Beauty Privilege

Beauty Privilege
Bertemu Atha


__ADS_3

Seorang gadis dengan rambut tergerai sepunggung tepat di sebuah gedung pencakar langit, tempat nya berdiri saat ini.


Perempuan itu merenggang kan bahu nya, lantaran keberatan dengan barang bawaan yang dia bawa dari rumah.


Menoleh kanan kiri seolah mencari seseorang, namun tak kunjung ditemui nya.


Saat ini dia tengah kebingungan, karna pertama kalinya menginjakan kaki di gedung besar seperti itu.


Mau bertanya tapi gengsi nya terlalu tinggi, berulang kali gadis itu menelfon seseorang namun tak kunjung di angkat.


Tak menyerah begitu saja, dia terus menghubungi temannya agar segera mengangkat panggilan telfon dari nya.


"Halo." ucapnya menghela nafas lega saat panggilan nya di angkat.


"Kamu dimana? Maaf, tadi baru selesai mandi ga kedengaran kalo kamu nelfon."


"Gw ada di bawah,"


"Di sebelah mananya?."


"Gtw, kalo ga salah deket sama mini market sebrang jalan."


"Mini market disini banyak Fir, coba kirim foto mini market nya."


"Ok," balas Safira singkat, setelah nya dia segera mengambil foto arah minimarket yang berada di seberang jalan tempat nya duduk.


Sembari menunggu kedatangan Nita, gadis itu berjalan menyusuri jalanan yang sangat ramai kendaraan bermotor.


Melewati sebuah taman kecil di sebelah minimarket yang tadi di bicarakan nya dengan Nita, sesaat sebelum melanjutkan langkah nya, Safira memotret bunga yang berada di taman tersebut.


"Fira!" panggil seseorang.


Merasa namanya dipanggil, dia segera menoleh kebelakang melihat perempuan yang seumuran dengan nya tengah memakai masker yang menutupi wajah nya.


"Ta, lama banget lo. Gw nunggu disini kepanasan tauk. Eh? Lo ngapain masih pake masker disini? Kirain cuman pas di sekolah doang." tanya Safira menatap dalam wajah Nita, seperti ada yang berbeda namun dia belum menyadari nya.


"Gimana kalo langsung aja, disana ada AC biar ga kepanasan lagi." jawab Nita mengalihkan topik.


"Eh mumpung disini, sekalian mampir ke supermarket bentar." ajak Safira memberi ide


"Tapi kamu ga berat bawa bawa tas gitu?." tanya Nita khawatir.


"Mana ada, gue mau beli cemilan sama minuman buat nanti malam. Lo sendiri gimana?." kata Safira sembari memperhatikan lekat wajah perempuan didepan nya.


"Em, aku ikut aja." Nita memalingkan wajah nya saat menyadari Safira memperhatikan.


****


Kedua orang itu berjalan memutari hampir seluruh gedung supermarket, mencari barang yang cocok untuk nanti malam.


Mereka membeli beberapa cemilan pedas, serta beberapa minuman botol sebagai pelengkap, juga tak lupa membeli seafood dan sosis untuk pesta barbeque atas saran dari Safira.


"Ta, ini bagus ga? Mau kembaran?" tanya Safira memegang sebuah piyama tidur yang cantik.


"Kamu suka?." ucap Nita balik bertanya.

__ADS_1


Safira mengangguk, menatap Nita yang tampak ragu. "Kalo ga mau gapapa." ujar nya karna tak ingin memaksa.


"Katanya mau kembaran? Aku ga bilang ngga loh..."


"Jadi, lo mau kembaran piyama ama gue?." tanya Safira menatap binar.


"Boleh juga, motifnya juga lucu, tapi aku ambil yang warna sky ya?"


"Oke, gue warna coksu." balas Safira mengangguk menyetujui permintaan Nita.


Mereka melanjutkan berkeliling setelah menaruh dua piyama tadi pada troli yang di dorong oleh Nita, entah apa lagi yang akan di beli oleh kedua manusia tersebut.


"Kayak nya segini aja deh Fir, ini juga kebanyakan menurut ku." tutur Nita melihat troli yang hampir penuh.


"Bentar, masih ada yang kurang, tapi apa ya? Ahhh, lupa gue." gerutu Safira, padahal itu adalah benda penting saat merayakan tahun baru.


"Coba inget inget lagi, aku udah cape nemenin kamu keliling dari tadi. Kamu sendiri ga cape?"


