Belenggu Cintanya CEO Kejam

Belenggu Cintanya CEO Kejam
Chapter 8


__ADS_3

Gadis itu terdiam melongo ketika tuannya sudah pergi dari dalam kamar nya, tanpa berbicara panjang lebar kepada Alexa, namun yang di heran kan oleh wanita berusia 20tahun itu mengapa malam ini dia begitu baik padahal yang sudah dilakukan nya pagi ini sudah sangat membuat nya marah. "Mungkin mendadak ada keajaiban dari laki-laki itu. Kenapa harus dipikirkan coba kita lihat apa yang di bawakan tuan muda untuk ku." kata Alexa mulai mengobrak abrik beberapa paper bag yang Aland bawa.


Tercengang dong Alexa setelah melihat beberapa pakaian bagus dan beberapa alat kosmetik beserta pakaian yang terbilang lebih pribadi terdapat didalam salah satu nya, wajah nya memudar merah malunya tak tertahankan terdapat beberapa bra dan ****** ***** wanita yang di belikan oleh Aland. "Hah! aku gak yakin dia yank membelikan nya?!!" pikirnya Alexa menerawang pakaian yang tengah ia pegang tinggi-tinggi oleh tangan nya.


Terdapat kain tipis dengan tali pinggul yang begitu kecil, layaknya bikini untuk para pengantin baru. "Keterlaluan laki-laki itu, mana mungkin aku harus pake celana model begini." omelnya Alexa masih membolak-balik kan benda segitiga bermuda tersebut.


"Tapi, kalo gak di pake .... masa iya aku harus gak pake celana. Hiuh! terpaksa deh walaupun aneh tapi apa boleh buat semua modelnya gini."


"..Lagi pula tuh laki-laki selera nya gini amat." masih ngedumel.


Tanpa berlama-lama gadis cantik keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang sempurna mengaplikasikan dari warna pakaian yang ia pakai dengan make up yang natural namun terlihat begitu elegan tidak sedikit pun membuatnya terlihat seperti pelayan. "Ini cukuplah ya, tapi ngapain tuan muda itu minta aku pake baju kek gini, kaya mau ke acara penting aja."


Langkah demi langkah ia berani kan dirinya untuk menemui tuan muda didalam ruangan pribadi nya yang tepat di sebelah ruang tamu. Meskipun sudah terbiasa dengan keseharian nya memakai pakaian dress Alexa tampak tidak nyaman untuk yang satu ini dress yang terlalu menonjol kan bagian dadanya yang berisi sehingga siapapun bisa melihat, ia terus menutupi bagian dadanya yang kini membuatnya tidak merasa percaya diri, karena terlalu terbuka.

__ADS_1


Sesampainya didepan pintu Alexa mulai mengetuk pintunya walau pintu itu terbuka sedikit ia tidak berani masuk langsung untuk menjumpai Aland yang sedang menunggu nya sedari tadi. "Masuk!" panggil Aland seperti nya ia tahu jika Alexandra sudah berada didepan pintu mungkin karena hak sepatu nya yang menimbulkan suara sehingga laki-laki berparas tampan itu sudah tahu kedatangan Alexandra.


"Maaf, saya sedikit lama." ucap Alexandra.


Bagaikan terbungkam mulutnya kini tak bisa berkata-kata melihat paras cantik yang sama dimana ia pernah menemui nya saat di bar tempo hari yang membuat nya kini ada daya magnet yang memintanya untuk melekat terus kepadanya. "Ukuran baju nya sangat pas, ternyata gak salah pilih." gumam Aland.


"Oke, kamu udah siap sekarang ikut aku."


"Bentar, bentar, kita mau kemana malam-malam gini?" tanya Alexa dibuat heran.


"Tapi ..." terhenti seketika. Aland yang menatap tajam kearah nya tentu saja membuat Alexa terdiam saat itu juga dan membungkam mulutnya dengan kedua tangannya. "Maaf!"


Aland dengan sigap menarik sebelah tangan nya dan melingkar kan lengan kecilnya itu pada tangan kekarnya yang berotot atletis. "Jalan!"

__ADS_1


"I.. iya,"


Jantung nya terasa terpompa begitu kencang, ada sesuatu yang menurut nya tidak beres sehingga membuat Alexa beberapa kali mengatur aliran nafasnya yang naik turun tak menentu. "Kok, aku jadi dag-dig-dug gini yak? gak! masa iya gandeng dia doang bisa deg degan ."bantah Alexa dengan apa yang ia rasakan kini setelah mendapat perlakuan hangat dari Aland untuk menggandeng tangan nya.


"Dia cantik, baju nya pun begitu cocok melekat ditubuhnya yang kecil sampai-sampai aku saja dibuat terpesona." pikirnya pun mengalunkan sebuah hasrat untuk memiliki pesona dari sang gadis yang telah ia ambil kesucian nya namun ia tidak sedikit pun membuat nya merasa dendam atas satu kesalahan yang dilakukan nya terhadap dirinya.


"Kenapa pikiranku melantur, bukan dia saja yang memiliki paras cantik masih banyak diluar sana lebih cantik dan seksi bahkan siap untuk membuka rok mereka untuk menghabiskan malam dengan ku." bantah logika laki-laki itu enggan untuk mengiyakan perasaan yang tengah timbul saat ini.


Sedangkan Alexandra larut dalam kebisuan nya dengan satu pertanyaan yang sama.


Ia hanya bisa berdiam diri saat pria disampingnya ingin membawanya entah kemana namun, kini gadis jelita si pemilik mata kecoklatan itu pun mulai merasakan rasa hangat berada di samping Aland. "Oh Alexa apa yang kamu pikirkan, aku dan Aland tidak! itu tidak akan terulang lagi." gumam nya Alexandra yang disadari Aland yang sedari tadi tengah memperhatikannya.


"Saya tau kamu sedang memikirkan saya" kata Aland mencondongkan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan begitu dekat satu sama lain dua pasang bola mata indah yang saling menatap, disisi lain Alexa terkejut karena tiba-tiba Aland semakin menarik nya kedalam bongkahan dada bidangnya. "A..apa yang i..ingin ka..kamu lakukan?" mendadak ia gelagapan disaat wajah Aland hanya berjarak sentian dari wajahnya.

__ADS_1


"Ihhhh..... Jangan cari kesempatan yak!" menepis wajah Tampan Aland sehingga membuat nya spontan terpentok mulut pintu mobil.


.


__ADS_2