
Diikuti nya cahaya kecil yang menyinari setiap sudut kedua bola mata yang menyilaukan entah benda apa itu akhirnya Alexa mengikuti setiap pergerakan cahaya kecil yang membuat nya tersadar dan kembali membuka mata.
"Halo! kamu bisa liat saya?" tanya seorang wanita hampir seumuran dengan ibunya dengan stetoskop yang melingkar di lehernya. "Kamu bisa dengar suara saya? jika kamu dengar, kamu bisa anggukkan kepala kamu."
Alexa pun menganggukan kepalanya secara perlahan, kepalanya masih terasa pening dan berat pandangan nya pun masih kabur samar-samar. "Dimana saya?"
"Kamu dirumah sakit. Seseorang membawa kamu kemari saat kamu tidak sadarkan diri." Sahut wanita itu dari cara nya berpakaian sudah sangat jelas jika dia adalah seorang dokter.
"Kamu membutuhkan sesuatu?" tanya seorang perawat. namun Alexa hanya menggelengkan kepalanya ia ingat jika dirinya sudah terlalu lama berdiri dibawah guyuran air hujan mungkin saat itu dia tidak sadar dan pingsan. "Baiklah jika kamu butuh sesuatu kamu bisa tekan tombol disebelah kamu, ya?"
Alexa tersenyum mengiyakan arahan dari dokter didepannya sebagai jawaban. Ada sesuatu yang membuatnya cemas saat ini tampak terlihat jelas jika ia ingin segera beranjak dari atas brankar rumah sakit, setelah menunggu para pekerja medis itu keluar ia mencari kesempatan untuk melepaskan selang infus, baru saja beberapa detik Alexa hendak melepaskan selang infus, tiba-tiba seseorang menahannya dan melarang gadis itu untuk melepaskan infus sebelum dokter memintanya. "Sedang apa kamu?"
"Saya harus segera pergi dari sini tuan, saya gak punya uang untuk membayar perawatan rumah sakit."
"Tidak perlu cemas, tuan kami sudah membayar perawatan anda nona."
Alexa tercenung mendengar pria berpakaian serba hitam itu jika administrasi rumah sakit sudah dibayar. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya tentang siapa orang yang sudah sangat berbaik hati membayar perawatan nya. "Tuan? Siapa tuan kalian? bisakah saya bertemu dengan nya? saya mau bilang terima kasih sudah sangat baik membayar kan biaya perawatan saya tapi, saya harus segera pergi dari sini."
"Maaf nona, kebetulan tuan kami sedang keluar kota untuk pekerjaan jika berkenan, sebaiknya nona tetap dirawat disini sampai benar-benar pulih. Tuan muda meminta kami untuk menjaga nona dan mempersiapkan tempat untuk sementara bisa nona tinggali."
__ADS_1
"Apa! dia menyiapkan tempat tinggal untuk saya?" terbata-bata.
Pria dengan pakaian serba hitam itu mengangguk sebagai jawaban yang tengah di tanyakan oleh Alexa dengan ramah. Namun Alexa dibuat kebingungan bagaimana bisa mereka tahu jika dirinya tidak memiliki tempat tinggal. "Kenapa saya merasa nih orang tahu betul apa yang sedang saya butuhkan." kata Alexa.
"Tapi, saya gak bisa menerima bantuan orang asing terlalu banyak. Akan sulit bagi saya membalas kebaikan yang sudah dia lakukan untuk saya?"
"Nona tidak perlu memikirkan hal itu, tuan kami takkan meminta uangnya kembali tenang aja."
Pria berpakaian serba hitam itu tetap tidak membiarkan Alexa pergi dari sana. sedangkan Alexa sendiri penasaran sosok orang yang sudah membantunya dengan sapaan tuan muda itu.
Namun dipikirkan kembali ia memang lebih baik tinggal di rumah sakit lebih dulu dengan kondisi tubuh yang lemas tidak mungkin juga akan ada orang mau menerima nya untuk bekerja sekaligus mencari tempat tinggal saat ini.
