Berawal Dari Halu

Berawal Dari Halu
Prolog


__ADS_3

     Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hal itulah yang selalu di ingat oleh seorang yeoja cantik blasteran korea-indo. Seorang yeoja pekerja keras, ia rela menghabiskan waktu bermainnya hanya untuk kuliah dan bekerja paruh waktu. Setelah keberangkatannya ke negeri ginseng untuk menempuh pendidikan  dan meninggalkan ibunya seorang diri di Indonesia, ia bertekad untuk tidak selalu bergantung pada ibunya dan berusaha mencari pendapatan sendiri dengan cara bekerja paruh waktu di sebuah kedai ayam goreng di kawasan Distrik Gangnam


 


   Ia merelakan seluruh waktu bermainnya hanya untuk bekerja hingga larut malam. Setelah selesai kuliah ia segera bergegas menuju tempatnya bekerja, mengabaikan semua rasa lelah yang ia dapatkan di kampus. Sepulangnya dari bekerja yeoja cantik itu selalu menyempatkan waktunya untuk menghirup udara segar di sungai Han. Walaupun udara malam yang terasa dua kali lipat lebih dingin di bandingkan siang, yeoja itu tetap datang ke sungai Han untuk meredam semua rasa lelahnya.


     Akan terapi pada malam hari itu ia merasakan ada suatu hal aneh, ia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan mengistirahatkan tubuh nya di rumah, karena tubuh nya memang sudah terasa sangat lelah.


 


   Ia berjalan seorang diri di trotoar dengan sesekali bersenandung. Malam itu terasa sangat sunyi, hanya ada suara binatang malam dan hembusan angin kencang yang menemani langkahnya. Tidak heran jika jalanan sudah mulai sepi, kendaraan umum pun sudah jarang ada yang lewat karena waktu sudah menunjukan pukul 02.45 kst.


    Pada saat yeoja itu Melewati sebuah gang kecil jalan pintas menuju rumahnya, ia merasa ada yang mengikuti nya. Ia pun mempercepat langkahnya sambil terus merapalkan doa dalam hati. Berharap tidak akan ada suatu hal yang buruk, yang akan menimpanya.


     Pada saat melewati sebuah bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni, ia merasa seluruh bulu kuduk nya merinding. Ia terus berjalan secepat mungkin hingga sedikit berlari melewati bangunan tua tersebut sambil terus merapalkan doa dan menepis semua pikiran buruknya.


     Ia terus berlari menjauh dari bangunan tersebut. Setalah merasa sudah jauh, yeoja itu sedikit merasa tenang. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, karena seseorang yang mengikuti nya masih ada di belakangnya. Sontak ia kembali berlari menjauh dari orang tersebut, hingga ia sampai di perempatan jalan dan orang misterius itu menghilang di balik tembok.


     Pada akhirnya yeoja itu sampai di rumahnya dengan selamat. Ia pun bergegas masuk untuk membersihkan tubuh nya yang memang sudah terasa lengket dan bergegas untuk beristirahat.


     Setelah selesai mandi ia berniat mencari sesuatu di dapur yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya, akan tetapi ia teringat ibunya yang berada di indonesia. Ia pun berniat untuk menghubungi ibunya. Jika di ingat-ingat ia sudah lebih dari dua minggu tidak memberi kabar pada ibunya.


1 menit


2 menit


3 menit


4 menit


5 menit


Hingga menit ke 10 tidak ada jawaban dari ibunya. Ia pun merasa cemas dan khawatir telah terjadi sesuatu pada ibunya.


     Ia kembali mencoba menghubungi ibunya berkali-kali, tetapi hasil nya tetap sama. Tidak ada jawaban sama sekali. Kekhawatiran nya semakin memuncak setelah berpuluh-puluh kali ia mencoba menghubungi ibunya.


     Bak setrika, ia terus berjalan mondar-mandir di kamarnya memikirkan keadaan ibunya, hati nya benar-benar tidak tenang. Pikiran nya terus tertuju pada hal-hal buruk, ia terus  berusaha untuk berfikir positif tetapi tetap saja tidak bisa.


     Ia terus merapalkan doa, berharap tidak terjadi suatu hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


Tringgg,,,


Sebuah pesan masuk ke ponsel nya dari nomor yang tidak di kenal. Yeoja itu pun merasa terkejut setelah membaca pesan  tersebut. Ia merasa sedang di awasi oleh seseorang, ia takut seseorang tersebut akan berbuat sesuatu hal yg buruk padanya.


