Belenggu Cintanya CEO Kejam

Belenggu Cintanya CEO Kejam
Chapter 4


__ADS_3

"Oh ya ampun kapan aku bisa keluar dari tempat ini? rasanya punggung ku terbakar karena terlalu lama berbaring." lirih Alexa yang sudah tidak merasa betah lebih lama tinggal di rumah sakit.


Gadis cantik nan jelita meskipun Alexa terlihat polos tanpa make up wajahnya yang bersih tanpa noda, ia memperhatikan wajahnya melalui pantulan dari baginya kini wajahnya sudah kusam bahkan tubuhnya belum tersentuh air pagi ini. "Mungkin mandi sebentar akan membuat tubuhku fresh lagi." ucapnya melenggang menuju sebuah toilet untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah lengket.


"Nona! apa kamu di kamar mandi?" tanya seorang wanita dibalik pintu.


"Iya, aku didalam." sahutnya Alexa.


"baiklah, tapi jangan sampai selang infus nya lepas dan hati-hati." pinta wanita sekitar berumur 35 tahun itu.


"Hem.. baik."


Tak berselang waktu yang lama Alexa keluar dari kamar mandi dan mengibaskan rambutnya yang basah. "Seger!!"ucapnya.


Ia kembali menuju brankar dan merapihkan dirinya, hendak naik ketempat nya gadis manis itu tidak sengaja melihat sebuah mobil mewah terparkir dibawah hingga Alexa bisa melihat jelas siapa saja yang keluar masuk dari rumah sakit.


Beberapa orang menyambut nya begitu baik bak seorang pangeran, kedua alis gadis itu mengerut seolah tengah meledek seseorang yang begitu diistimewakan dibawah sana.


"Waw! Seperti nya seorang konglomerat tengah berkunjung." desisnya Alexa tanpa melihat siapa orang yang berada didalam mobil tersebut ia langsung berbalik dan merebahkan kembali tubuhnya di atas ranjang rumah sakit.


Ada beberapa majalah mungkin sudah disiapkan oleh ajudan tuan muda sengaja agar Alexa tidak merasa bosan disaat ia mandi beberapa saat yang lalu.


Dengan santai nya ia membolak-balik kan lembaran demi lembaran kertas yang tengah ia pegang saat ini hingga tidak menyadari jika kini seseorang sudah jauh berada diambang pintu memperhatikan nya.


"Baguslah kamu sudah sadar." celetuknya tiba-tiba membuat gadis jelita itu terperanjat hingga menjatuhkan majalah yang ia pegang karena terkejut.


"Si.. siapa kamu?" Alexa mendadak gelagapan melihat sorot mata yang tajam bagai anak busur panah yang siap melesat.


"Ternyata kamu melupakan nya begitu saja. Tapi aku tidak lupa malam yang indah itu."


Spontan kedua lingkaran hitam itu membulat seketika, Alexa mendongakkan kepalanya menatap wajah pria yang kini tepat berada didepannya. Justru ia semakin terkejut setelah ingat jika pria itulah yang sudah menghabiskan malam bersama nya. "Ka.. kamu!"

__ADS_1


"Akhirnya kamu ingat."


Tatapan nya yang dingin bagai. bongkahan es kutub, bahkan dalam berbicara saja pria itu tidak sedikit pun menampakkan ekspresi wajah.


"Ternyata kamu, kurang ajar berani sekali kamu menampakkan wajah dihadapan ku." Dengan brutalnya Alexa meluapkan emosi nya memukul wajah si pria dengan lancang hingga dada bidang nya tanpa henti. Isakan tangis nya pun pecah seketika sebab ulah dari pria itu kini ia harus rela kehilangan keperawanan nya kebanggaan bagi seorang anak gadis.


"Karena kamu hidup ku hancur, masa depan ku hancur lebur sampai-sampai saya begini karena kamu dasar kamu pria bajingan! brengsek!"


"Cukup!!"


Amukan Alexa rupanya bukan apa-apa bagi si pria yang bertubuh dua kali lipat dari tubuh mungilnya. Kedua tangannya dengan mudah ia kunci dengan satu tangan sehingga Alexa tidak bisa berkutik saat tubuhnya terhimpit oleh dada besar milik si pria.


