
Beby, gadis tomboy dengan tas selempang dan kamera yang tergantung di lehernya itu. Setengah berlari dan meliukkan tubuhnya, mengindari rekanan kerjanya yang juga keluar dari kantornya untuk pulang.
"Mau kemana Beb?, ko buru-buru banget?." tanya seorang gadis yang hampir saja tertabrak oleh gadis tomboy itu.
"Beb!, Beb!..Gue bukan pacar lo!." jawab gadis tomboy itu sinis.
"Dih amit-amit!, siapa juga yang mau jeruk makan jeruk?." cibir gadis yang bertanya.
"Woi Beby!... mau kemana Lo?, udah kaya di kejar setan aja!."
Gadis tomboy yang di panggil Beby itu terus saja berlalu tanpa menghiraukan pertanyaan kedua sahabatnya itu.
"Dasar manusia kutub!." gerutu gadis yang postur tubuhnya lebih tinggi dari rekannya itu.
"Heran gue, gaya si Beby itu nyeleneh tapi cool banget, Lo liat kan Des?. Ikemen ... ikemen ... cuma pake kemeja flannel ga di kancingin aja dia keren."
"Iya, padahal anaknya kurus kerempeng gitu, tapi bisa keren yak?" timpal gadis yang bernama Desi itu dengan logat ngapaknya.
"Aneh!. Gue lebih suka liat Beby daripada liat cowok."
"Nyebut Lo Sis!, jangan sampai jeruk makan jeruk!."
"Sorry ya, Gue masih normal!." timpal gadis yang bernama Sisca Saraswati itu.
...****************...
__ADS_1
Beby melepas helmnya lalu turun dari atas motor. Matanya sendu menatap mentari senja yang sebenarnya sangat indah dan berujung sebuah helaan nafas panjang keluar dari hidungnya.
Kamera yang Beby pakai untuk mengabadikan momen senjanya, tanpa sengaja, mengarah pada seorang gadis yang berusaha menaiki pagar pembatas jalan layang, yang di bawahnya terdapat hilir mudik kendaraan roda empat dari dua arah yang berlawanan.
Gadis itu semakin naik hingga Beby tersadar kalau gadis itu hendak melompat ke bawah.
Dengan sigap Beby meraih tubuh gadis itu dan memaksanya untuk turun.
"Lepasin gue!." teriak gadis itu yang sedikit kaget.
"Turun! ..."
GUBRAGK!...
"Aduh! ... " pekik Beby yang tubuhnya tertimpa gadis itu yang jatuh di atasnya.
"Ck! ... awas dulu!, sakit pala gue kena aspal jalan!." timpal Beby sambil meringis menahan sakit.
"Siapa suruh narik gue!." maki gadis itu lagi.
"Sakit pala gue dodol!, awas! ... , Lo? ... Lo hamil?! ... "
Dengan segera gadis itu bangkit dari atas tubuh Beby. Setelah tanpa sengaja tangan gadis tomboy itu menyentuh perutnya yang memang sudah terasa membuncit.
Dan lagi-lagi Beby mencekal tangan gadis itu yang sepertinya akan melanjutkan niatnya untuk terjun dari ketinggian jalan layang ini.
__ADS_1
"Lepasin gue!. gue mau mati!."
"Ngga boleh!, bunuh diri itu dosa!."
"Apa hak Lo ngelarang gue?, Lo bukan siapa-siapa gue!."
"Ck! ... batu banget!. Gue emang bukan siapa-siapa Lo!, tapi cuma orang ga waras yang ngebiarin orang mau bunuh diri di depan matanya sendiri!." timpal Beby sedikit kesal.
"Gue ngga perduli!. Gue mau mati!, gue benci diri gue sendiri!, gue benci semuanya!."
Beby menarik lengan gadis itu dan mengajaknya duduk di tepi jalan yang kebetulan lagi sepi, hanya ada beberapa pasang muda-mudi yang juga sedang menikmati senja.
"Sebenci apapun Lo sama diri Lo, sama hidup Lo, tapi ngga harus di selesaikan dengan bunuh diri juga, dosa!."
" gue ga perduli!." timpal gadis itu ketus
" sorry ... kalau Lo muslim mestinya Lo tahu kalau bunuh diri itu di larang, tapi gue yakin agama manapun melarangnya."
"Terus gue harus apa?. Gue ga tahu lagi harus gimana, hiks ... hiks ... "
Mendengar gadis di sebelahnya ini menangis, hati Beby merasa terenyuh. Dengan perasaan bingung harus apa, Beby mengasongkan tysu yang selalu ia bawa di tas selempang nya.
"Gue ngga tahu masalah Lo apa, tapi sebaiknya jangan Lo lakuin niat Lo buat bunuh diri." ujar Beby melembut.
Tapi bukannya mereda, gadis itu malas semakin terisak.
__ADS_1
"Gue mau mati, hiks ... hiks .... gue mau mati, hiks ... hiks ..."