
Waktu sudah menunjukan pukul 09.35 KST. Namun keenam namja itu masih enggan untuk membuka matanya. Hanya hyung tertua mereka yang sudah di sibukkan dengan berbagai bahan masakan di dapur.
"Apakah mereka belum bangun, astaga ini sudah jam berapa" Monolog nya sambil mencuci sayuran yang akan di masaknya.
"Kau sedang apa hyung" Tanya seseorang yang baru saja bangun dan menghampiri hyung nya.
"Eohh,,, yoongi-ah, kau sudah bangun ternyata. Apa mereka belum juga bangun" Tanyanya.
"Belum" Jawabnya singkat
"Bangunkan lah mereka, apa mereka tidak lapar, ini sudah siang"
"Eummm"-Yoongi.
Yoongi atau yang lebih sering di panggil suga itu menuruti perkataan hyung tertuanya, siapa lagi kalau bukan Kim Seokjin.
Seokjin pun hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat dingin salah satu adiknya itu.
Beberapa saat kemudian satu per satu member turun ke dengan raut wajah yang lelah karena konser mereka semalam.
" Astaga jungkook-ah jangan tidur di sini. Taehyung-ah ironna atau ku habiskan jus strawberry mu. Di mana jimin, hoseok-ah bangunkan jimin. Namjoon-ah jangan pergi ke dapur" Kira-kira seperti itu lah ocehan Seokjin pagi ini melihat kelakuan adik-adiknya.
Setelah beberapa menit kemudian makanan yang di siapakan oleh Seokjin pun sudah terhidang rapi di atas meja.
"Makanan siap" Teriak Seokjin memanggil member lain nya.
Mereka pun datang ke meja makan dan takjup melihat makanan yang terhidang di sana.
"Kau memasak semua ini hyung"-jungkook.
" Menurutmu"Seokjin.
"Banyak sekali hyung" Hoseok.
"Apa akan ada yang datang hyung"-taehyung.
" Apa makanan sebanyak ini akan habis"-NamJoon.
"Tenang saja hyung, aku yang akan menghabiskannya"-taehyung.
" Kau harus berbagi dengan ku hyung "-jungkook.
" Baiklah, kau boleh mengambil seperempat nya saja"-taehyung.
"Itu tidak adil"-jungkook.
" Sudah-sudah, ini kan banyak. Kalian berdua bisa menghabiskan semuanya jika tidak habis"-NamJoon.
"Di mana jimin, apa dia belum bangun"-Seokjin.
"Anak itu susah dibangunkan"-Yoongi.
" Biar aku yang membangunkan nya hyung "-Hoseok.
Hoseok pun beranjak dari meja makan dan menghampiri kamar jimin.
Benar saja, jimin masih bergulung di dalam selimut. Hoseok pun berinisiatif membangunkan nya mengunakan sendok.
Hoseok kembali ke meja makan dan mengambil sendok, para member yang ada di sana hanya diam dan bingung, untuk apa hoseok membawa sendok ke kamar jimin.
" Jimin-ah ironna " Ucap Hoseok sambil menyibak tirai kamar jimin agar cahaya matahari masuk dan mengusik tidur namja itu.
Hoseok menghampiri ranjang jimin dan mengguncangkan tubuhnya, namun namja itu tidak juga membuka matanya.
Merasa di abaikan, Hoseok pun menyibakkan selimut jimin dan menarik paksa agar jimin mau bangun.
"Ayo cepat bangun, semuanya sudah menunggu di bawah" Ucap Hoseok sambil menarik jari jimin dan memberinya sendok.
Dengan terpaksa jimin pun bangkit dari tempat tidur nya. Dan berjalan menuju meja makan.
Pagi itu mereka pun sarapan seperti biasa nya, di selingi dengan canda tawa setiap member.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cahaya matahari yang menerobos masuk dengan cahaya nya yang menyilaukan mata tidak dapat mengganggu dua orang yeoja yang sedang terlelap dalam tidur nya.
Walaupun sudah menjelang siang mereka tidak ada niatan untuk bangun.
Drettt,,,
Bunyi salah satu ponsel yeoja itu berbunyi dan mau tidak mau mereka pun bangun untuk melihat ponsel siapa yang berbunyi.
Dan akhirnya ponsel shara lah yang berbunyi.
"Hallo"-shara.
" Apa"-shara.
"Baiklah, Terima kasih informasi nya"-shara.
Panggilan pun terputus, dan shara segera berlari masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian nya.
" Ada apa shara-ya" Tanya byoora yang melihat shara begitu panik dan mengemasi semua barang-barang nya.
"Aku harus kembali ke Indonesia"-shara.
" Apa? Indonesia? Sekarang? Apa kau gila, bahkan kau belum membeli tiket"-byoora.
"Sudah ada yang memerankan aku tiket, kau tak perlu khawatir byoora-ya"-shara.
