BEBY (Cinta Yang Hilang)

BEBY (Cinta Yang Hilang)
Bab 6. dua bulan kemudian


__ADS_3

Seperti biasa, sebelum pulang ke rumah Beby akan mampir ke kios buah untuk membeli buah-buahan buat Shania.


"Assalamualaikum ... " Beby mengucapkan salam setelah sampai di depan kos nya.


"Shan ... Shania ... Gue pulang" panggil Beby


"Wa'alaikumsalam ..." jawab Shania yang selalu setia menunggu dan membukakan pintu untuk Beby.


Setelah mengunci kembali pintu, Beby mengikuti langkah Shania menuju Sofa.


"Belum tidur?." tanya Beby sambil meletakkan dua kantong plastik yang di bawanya di atas meja.


"Sebenarnya ngantuk, tapi ... kan harus bukain pintu." jawab Shania yang beranjak ke dapur tak lama kembali dengan secangkir teh panas


"Hehe, iya ya lupa." kekeh Beby.


"Bawa apaan lagi sih Beb?." tanya Shania sambil melirik kantong plastik yang ada di atas meja.


"Buka aja." jawab Beby singkat.


"Martabak lagi?"


"Iya, ada melon sama apel juga."


"Beb ..."


"Iya, Gue tahu. Tapi ... kan ngga tiap hari juga belinya Shan." ujar Beby yang tahu kemana arah perkataan Shania yang menyuruhnya untuk berhemat.


"Oh iya Shan. Besok kalau ngantuk tidur duluan aja. Ngga usah nungguin Gue."


"Iya sih kadang suka ngantuk. Tapi yang bukain kamu pintu, siapa?."


"Iya ya. Ya udah kuncinya di bagi dua aja, Gue satu Lo satu. Biar Lo bisa istirahat ngga nungguin Gue."


"Terserah." timpal Shania singkat. Sambil membuka plastik martabak yang Beby bawa.


"Ngga bikin minum juga?." tanya Beby sambil menyeruput teh panas yang Shania bikin untuk,dirinya.

__ADS_1


"Udah malam, kurang suka minum yang manis. Lagian martabak ini juga udah manis." jawab Shania sambil menggigit martabak.


"Iya ya. Ntar kemanisan bahaya."


"Apaan sih Beb."


"Ga papa." jawab Beby singkat. Yang hampir saja keceplosan memuji kecantikan Shania


"kalau nggak salah udah delapan bulan ya?."


"Iya, baru seminggu masuk delapan bulan."


"Nggak kerasa ya," gumam Beby.


Seketika wajah Shania berubah menjadi murung.


"Aku nggak tahu harus senang atau sedih Beb. Pergerakan bayinya lincah banget, seharusnya ada bapaknya, ada orang tua aku. Ini malah nyusahin kamu."


Beby yang sadar ucapannya telah melukai hati gadis itu. Segera mengalihkan topik pembicaraannya.


"Sorry ... Gue ngga maksud.ningetin Lo."


"Udah ... Ada Gue yang bakal nemenin Lo. Jagain Lo. Jangan sedih."


"Iya. Tapi tetap aja Beb."


"Boleh Gue pegang?" potong Beby "Gue pengen ngerasain bayi gerak dalam perut." pinta Beby


Shania menatap Beby kurang yakin.


"Please ..." mohon Beby sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada dan memohon pada gadis itu.


Dengan helaan nafas, Shania menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan Beby menyentuh perutnya.


"Sekarang dia lagi aktif Beb, lagi nendangin aku." ujar Shania yang terdengar masih sendu.


"Itu tandanya dia nggak suka Lo sedih Shan." ujar Beby.

__ADS_1


"Debay jangan nakal yah, kasian Mamanya kesakitan. Baik-baik ya di dalam. Tapi kalau Mamanya sedih, boleh ko kamu tendang atau cakar juga ngga apa-apa. Kamu sama Mama jangan khawatir, aku bakal jagain kalian berdua ko." celoteh Beby sambil sesekali mengusap perut buncit Shania.


Mendengar ucapan Beby, Shania merasa bahagia sekaligus terharu. Beby yang bukan siapa-siapa tapi begitu perduli dan baik pada dirinya dan anak yang masih ada dalam perutnya.


Tak terasa setetes air jatuh di sudut matanya dan mengenai lengan Beby yang masih mengusap perutnya.


Beby tertegun, lalu mengangkat wajahnya menatap wajah Shania yang kembali meneteskan airmata.


dengan lembut Beby menghapus airmata itu. "Jangan nangis Shan, Lo harus kuat, harus sabar. Gue janji bakal jagain kalian berdua."


Shania tak sanggup berkata-kata lagi. Hanya airmata yang semakin deras mengalir.


Beby merengkuh tubuh gadis itu kedalam pelukannya. Mengusap bahunya dan terus memberinya semangat.


"Makasih Beb, hiks ... hiks ..."


"Iya sama-sama. Udah ya jangan nangis,. ntar Debay nya ikut sedih."


Shania hanya mengangguk dalam pelukan gadis tomboy itu.


"Kita jalan yuk?" ajak Beby.


"Udah malam Beb, kamu harus istirahat." tolak Shania


"ngga papa, nongkrong bentar di taman kompleks."


"Emang ngga malu jalan sama aku?" tanya Shania


"Ya elah Shan, ngapain malu, orang temen Gue gembel semua ko."


"Kirain?..."


"Pake jaket sana!, Gue manasin motor."


"Kata-katain aja motornya Beb, ntar juga panas sendiri!"


"Heh! ..."

__ADS_1


Sebelum benar-benar pergi, Beby masih sempat melihat senyum manis di bibir gadis itu. Dan senyum itu menular pada dirinya.


__ADS_2