Beauty Privilege

Beauty Privilege
Zayyan


__ADS_3

Kedua anak manusia yang berbeda gender itu baru saja tiba di sebuah perumahan elit. "Turun." pinta Zayyan agar gadis dibelakang nya segera turun dari motor.


Nita hanya mengangguk mengikuti perintah kakak kelas nya itu. "Makasih udah ngajak aku keluar, makasih juga udah dianterin pulang." ucap gadis itu tersenyum manis.


Meski cukup membosankan, tapi lumayan menyenangkan karna dia tidak merasa kesepian berada dirumah sendiri.


Entahlah, Nita sendiri heran mengapa ibunya jarang sekali pulang dengan dalih harus bekerja atau tidak selalu mengelak karna urusan bisnis.


Biasanya jika pulang itupun tidak lama, hanya beberapa hari lalu pergi lagi.


"Ya udah kalo gitu, gue pergi dulu. Udah malem juga takut jadi fitnah," balas Zayyan seraya memasang helm nya.


"Sampe di rumah langsung cuci kaki sama wajah, biar cepet mereda jerawat lo." niatnya dia mensuport Nita agar terlihat lebih cantik, namun sayangnya niat baik itu malah membuat Nita salah paham yang dipikir kan gadis itu sebagai hinaan.


"Iya." balas Nita membuang muka, karna sakit hati dikatakan seperti itu.


Setelah memastikan Nita masuk, lelaki itu segera menghidupkan mesin motor lalu bergegas pergi dari sana.


***


Seorang pemuda baru saja sampai di sebuah mansion besar bergaya klasik, sangat bagus di pandang.


Arsiran simpel nan mewah tapi tidak terlalu mencolok, dominan dengan warna putih egg shell.


Di buka nya gerbang mansion tersebut oleh satpam penjaga yang berada di dalam. "Silahkan," ucap pak satpam tersenyum ramah.


Setelah memarkirkan kendaraan nya di garasi, lelaki itu bergegas masuk karna merasa lelah.


Namun baru saja sampai di ruang tamu, tatapan mata wanita paruh baya membuat dia menghentikan langkah nya. "Mom?." sapa nya pada sang ibu.


"Dari mana? Ga liat sekarang jam berapa?." sahut wanita itu, lantas nya karna sekarang sudah tengah malam namun putranya tersebut malah baru kembali.


"Habis nongkrong sama anak anak," jawabnya santai.


"Mommy ga pernah ngelarang kamu keluar nongkrong, tapi seenggaknya inget waktu. Ga inget kata wali kelas kamu pas ngambil raport tadi pagi? Bukannya mommy nuntut kamu biar jadi juara kelas, tapi setidaknya perbaiki dikit nilai kamu biar ga terlalu rendah. Masa keluarga terpandang seperti ini, anaknya malah gatau apa apa di bidang akademik?." celoteh nya yang hanya di angguki oleh sang anak.


"Iya mom, aku mau ke kamar dulu, udah gerah banget." baru saja dia ingin melanjutkan langkahnya namun lagi lagi harus terhenti karna panggilan seseorang.

__ADS_1


"Kak Zay, kakak darimana? Dari tadi aku cariin ga ada, padahal mau ngajak main bareng. Mommy tadi beliin robot Transformers," ucap anak laki laki berusia 4 tahun.


"Loh, anak mommy kenapa bangun?."


"Mau pipis, tadi di panggil mommy nya ga ada." Anak kecil itu berjalan menghampiri sang kakak dengan tawa girang nya.


"Maafin kakak ya, besok kakak temenin main deh. Sekarang Idar tidur dulu, biar besok bisa main." ucap Zayyan mengelus kepala adiknya ~haidar, yang biasa dipanggil Idar oleh keluarganya.


"Ga mau, maunya tidur sama kak Zay." Haidar menggeleng.


"Gimana nih mom?." tanya Zayyan meminta solusi agar membujuk adiknya.


"Biarin aja tidur di kamar kamu, lagian jarang jarang dia minta tidur bareng kamu."


Zayyan yang tak ingin lama lama, akhirnya menyetujui permintaan ibunya.


