lalu mengangguk.


Untuk lebih meyakinkan dirinya, TJ keluar dari mobil melihat keadaan sekitar dengan teliti. Setelah dipastikan aman, barulah dia masuk kembali ke dalam mobil.


TJ mulai menyalakan mesin mobilnya lalu mulai memundurkannya agar bisa keluar dari parkiran itu.


PRITTT PRITTT PRITTT


TJ yang mendengar suara peluitan itu langsung melirik kearah kaca spion. Tampak seorang pria dengan menggenakan rompi berwarna orange dan topi berwarna hitam tak lupa juga pluit yang berada di mulutnya sedang berusaha membantunya keluar dari parkiran.


"Anjirr nih orang kayak setan aja. Tiba-tiba nongol." Seru TJ mendengus sebal


"Datang tak diundang pulang tak diantar." tambah Kanz dengan raut wajah datar sembari asik memainkan ponselnya


"Yaelah bang, ngapain disitu sih? perasaan tadi kagak ada." tanya TJ saat akan memberikan selembar uang kepada kang parkir.


"Bantu orang keluar dari parkiran mas. Tadi lagi ada panggilan alam mendadak." jawab kang parkir dengan tak berdosanya.


"Itu kan ada tulisannya parkir gratis bang, berarti ya kagak ada tarikan parkir. Trus ngapain disini? tanya TJ menggebu.


"Kan parkirnya yang gratis, keluarnya ya bayar." balas kang parkir dengan santainya lalu tersenyum.

__ADS_1


"Kang parkir kok dilawan." potong Kanz diselingi tawa. Membuat TJ mendengus sebal lalu memberikan selembar uang ke kang parkir dan pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2