
"Astaga aku tidur dengan siapa? kenapa bisa disini?"
kedua bola mata Alexa terbelalak setelah melihat dirinya terbaring disebelah seorang pria yang tengah memeluk tubuhnya yang hanya terbalut oleh selimut tipis.
Gadis itu menelisir setiap detail tempat dimana dirinya berada saat ini hingga sampai tertidur di sebelah seorang pria asing yang memeluk tubuhnya. bagian intimnya terasa sedikit perih saat ia hendak beranjak Alexa pun terkejut setelah ia lihat jika sudah terdapat bercak merah diatas ranjang yang baru saja ia duduki.
Ia segera berlari kecil menuju kamar mandi tetesan air bening yang mengalir dari kedua kubangan bola matanya tidak bisa tertahan lagi setelah ia tahu dirinya sudah tidak perawan lagi.
Alexa menangis sesenggukan menatap dirinya di cermin betapa malunya dirinya tanpa ikatan pernikahan dia sudah tidak memiliki kegadisannya lagi, bahkan ia sendiri tidak tahu siapa pria asing yang telah mengambil kehormatannya. "Apa yang sudah terjadi? kenapa aku tidak ingat apa-apa?" batinnya bertanya-tanya.
Sekilas ia hanya teringat jika saudarinya memberikan minuman untuknya dan seketika membuatnya pusing hingga selanjutnya ia tidak ingat apa lagi yang sudah terjadi. "Jesicca! ini pasti ulah Jessica."
tuk! tuk! tuk!
Ketukan pintu kamar mandi bagaimana mungkin dia bisa menampakkan dirinya dengan keadaan yang seperti sekarang bahkan dia belum membersihkan dirinya baju pun ia lupa dimana meletakkan nya. Kini Alexa hanya berselimut kain tipis yang membalut tubuhnya ia merasa tidak ingin beranjak dari tempat itu apalagi setelah tahu jika tanpa sadar ia sudah memberikan tubuhnya kepada orang asing yang tidak pernah ia temui sebelumnya.
"Hei nona! apa kamu akan terus didalam sana?"bass suara pria yang begitu menggema semakin membuat Alexa enggan untuk membuka pintu kamar mandi.
"Apa dia tidak sama sekali berpikir telah merenggut kehormatan seorang gadis tanpa izin darinya dan sekarang seolah-olah tidak terjadi apapun." Gerutunya Alexa yang masih larut dalam kesedihannya atas masa depannya yang sudah hancur.
Beberapa saat suara langkah kaki pun semakin menjauh dari pintu kamar mandi dan hilang. Alexa mengambil kesempatan itu untuk segera berpakaian dan meninggalkan kamar hotel yang menjadi tempat pria asing tersebut. "Apa ini mimpi? ya, pasti mimpi gak mungkin semua itu terjadi, gak, gak mungkin. tapi kenapa aku masih merasakan perih di ************ ku?" ucapnya dalam kekalutan sembari berjalan secepat mungkin sebelum pria asing itu mendahului nya.
"Apa yang harus aku katakan sama ibu dan ayah? jika mereka tahu aku .. "
Tiba-tiba.
"Wah liat deh siapa ini? ayah! ibu! coba kemari liat deh, Cinderella kita ini baru pulang kerumahnya.
__ADS_1
"Jesicca! kamu .."
"Liat Cinderella baru pulang kerumah setelah bermalam dengan seseorang."sambung wanita setengah baya mendekati kedua gadis itu yang masih berdiri dia ambang pintu.
Alexandra berusaha menekan emosinya saat ini, bagaimana mungkin tidak ia tidak mungkin salah jika saudarinya lah yang sudah membuat nya hancur semalam dengan mengirimkan nya pria asing untuk melecehkannya.
Dengan kondisinya saat ini meskipun ia buka suara ibu dan ayahnya takkan pernah percaya apa yang akan ia katakan jika dirinya seperti ini karena ulah dari Jesicca yang sudah tega membiarkan seorang pria menjamah nya tanpa ia ketahui.
