
Kayla hari ini sedang ada kelas siang, dia melewati hari ini dengan senyum sumringah bahagia tentunya. Kayla membawa kendaraan sendiri ke kampus, begitu pula dengan Hani.
Sebelum pulang ke rumah, Kayla memutuskan untuk pergi ke Alpaido karena cuaca hari ini terasa sedikit panas. Dia berniat untuk membeli susu dan beberapa camilan. Hari ini, ia menjadi pusat perhatian banyak orang karena penampilannya yang terkesan sedikit tomboy namun tetap terlihat cantik. Iya lah, siapa dulu dong? Kayla gitu loh, titisan bidadari surga.
Di dalam Alpaido, Kayla berkeliling dari satu rak ke rak lainnya. Bukan berarti dia sedang mencari sesuatu ya, melainkan sedang menyejukkan diri karena suhu ruangan itu sangat dingin dan sejuk. Setelah hampir 5 menit berada disana dan tubuhnya sudah cukup segar tidak seperti tadi yang kepanasan. Kayla mengambil satu kotak susu dan satu kripik kentang, lalu berjalan menuju kasir dan mulai membayar.
Yap, selama hampir 5 menit berada disana dia hanya membeli dua barang saja tidak lebih. Sisanya adalah ngadem/ngisis. Setelah itu, dia duduk di kursi kosong yang berada di depan Alpaido untuk menghabiskan kripik kentang dan susu yang dibelinya tadi.
Drrtt .... Drrtt
Ponsel Kayla berdering kala seseorang sedang meneleponnya. Dilihatnya nama yang tertera di layar ponsel itu kemudian menggeser ikon berwarna hijau ke atas untuk menerima panggilan itu.
"Iya Han, apaan?"
Ntar sore kita hunting ke Coklat Asik.
"Berdua aja nih?"
Kagak. Anak-anak ngajak kesana bareng.
"Kok gue ngak tau?"
Makanya punya hp tuh jangan cuman jadi pajangan. Punya grup WhatssApp kok dianggurin.
"Iya iya, berisik deh!"
Yaudah, pokoknya jam 17.00 janjiannya. Jangan lupa okey, byee honey muuaacchhh.
Hani mengakhiri panggilan itu sepihak, membuat Kayla kesal dan bergidik ngeri setelah mendengar ucapannya tadi sebelum menutup telefon. "Kelamaan jomblo makanya otaknya miring." gumamnya pelan
...------------------...
"Widih tambah cakep aja lo Kay." ungkap Ica dengan raut wajah masih tak percaya jika teman tomboynya itu memakai dress selutut berwarna krem dengan bordiran bunga kecil-kecil menambah kesan elegan dan feminim. Seumur-umur dia tidak pernah melihat Kayla menggunakan dress.
"Makasih ejekannya." jawab Kayla dengan diikuti senyum manisnya.
"Coba lo jalan yang anggun Kay!" perintah Alvaro
"Gak bisa gue Var." sahut Kayla kemudian duduk di sebelah Bintang.
"Trus ngapain lo pakai dress gitu?" tanya Bintang heran.
"Gue pingin nyoba aja, gimana menurut kalian?" tanya Kayla wajahnya berbinar berharap mendapat pujian dari teman-temannya.
"Kalau lo ngak bar-bar ya pantes Kay, keliahatan cantik malah." sahut Bella menatap Kayla dengan senyum.
"Coba cepetan lo jalan kayak cewek feminim!" perintah Alvaro
"Bel, ajarin coba." tambah Alvaro
Bella mengangguk menurut, berdiri lalu mulai berjalan dengan anggun layaknya wanita pada umumnya, memberikan contoh untuk nantinya Kayla peragakan. Kemudian kembali duduk ke tempat semula.
"Giliran lo Kay." suruh Hani
Kayla berdiri dari tempat duduknya kemudian mencoba mempraktikkan cara berjalan yang diperagakan Bella tadi. Sekali tomboy tetap tomboy! dia tidak bisa memperagakan sesuai dengan yang dicontohkan Bella tadi. Tentu saja hal itu membuat semua temannya tertawa terpingkal-pingkal.
"Kan gue udah bilang, gue tuh ngak bisa ishh." ungkap Kayla yang kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena merasa malu.
"Bisa malu juga lo Kay? kirain urat malu lo udah putus, biasa juga malu-maluin." sahut Nanda yang berusaha menahan ketawa melihat tingkah temannya itu.
"Gatau nih, pas nyambung urat malu gue. Biasanya sih konslet." timpal Kayla yang membuat semua temannya tertawa.
"Kok bisa gue punya temen kayak lo Kay." heran Nanda yang dibalas dengan acungan jempol oleh yang lain.
Kehadiran Kayla memang selalu saja membuat suasana menjadi ramai dengan tawa. Dia selalu saja bisa mencairkan suasana dengan tingkah lakunya yang absurb.
"Gue bersyukur bisa kenal sama kalian gengs, gue ngak nyangka kalau kalian punya pengaruh besar di hidup gue." ungkap Reta lirih, menatap teman-temannya dengan mata berkaca-kaca.
"Uuu totwit." sahut Hani, Bella, Nanda dan Angga bersamaan.
"Pengaruh besar apatuh?" tanya Zidan
"Bobrok *****." balas Reta yang lalu tertawa
__ADS_1
Sontak semua temannya tertawa, dan entah bagaimana mereka juga kompak menjitak pelan kepala Reta. Sepertinya memang sudah sangat solid mereka ini makanya bisa sehati sepemikiran.