     Tetapi pikiran nya kembali tertuju pada ibunya yang sedari tadi tidak bisa di hubungi. Ia mengabaikan pesan tersebut dan kembali mencoba menghubungi ibunya.


     Setelah beberapa menit kemudian, ia pun menyerah dan menepis semua pikiran negatif nya akan kondisi ibunya dan mencoba memejamkan mata.


     Ia beranggapan, mungkin saja ibunya masih tidur. Karena waktu masih menunjukkan pukul 03.45 kst. Karena perbedaan waktu antara Korea dan Indonesia 2 jam otomatis di Indonesia saat ini masih menunjukkan pukul 05.45.


     Akhirnya yeoja itu pun terlelap. Untungnya besok ia tidak memiliki jadwal kuliah pagi, jadinya ia bisa bangun sedikit terlambat.


*******


     Di sebuah ruangan dengan nuansa abu-abu dengan furniture yang bisa di bilang barang-barang berkelas, nampak seorang namja memasuki ruangan tersebut dengan raut wajah lelah setelah seharian bekerja.


     Namja itu pun menghempaskan tubuhnya ke atas sofa sambil memijat pangkal hidungnya.


"Aku harus menjadikan gadis itu sekretaris ku apa pun yang terjadi" Ucapnya dengan penuh keyakinan.


"Gadis mana yang ingin kau jadikan sekretaris mu" Tanya seorang namja lainnya yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Ahh,,, Sajangnim apakah ada sesuatu yang membuat Anda datang kemari?"tanyanya.


" Maafkan saya sajangnim" Jawab namja tersebut sambil sedikit membungkuk.


"Jadi,,, gadis mana yang kau maksud?"


"Gadis yang saya maksud adalah gadis asal Indonesia yang sekarang sedang berkuliah di Universitas internasional seoul dan kemungkinan besar lulus tahun ini" Jelasnya.


"Apa kau yakin?" Tanyanya


"Saya sangat yakin gadis itu bisa membantu pekerjaan saya,selain cantik dia juga sangat pintar, anda tidak perlu khawatir"


"Baiklah, terserah kau saja, asalkan semua pekerjaanmu berjalan lancar agar tidak merugikan semua pihak terutama semua anak asuh ku, mereka tidak boleh drop lagi seperti kasus kemarin"


"Baik sajangnim, akan saya ingat semua pesan anda"


"Ini sudah malam, pulanglah"

__ADS_1


"Iya saya akan pulang nanti setelah semua pekerjaan saya selesai"


"Jangan terlalu di paksakan, ini sudah sangat larut malam, pekerjaan mu itu bisa di lanjutkan besok lagi"


"Baik sajangnim"


     Namja pendek itu pen keluar dari ruangan tersebut. Tinggalah namja tinggi nanti tampan sendiri dengan segala rasa lelah dan pikiran nya yang terus tertuju pada gadis yang di incarannya.


     Namja tampan itu merasa ada sesuatu dengan gadis itu, tapi ia tidak tau apa. Ia pun kembali menjatuhkan  tubuhnya di atas sofa.


     Seketika ia seperti teringat sesuatu. Sesuatu yang membuat ia teringat pada masa lalu nya. Masa lalu yang membuatnya harus kehilangan seseorang yang ia sayangi.


     Pikiran namja itu terus bergelayut mengingat masa lalunya yang suram. Bagaikan film yang ditayangkan ulang, memori nya terus berputar-putar memaksanya mengenang masa-masa terpuruk nya.


     Hingga suara notifikasi handphone miliknya menyadarkan namja itu dari lamunan nya. Setelah membaca isi pesan yang baru saja masuk, ia bergegas pergi ke tempat di mana anak asuh nya tinggal


     Selama di perjalanan, manja itu nampak tidak fokus pada jalanan, ia masih terus memikirkan yeoja incarannya.


Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan mendadak berhenti di tengah jalan. Untungnya tidak ada kendaraan lain di belakangnya.


"Jangan-jangan gadis itu,,,,,, "


TBC


Note: - yeoja \= perempuan/gadis


           - namja\= laki-laki


Mau tau apa yang akan terjadi selanjutnya?


Ikuti terus ceritanya!


Jangan lupa vote and comen readernim🙆💜


Kalau ada saran atau masukan, ataupun  tulisan yang nggak di mengerti, langsung tulis di komentar aja yaa😉😉


Jangan heran typo bertebaran maklum lah masih penulis amatiran dan baru pemula.


Btw ini cerita pertama ku😁

__ADS_1


Menurut kalian gimana, kalau untuk ukuran pemula, cerita ini geje nggak sih?


Jangan lupa mampir ke akun ig ku @fadmi315


__ADS_2