"Ya udah ayo, tapi langsung tidur ya... Kakak capek banget," ucap Zayyan menggendong adik kecilnya ke atas.


****


Setelah pengambilan raport, masa liburan semester selalu ada hingga menjelang tahun baru.


Masa itu digunakan anak sekolah bersenang senang, namun ada juga yang di gunakan untuk belajar atau pulang ke desa hanya sekedar berkumpul bersama keluarga.


Berbeda dengan Nita yang menggunakan waktu liburan untuk merawat diri, dia bahkan mempelajari semua tentang mengapa tumbuh nya jerawat? Mengapa wajah terlihat kusam, dan banyak lagi.


Perlahan tapi pasti hari hari nya hanya di habis kan untuk merawat diri, gadis itu memberanikan diri untuk berkonsultasi pada dokter kecantikan.


Beberapa hari ini dia rajin treatment wajah seminggu dua kali, juga menggunakan skincare yang kandungan nya sesuai dengan kebutuhan kulit wajah nya.


Meskipun cukup mahal, tapi itu semua tidak masalah bagi Nita, toh ibunya bekerja buat membiayai dirinya.


Selain merawat wajahnya, Nita juga kerap kali mendatangi salon untuk perawatan rambut.


Bahkan dengan keberanian yang cukup besar, dia nekad meminta izin libur satu bulan pada kepala sekolah, beralasan bahwa keluarga ada masalah keluarga yang mengharuskan nya pergi keluar kota beberapa Minggu.


Nita melakukan itu semua karna memiliki alasan tersendiri, tanpa memberi tahu sang ibu.

__ADS_1


Dia ingin saat kembali ke sekolah, dirinya tak mendapat bully an lagi dari teman maupun kakak kelas nya.


Di bully karna fisik itu menyakitkan, bukan hanya kekerasan yang dia dapat kan, juga trauma yang membuat mental nya lemah.


Tidak ada rasa percaya diri dalam dirinya. "Gapapa, aku bakal tunjukin ke mereka kalo semua butuh proses." gumam nya.


Dunia ini kejam untuk orang seperti nya, namun kesenangan bagi si good looking.


Mereka bisa melakukan apa yang mereka inginkan dengan mudah, apalagi jika memiliki kekuasaan, maka dunia benar benar akan memuja pada mereka yang memiliki paras sempurna.


Keadilan sosial hanya sebuah omong kosong, kesejahteraan hanya sebuah undang undang dalam negri.


"Atas nama Nita Talia?." panggil seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter kecantikan.


Nita yang sedari tadi duduk di ruang tunggu, segera bergegas masuk ke dalam ruangan saat mendengar suaranya telah di panggil.


Dia tersenyum kecil menatap wanita didepan nya, lalu duduk untuk konsultasi ulang.


"Perubahan nya cukup bagus, tetep jaga pola makan ya... Itu berpengaruh banget buat hormon kamu, soal bekas jerawat juga mulai memudar. Ingat, hindari makanan berminyak, manis, dan pedas. Boleh makan tapi sesekali, tergantung kamu mau cepet sembuh apa ngga. Sekarang tinggal di kasih antibiotik aja buat matiin bakteri yang di jerawat, biar ga semakin meradang." tutur wanita didepan nya yang mengarahkan sebuah benda untuk mengetahui gejala yang timbul di wajah Nita.


"Sekalian pembersihan komedo, biar ga beruntusan." Nita hanya mengangguk mengikuti saran yang di berikan.


"Cantik itu menyakitkan." batin Nita menggerutu.


****


Setelah selesai melakukan treatment wajah, Nita pulang dengan muka yang memerah.


Tidak perlu cemas, itu memang hasil dari treatment yang nantinya akan bekerja dua sampe tiga hari kedepan.


Dia menatap cermin memperhatikan wajahnya yang mulai bersih, kulitnya memang tidak terlalu putih namun juga tidak hitam, kuning langsat khas orang Indonesia.


"Aku akan kembali dengan perubahan yang berbeda," ucapnya tersenyum smirk seraya memperhatikan pantulan cermin.


*****


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2