Yah, dulu sebelum Reta akrab dengan Kayla and the geng, dia terkenal dengan sifatnya yang pendiam dan pemalu. Kini sosoknya telah berubah menjadi power rangers.
...-------------...
Nabil
| Hei Kayla, ngaps?
^^^Kayla^^^
^^^Bernafas |^^^
Nabil
| Absurb sekila jawaban lo
^^^Kayla^^^
^^^Ada apa? |^^^
Nabil
| Gue mau ngajakin lo hunting bareng mau gak?
^^^Kayla^^^
^^^Kemana? |^^^
Nabil
| Ke Sturbrucks
| Tenang, gue yang traktir
^^^Kayla^^^
Nabil
| Ajak si Hani doang
| Miskin gue ntar kalo lo ngajak banyak orang
^^^Kayla^^^
^^^Cih! dasar |^^^
Nabil
| thank's pujiannya, gue tunggu jam 17.00. Bye.
Kayla menghembuskan nafas panjang.
"Sudah gue duga, hari ini gue bakalan sibuk."
Sia-sia rasanya Kayla merebahkan dirinya ke kasur empuknya. Niatnya untuk maraton drakor gagal sudah. Menyesal juga karena sempat nonton televisi, bukannya lihat drakor. Kalau sudah begini kan dia susah mau maraton drakor.
^^^Kayla^^^
^^^Masih idup? |^^^
Hani
| Mati
^^^Kayla^^^
^^^Jam 17.00 hunting ke Sturbrucks |^^^
^^^Nabil traktir |^^^
Hani
__ADS_1
| Oke
| Lo jemput gue
^^^Kayla^^^
^^^Hm |^^^
Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, Kayla segera pergi menjemput temannya itu kemudian pergi ke Sturbruck bersama-sama.
Sesampainya disana, sudah tampak 3 orang pria yang salah satunya sedang melambaikan tangan ke arah Hani dan Kayla mengisyaratkan untuk bergabung bersamanya. Kayla dan Hani segera menghampiri mereka.
"Akhirnya yang ditunggu udah datang." sahut Nabil dengan mata berbinar senang.
"Udah lama?" tanya Hani yang kemudian duduk di sebelah Nabil diikuti Kayla.
"Ngak kok, kita baru aja." balas Dimas cepat
"Eh, kalian berdua mau pesan apa? biar gue pesenin."
"Kalian udah pesan?" tanya Kayla bingung
"Udah, tinggal kalian berdua." balas Dimas
"Gue Caffe Latte." sahut Kayla
"Gue yang Caffee Americanno." sahut Hani
"Oke, gue pilihin yang Venti ya. No Comment oke." sahut Nabil yang kemudian pergi meninggalkan tempat duduknya dan mulai memesan.
Sementara itu, Kayla mulai penasaran dengan sosok Kanz yang setiap kali bertemu hanya sebagai pendengar yang baik. Selalu berkutat dengan ponselnya, jarang sekali berbicara. Sepertinya dia lagi sariwawan? atau mungkin lagi bisulan? pikir Kayla.
"Kalian naik apa kesini?" tanya Dimas memecah keheningan.
"Naik Heli." jawab Hani
"Guk guk guk." sahut Nabil cepat lalu duduk ke tempatnya semula.
"Kemari." sahut Kayla
"Guk guk guk." balas Nabil
"Cocok banget lo Bil." sahut Kanz tiba-tiba. Membuat Hani dan Kayla siyokk. Eh, syok maksutnya.
"Lo bisa ngomong?" tanya Kayla tak percaya
"Hm." jawab Kanz singkat
"Wah gila! gue kira lo bisu." tambah Kayla masih tak percaya
"Biasa dia mah, ngirit kalau ngomong." potong Nabil cepat.
"Ngiming-ngiming, gue belum tau nama kalian berdua nih. Gue cuman tau si Nabil doang." tanya Hani sembari mengedarkan pandangan kearah Dimas dan Kanz secara bergantian.
"Gue Dimas, dan dia Kanz." balas Dimas yang kemudian menunjuk kearah Kanz yang sedang asik bermain ponselnya. Kemudian dibalas anggukan oleh Hani.
"Lo ngak mau ikut nimbrung gitu?" tanya Kayla sembari menoel-noel lengan Kanz. Kebetulan Kayla duduk diantara Kanz dan Hani. Kanz berada di sebelah kiri Kayla dan Hani berada disebelah kanannya.
"Gak!" balas Kanz singkat padat dan jelas.
"Kenapa?" tanya Kayla lagi
"Bukan urusan lo."
"Jangan merasa ngak enak gitu dong. Tenang aja, gue ngak gigit lo. Gue udah jinak." ungkap Kayla, menoleh lalu menatap wajah Kanz kemudian tersenyum dengan manis. Kanz memang tidak menatapnya secara langsung, namun wajah cantik Kayla yang sedang menatapnya dengan tersenyum tetap terlihat jelas di matanya. Kanz ingin tersenyum namun urung ia lakukan karena hal itu akan mengurangi pamornya sebagai pria dingin dan cuek.
"Kalau lo buas yang jinakin siapa?" sahut Dimas. Kayla kini menoleh kearah Dimas lalu menunjuk Hani yang berada di sebelahnya.
"Lo apain biar dia bisa jinak?" tanya Nabil yang tertuju untuk Hani
"Gue kasih motor mainan buat dia naikin trus gue kasih suara akang gendang. Ntar kalau udah, gue ganti motor mainannya sama payung." jawab Hani sembari menatap Kayla dengan senyum sumringah.
"*****! dikira gue topeng monyet kali." balas Kayla yang kemudian mendengus kesal.
__ADS_1