"Alexa! dari mana kamu?" teriaknya pria setengah baya dari dalam rumah membuatnya seketika dibuat gemetaran mendengar suaranya saja. ya, itu ayah Alexa tidak mungkin ia tidak akan marah setelah melihatnya dengan keadaan yang acak-acakan seperti gadis nakal.
"A, ayah!" gelagapan.
"Ayah tanya sama kamu, sudah dari mana kamu Alexa?"tegas ayah Alexa cukup terlihat menekan emosinya yang sebentar lagi akan meluap bagai gunung berapi.
Gadis berparas manis itu hanya bisa tertunduk, ia tidak berani menatap kedua mata ayahnya yang kini tengah marah besar. Seandainya pria setengah baya itu tahu jika dirinya sudah menghabiskan malam bersama dengan seorang pria makan entah apa yang akan terjadi kepada nya saat ini begitupun ayahnya.
"Kali ini aku tidak bisa tenang Jesicca, adikmu ini sudah mencoreng nama baik keluarga kita. Dia sudah melempar kotoran di wajahku."
"A, a, apa maksudmu ayah?" tanya Alexa memberanikan dirinya untuk penjelasan dari ucapan ayahnya.
Desiran darah yang terpompa begitu kencang membuatnya semakin tidak tenang dan diliputi rasa takut akan hal yang semestinya tidak diketahui ayahnya.
"Lexa, ibu sebenarnya tidak pernah menyangka jika kamu akan mempermalukan keluarga kamu sendiri tapi, kali ini kamu memang sudah keterlaluan."
"Apa maksud dari ucapan i, ibu?"
"Lexa! .."
__ADS_1
"Ayah! biar aku saja yang jelaskan sama Alexa. Ibu tolong bawa ayah kedalam lihatlah ayah semakin tegang saat ini."
"Baiklah, urus adikmu ini sayang."
Senyuman licik itu kembali terpancar dari wajahnya Jesicca. Alexa hanya bisa menangis saat ini melihat ayahnya yang begitu marah tidak seperti biasanya bahkan kemarahan nya belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ada banyak pertanyaan yang muncul namun, sikap dari Jesicca menunjukkan jika dia tahu sesuatu yang sudah terjadi dirumah ini maupun dirinya yang sempat tidak sadarkan diri.
"Adik ku sayang, bagaimana malam mu indah bukan?"
Deg!!.
Ucapnya Jessica sudah sangat Alexa pahami maksud dan tujuan ucapan nya mengarah kemana. "Aku sudah duga itu, pasti kamu Jesicca."
"Seriously ??"
"Kenapa kamu jahat Jes, apa salah aku sama kamu? aku gak pernah nyakitin kamu, bahkan aku selalu bantu kami sejak dulu. Kenapa kamu tega merusak hidup ku dengan menjebak ku dengan pria lain?" tangisnya pun pecah seketika mengingat nasibnya yang begitu malang selalu mendapat kebencian dari kakaknya dan ibu tiri nya.
"Lexa, kamu cukup salah karena kamu selalu menjadi prioritas ayah. lagi pula semalam tidak akan membuat mu hamil juga ya kan? malah apa yang udah kamu dapatkan tidak sebanding dengan uang yang kamu hasilkan. Kesenangan nya kamu dapat bahkan uang juga kamu bisa dapatkan."
"Kamu jual aku Jes?"
"Perusahaan kita diambang kebangkrutan, lexa. setidaknya kamu bisa bantu keuangan keluarga kita dengan cara itu."
Sungguh tidak percaya apa yang sudah dikatakan Jesicca ia sampai hati memperjual belikan tubuhnya hanya demi sejumlah uang. Meskipun ia kepada keuangan keluarga nya tengah tidak baik namun tidak menyangka jika dirinya harus rela ditiduri oleh pria asing. "Tapi, bukan dengan cara ini!"
"Lalu! oke,, aku kasih tahu kamu kalo ini memang aku sengaja ingin buat nama kamu jelek Dimata ayah, jelas!"
__ADS_1