"Lepas! lepasin gak! atau aku teriak." ancam Alexa namun sedikit pun tidak membuat nya takut malah sebaliknya pria itu lebih berani mendekat kan wajahnya lebih dekat dengan Alexa.


"Teriak aja sebisa kamu"


Alexa dibuat gemetaran oleh pria berperawakan atletis itu tidak sedikit pun melonggarkan genggamannya, bahkan tidak memberikan kesempatan bagi si gadis jelita untuk melawan. "Bukannya kamu yang lebih antusias terhadap saya, kenapa sekarang kamu menyalahkan saya yang sudah menghancurkan


Kamu."


"Suttt.. diam atau aku akan lakukan cara yang kasar. Apa kamu ingin melihat buktinya, oke liat perbuatan mu malam itu." datar


Satu tangan nya membuka kancing kemeja secara perlahan, dan menunjukkan bagian tubuhnya dengan bekas beberapa cakaran dan sisa bekas gigitan seseorang hingga menyebabkan berwarna keunguan. "Apa masih mau liat yang lainya?"


Alexa menggeleng tak percaya jika dirinya telah melakukan hal tersebut pada pria didepannya. Wajahnya tiba-tiba memerah padam jika benar itu ulahnya betapa malunya dirinya sudah bertindak demikian. "Gak! gak mungkin lepasin!!"


Tuk! tuk! tuk!


"Iya" Jawab pria tampan itu memalingkan wajahnya kearah pintu yang masih tertutup rapat.


"Tuan muda Aland dokter ingin masuk"

__ADS_1


"Masuklah"


Alexa dibuat kelimpungan kali ini mengedarkan pandangannya ke arah pintu. "Apa! Tuan muda!" kembali menatap wajah pria yang ternyata itu adalah tuan muda yang dinantikan nya.


"Apa ada masalah, nona?"


Kernyitnya Alexa sadar jika orang didepannya adalah tuan muda yang ia maksud. "Kamu majikannya tuan itu?" Roman dari wajahnya terlukis rasa tidak percaya sama sekali.


Aland melepaskan genggaman nya setelah dokter itu masuk sesaat terdiam melihat kedekatan mereka begitu intim, nyaris salah paham atas apa yang sudah dilihatnya beberapa saat.


"Maaf tuan Aland"


Aland mengangguk sedikit pun dar wajah pria itu tidak terlihat ada rasa canggung setelah seorang dokter wanita melihat dengan Alexa.


"Dok, apa saya bisa pulang hari ini? saya udah ba.. baikan kok." ujar Alexa gugup sembari sedikit mengalihkan pandangannya dari Aland.


"Tentu saja. Hari ini kamu bisa pulang tapi jangan lupa banyak istirahat dan minum juga obatnya agar demam kamu cepat sembuh." jawab dokter itu.


"Tuan Aland mohon dijaga istrinya jangan sampai dia dibiarkan kehujanan lagi."


Spontan Alexa meliriknya dengan sorot mata tajam bagai pisau 'istri' entah apa yang dipikirkan pria itu sehingga membuat dokter tersebut menganggap nya sebagai istri nya Aland. "Dok, mungkin dokter salah paham saya, buk ..."


"Baik dok. Terimakasih atas bantuannya." menyela.


"Tentu. Baiklah kalo begitu saya pamit nyonya Aland semoga lekas sembuh ya?"


Alexa hanya ternganga mendengar kata yang dilontarkannya sangat menggelikan di Indra pendengaran nya ketika memanggil nya 'nyonya Aland. "Iuhhh aku bukan istrinya, dok."


"Maaf dokter, dia selalu bersikap seperti ini kalo sedang .. emm dokter paham masalah rumah tangga."


Dokter Elly hanya tersenyum dan segera pergi meninggalkan dua manusia itu didalam ruangan nya. Salah satu ajudan Aland tengah mempersiapkan kepulangan Alexa sementara Alexa masih menolak dengan keras untuk pergi bersama Aland.

__ADS_1


Bagaimana bisa dia harus pergi bersama pria yang sudah dengan sengaja merenggut kehormatan nya, bukan hal mudah bagi Alexa untuk tinggal bersama nya. "Gak! sekali enggak ya enggak."


"Keras kepala"


__ADS_2