Jika di ingat-ingat ia tidak memiliki uang sepeser pun, setelah pergi dari rumah bahkan mereka tidak membiarkan Alexa untuk mengambil barang-barang nya bagaimana bisa ia akan hidup di luaran sana dengan kondisi seperti ini.
Terpaksa alexa harus menunggu kedatangan tuan muda yang mereka sebut-sebut sebagai tuan nya itu untuk membayar Budi baiknya mungkin saja ia bisa mengabdikan dirinya untuk menjadi pelayan sampai hutang budinya terbayar kepada tuan muda mereka.
"Ya benar, mungkin dia bersedia menerima ku jadi pelayan atau bekerja ditempat nya dan gajinya bisa dipakai nyicil uang yang udah dia keluarkan buat bayar perawatan ku." Alexa mengulas senyuman tipis berharap jika tuan muda itu bisa menerima nya sebagai pekerja sebagai tanda terimakasih nya.
***
__ADS_1
Kyana dan Jesicca pulang dengan disambut oleh tuan Jo yang sudah menanti sedari tadi, cukup lama menunggu kedatangan mereka yang sudah membuatnya saat ini ingin banyak yang harus ditanyakan. "Kyana! Jesicca! dari mana kalian?"
"Ayah?"
"Jo!"
"Kyana perusahaan saat ini dalam kondisi diambang kebangkrutan tapi, kalian malah berbelanja foya-foya hingga pengeluaran yang membuat tagihan kartu kredit semakin membengkak."
Kyana dan Jesicca saling bertukar pandangan setelah tawanya pudar setelah melihat sorot tatapan mata yang tengah menampung kemarahan kepada mereka. "Jo kami hanya berbelanja sedikit kenapa harus marah. Lagian anakmu ini butuh perawatan salon dan barang branded untuk acara lusa nanti." imbunya kyana sedikit pun tidak merasa bersalah.
"Iya ayah, sebentar lagi kita akan mendapatkan suntikan modal dari perusahaan ternama boleh kan Jesicca menyiapkan diri untuk perjodohan ini. Aku harus tampak memukau jika aku menjadi pusat perhatian ayah dan ibu pun gak akan nyesel udah bawa aku ke acara ini, gak kaya Alexandra." ucapannya yang begitu percaya diri Seketika membuat Jonas frustasi, tidak habis pikir hanya untuk acara yang sederhana mereka sampai menguras isi kartu hitamnya.
"Arrghh!! apa kalian gak berpikir panjang kita belum tahu hasil nya nanti. Bagaimana jika kita gagal mendapatkan suntikan modal dari perusahaan ini kalian bisa tanggung jawab? hah."
"Jo! cukup ini juga untuk perusahaan kita harus bisa membuat tuan muda menerima perjodohan ini. Maka perusahaan kita akan terselamatkan, jika dia bisa mengambil hati nya dengan penampilan nya yang memukau. Jangan permasalahkan uang yang sudah kita pakai karena kami juga berhak atas uang mu itu. ayok Jesicca!" tegas kyana tidak sama sekali ingin mendengar alasan apapun demi menikmati hidupnya setelah menjadi istri dari Jonas ayah dari Alexa.
Jonas tidak bisa berkata-kata lagi, mereka selalu ingin menang sendiri tanpa memikirkan orang lain kali ini ia harus berpikir sendiri untuk menyelamatkan perusahaan nya yang hampir bangkrut selama ini ia hanya bisa berdiskusi dengan putrinya Alexa, karena kyana dan Jessica hanya tahu menghabiskan uang untuk berbelanja salon dan barang-barang branded.
Selama ini mereka berdua yang mengurus setiap permasalahan yang ada diperusahaan. Namun mulai detik ini ia harus bisa menyelesaikan semua nya seorang diri tanpa bantuan dari Alexa.
__ADS_1
"Alexa ayah rindu sekali sama kamu."
penyesalan selalu datang terlambat namun, tidak di pungkiri ia kecewa atas apa yang sudah Alexa lakukan dia sudah sangat melukai perasaan nya dengan perbuatan Alexa yang menodai nama baiknya.