"Capek sih, tapi seru."


Nita yang tak ingin suasana berubah, memilih diam mengikuti kemauan Safira yang melanjutkan berkeliling, entah barang yang di cari oleh perempuan itu.


"Kalian?." sapa seorang laki laki.


Safira dan Nita yang familiar dengan suara itu, menoleh melihat siapa orang nya.


"Atha?." ucapan kedua gadis itu berbarengan.


"Iya, kalian ngapain disini?." tanya Atha basa basi.


"Oh." hanya kata itu yang keluar, karna Atha sendiri merasa canggung dengan keberadaan Nita yang notabed nya sebagai anak pendiam berbanding terbalik dengan Safira yang super ekstrovert.


"Butuh bantuan ga? Siapa tau kalian butuh tenaga pria gagah kek gw, ya kan?" ucap Atha penuh percaya diri.


"Jangan." sahut Nita spontan.


Safira menyenggol lengan Nita yang menjawab asal, dikarenakan dia memiliki rencana sendiri pada Atha.


"Butuh banget," balas Safira tersenyum licik.


"Apaan?"


Safira segera mengambil alih troli yang di dorong Nita, kemudian menyerahkan keranjang yang di bawa oleh diri nya sendiri.


"Makasih." pesan terakhir sebelum dia menggandeng Nita berjalan menuju kasir.


"Eh, bangsat!." umpat Atha melangkah cepat menyusul kedua gadis tadi.


Berada di kasir, Atha meletakkan barang barang tadi di mesin kasir.


Sejenak dia memperhatikan barang apa saja yang di beli kedua gadis itu, namun muncul sebuah ide saat kebetulan barang yang dipikirkan nya tidak ada di sana.


"Kalian mau ngerayain tahun baru bareng?." tanya Atha.


"Iya, kenapa?."

__ADS_1


"Kok ga ada petasan? Atau kembang api gitu kek?."


"Nah itu tadi Ta, gw dari tadi mikirin itu tapi ga nyampe ke otak ide nya." ujar Safira yang hanya di angguki oleh Nita.


"Mumpung masih disini, lo bisa nyari barang nya ga?." tanya Safira pada Atha.


"Bisa, tapi ada syarat nya." jawab Atha tersenyum miring.


"Gue ikut ya?"


"Hah?" Safira menatap picik pada Atha.


"Pengen ngerayain tahun baru juga,"


"Udah Fir gapapa." bisik Nita yang sedari tadi diam.


"Kenapa loh ngijinin? Suka lo sama dia?."


"Ga gitu, cuman keliatan nya dia juga ga ada orang yang diajak ngerayain bareng." ucap Nita dengan suara pelan.


"Ya udah, cepet cari noh barangnya. Keburu selesai ntar," suruh Safira.


****


"Wah bagus banget, Ta." puji Safira memandang kagum pada apartemen yang ditinggali Nita.


Dia kira Nita orang yang memiliki kasta sama seperti dirinya, namun tak menyangka bahwa teman nya yang berpenampilan biasa itu ternyata dari keluarga kaya.


Entah dirinya yang tidak tau brand, atau memang karna paras Nita yang biasa saja membuat baju mahal sekalipun tidak istimewa.


Oleh karna itu, mengapa sekarang banyak sekali perempuan yang terobsesi dengan kecantikan, karna jika kamu cantik memakai baju gembel sekalipun akan tetap terlihat cantik.


"Ini beneran apartemen lo? Lo ga bohong ka." tanya Safira memastikan.


"Ngapain bohong? Kamu ga percaya?"


"Bukan ga percaya, cuman takut nya."


"Udah ga kaget sih, lo nya aja yang ketinggalan jama ogeb." sahut Atha yang bersedekap dada pada pinggiran pintu.


"Maksud lp ngomong gitu apa? Mau gelud lo? Ayo!."


"Lo ga liat, sepatu nya Nita yang di pake ke sekolah itu brand mahal njay. Tas nya juga, gw liat dari jauh aja udah tau itu bermerek."


"Emang beneran gitu Ta?." tanya Safira yang tak percaya dengan pernyataan Atha.


"Aku juga gatau, itu dibeliin mamah."


"Ta, kok kayak nya ada yang beda deh sama elo."


****


Bersambung.


Segini dulu ya..... Bye bye, see you next time.

__ADS_1


__ADS_2