" Kau belum menjelaskan pada ku, apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa kau terlihat panik? Apa terjadi sesuatu pada ibu mu di Indonesia? "-byoora.
" Tadi ada tetangga ku yang di Indonesia menghubungi ku, dia mengatakan jika ibu ku sedang kritis "-shara.
" Apa kau yakin akan kembali sekarang ?"-byoora.
"Aku harus kembali, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada ibu ku"-shara.
" Padahal sebentar lagi kita akan ujian tengah semester "-byoora.
"Apa kau akan kembali ke sini lagi shara-ya"-byoora.
" Tentu saja, jika ibu ku mau, aku akan membawa nya bersama ku "-shara.
" Baiklah, aku akan mengantar mu sampai bandara"-byoora.
"Baiklah, ayo berangkat"-shara.
" Ayo"-byoora.
Setelah beberpa menit berjalan mereka akhirnya tiba di bandara.
"Kalau sudah sampai jangan lupa hubungi aku"-byoora.
" Pasti aku akan menghubungi mu nanti"-shara.
"Berhati-hatilah shara-ya"-byoora.
" Baiklah, aku pergi dulu" Ucap shara sambil melambaikan tangan nya ke arah byoora yang terisak.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi.
"Akan ku tunggu kau di sini, jika kau tidak kembali makan aku yang akan menjemput mu" Ucap nya di iringi senyuman yang sulit di artikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa yang kalian lakukan di sini, ayo sana make up dulu, sebentar lagi foto shoot nya akan di mulai" Ucap salah seorang stylish.
Ketujuh member Bangtan pun segera mematuhi apa yang di katakan stylish.
"Taehyung-ah" Panggil stylish tadi.
"Ada apa nonna" Tanya taehyung.
__ADS_1
"Biar aku saja yang menata rambut mu dan mem-make up wajah mu"-stylish.
" Baiklah"-taehyung.
"Akan ku buat diri mu jatuh ke tangan ku" Ucap sang stylish dalam hati nya.
"Apa semua member ada di sini" Suara salah satu kru mengalihkan semua atensi pada dirinya.
"Semua member ada di sini, ada apa memangnya hyung" Tanya NamJoon mewakili semua member.
"Ada kabar buruk, senin kecelakaan dan kemungkinan semua jadwal kalian hari ini di batalkan"
"Apa? Kecelakaan"-taehyung.
" Iya, dan sekarang salam perjalanan menuju rumah sakit "
"Kalau begitu lebih baik kita ke sana, lagi pula jadwal kita tergantung pada senin hyung"-Hoseok.
" Baiklah, jika itu mau kalian"
"Ayo kita ke sana"-jungkook.
Akhirnya mereka bertujuh pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan senin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tap tap tap,,,
Suara langkah kaki menggema di seluruh penjuru koridor rumah sakit.
Setelah turun dari pesawat, shara langsung pergi menuju rumah sakit di mana ibu nya di rawat.
Setelah tiba di rumah sakit, shara menanyakan keberadaan ibu nya yang ternyata belum bisa di pindahkan ke ruang rawat dan masih berada di ICU.
Begitu tiba di ICU, di situ ada tetangga nya.
" Akhirnya kau datang juga nak shara" Ucap salah satu tetangganya yang bernama pak bambang.
"Pak bambang dan bu ida, Terima kasih sudah mau menjaga ibu saya"-shara.
" Nggak apa-apa nak, kita sebagai tetangga bukankah harus saling bantu" Ucap bu ida.
"Terus, sekarang bagaimana keadaan ibu saya"-shara.
" Kata dokter sih alhamdulillah udah membaik"-pak bambang.
"Bisa ceritakan sama saya, bagaimana kronologis kecelakaan nya pak, bu? "-shara.
" Waduh,,, kita juga nggak tau gimana kejadian yang sebenarnya nak"-bu ida.
"Yaudah tidak apa-apa, begini saja saya sudah sangat berterima kasih sama bapak dan ibu"-shara.
" Nggak apa-apa nak, kalau begitu kita berdua pamit dulu. Kata dokter ibu mu udah boleh di jenguk"-bu ida.
"Sekali lagi Terima kasih pak, bu"-shara.
Setelah pak bambang dan bu ida pergi, shara memasuki ruangan yang sangat di bencinya itu. Ruangan yang selalu mengingat kan diri nya akan sosok mendiang ayah nya.
Shara mendekat ke brangkar tempat ibu nya berbaring.
" Ibu bangun, ini shara pulang. Jangan tinggalin shara, shara udah nggak punya siapa-siapa lagi" Ucap shara di sela isak tangis nya melihat kondisi ibu nya.
TBC
Menurut kalian gimana nih part kali ini?
Beri pendapat kalian.
Jangan lupa follow, read, vote and comen.
Jangan lupa tinggalkan jejak readers-nim🙆💜
__ADS_1
Tetap jaga kesehatan all💜