
Mentari sudah mulai menampakkan wujudkan untuk menyinari bumi, cahayanya menerobos masuk melalui celah-celah tirai. Mengusik tidur seorang yeoja yang masih menyelami dunia mimpi.
Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, tapi yeoja itu enggan untuk bangkit dari tempat tidur nya walau hanya sekedar untuk mengisi perutnya yang sebenarnya sudah mulai keroncongan dari tadi.
Cuaca hari ini memang terasa lebih dingin dari biasanya karena sudah memasuki musim dingin. Hal itulah yang membuat yeoja itu betah bergumul di dalam kasur.
Nanananana,,, (anggap aja bunyi notifikasi panggilan masuk😁😁)
Yeoja itu pun sontak terkejut dan bangkit untuk mengetahui siapa yang dengan berani mengganggu waktu santainya.
Setelah dirinya mengetahui siapa yang menelpon nya, ia pun ingin sekali rasanya mengutuk orang itu menjadi gelas. Yeoja itu merutuki dirinya sendiri yang lupa mensilent handphone nya.
Dengan berat hati dia pun menggeser ikon hijau pada ponselnya.
"yakk,,, shara-ya apakah kau belum bangun tidur? Apakah di rumahmu tidak ada jam sehingga jam segini belum bangun? Apa ponselmu tidak memiliki alarm? Matahari sudah mulai tinggi, apa kau lupa pada janji kita kemarin? Kau ingin aku mati kepanasan karena aku menunggu mu di luar? Apakah kau mendengarkan ku shara-ya? Kau tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan ku?" tanya byoora panjang lebar, dari ujung utara sampai ujung selatan.
"Tidak bisakah kau bertanya satu persatu byoora-ya, aku bingung harus menjawab pertanyaan mu yang mana dulu"-shara
" Tidak usah di jawab, sekarang cepat buka pintu rumah mu atau aku dobrak sekarang "-byoora
" iya iya tunggu sebentar"-shara
'tadi dia yang bertanya panjang lebar, tapi tidak usah di jawab. Sebenarnya apa yang sedang di pikir kan gadis itu' Gerutu shara sambil berjalan menuju pintu depan.
"Apakah jarak antara kamar dan pintu ini sama dengan jarak jika kau pulang ke Indonesia? " tanya byoora setelah melihat jalan gontai dan wajah kusut shara.
Shara yang mendapat pertanyaan seperti itu dari sahabatnya pun hanya tersenyum simpul sambil berjalan menuju dapur.
"Kau mau kemana pagi-pagi seperti ini byoora-ya?" tanya shara sambil mengolesi roti dengan selai cokelat kesukaannya.
"Kau benar-benar lupa hari ini kita ingin kemana?"-byoora
" eummm" -shara
"sepertinya aku harus mengganti otakmu yang pelupa itu dengan otak kucing"-byoora
" semalam aku sangat lelah, sehingga aku melupakan rencana kita hari ini "ucap shara dengan cengiran khasnya.
" sudahlah, cepat bersiap nanti keburu siang"-byoora.
Setelah selang 30 menit kemudian, shara pun sudah siap dan mereka berdua pergi ke tempat tujuan.
Setelah memakan waktu beberapa jam, akhirnya mereka samapai di tempat tujuan yang tak lain adalah pulau jeju.
Setelah meletakkan semua barang yang mereka bawa di penginapan, mereka pun pergi ke pantai untuk menikmati Sunset yang jarang mereka lihat di Seoul karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing.
"wahh,,, indah sekali, seperti nya aky tidak ingin pulang dan menetap di sini" ucap byoora.
"aku juga" jawab shara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"eoh,,, ada apa dengan mu shara-ya?"-byoora
" aku tidak apa-apa, hanya saja aku teringat oleh mendiang appa ku"-shara
Byoora yang melihat shara menangis pun segera menari nya ke dalam pelukannya, dirinya tidak perduli bajunya basah oleh air mata shara.
"tenanglah shara-ya, aku yakin appamu pasti sedang melihat mu dari atas sana sekarang. dan jika appamu ada di sini sekarang, dirinya pasti tidak suka melihat mu menangis seperti ini, jadi tenanglah" ucap byoora berusaha menenangkan sahabatnya.
"Terima kasih byoora, kau selalu ada untuk ku saat aku butuh sandaran"-shara.
" kau ini seperti dengan siapa saja, aku kan sahabatmu, kalau ada yang ingin kau ceritakan yaa ceritakan saja aku akan mendengarkan semua keluh kesahmu. Kita kan kenal udah lama jadi nggak usah sungkan kl mau cerita"-byoora
"Terima kasih byoora-ya, kau memang yang terbaik"-shara
Keheningan pun terjadi, mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing. Shara yang tidak suka diam pun berusaha mencari topik untuk memecah keheningan. Entah mengapa suasananya berubah menjadi canggung.
" byoora-ya apa kau lapar?"tanya shara
"sangat lapar" jawab byoora-ya dengan cengiran khasnya.
"tadi aku lihat di sana ada kedai seafood, ayo kita ke sana"-shara
" ayoooo,,, " teriak byoora semangat
Mereka pun berjalan beriringan menuju kedai yang di maksud oleh shara. Tetapi ketika akan masuk shara teringat sesuatu.
"ada apa shara-ya, apa kau tak ingin masuk?" tanya byoora
" eummm,,, di sini kan ada menu lainnya selain seafood, kau bisa memesannya "-byoora
" baiklah"-shara
Mereka pun masuk dan duduk di sudut ruangan dekat jendela yang langsung menghadap laut.
Sambil menunggu makanan tiba, mereka pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto.
Setelah beberapa saat berfoto, shara merasa ada yang sedang mengawasi mereka. Namun shara tidak ingin memberi tahu byoora dan membuat gadis itu takut. Akhirnya shara hanya diam pura-pura tidak tau.
"setelah ini kita akan kemana?" tanya byoora
Namun shara tidak menjawab, pandangannya terpaku pada cahaya matahari yang mulai tenggelam.
"yakk,,, shara-ya apa kau tak mendengarkan ku berbicara" ucap byoora sambil mempoutkan bibirnya.
Shara yang melihat tingkah sahabat nya itu pun tertawa karena gemas.
"kenapa kau malah tertawa"-byoora
" maafkan aku, tadi aku melamun"ucap shara di sela tawanya.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan shara-ya?" tanya byoora.
"tidak ada, hanya saja aku jadi teringat mendiang appa, beliau selalu mengajakku ke pantai di saat senja seperti ini untuk melihat matahari terbenam"-shara
" kalau boleh tau, apa yang menyebabkan appa mu meninggal?" -byoora
"entahlah, aku pun tidak tau pasti seperti apa kejadiannya. Yang pasti, saat itu aku dan ibuku berada di Indonesia. Appa pergi ke Korea untuk mengurus bisnisnya. Tapi tiba-tiba suatu hari ada seseorang datang ke rumah dengan membawa berita bahwa appa sudah meninggal karena kecelakaan tunggal. Saat itu eomma tidak percaya, tapi setelah hasil otopsi dan penyelidikan polisi menyatakan appa meninggal karena kecelakaan tunggal eomma mempercayainya dan bertekad tidak akan kembali lagi ke Korea" jelas shara di sela derai air matanya.
"lalu, kenapa kau mau dan eomma mu mengijinkan kau kembali ke Korea untuk kuliah?"-byoora
" waktu eomma sempat melarang ku, tapi aku beralasan ingin menemui helmoni dan haraboji"-shara
"apakah kau sudah menemui atau berniat bertemu dengan mereka?" tanya byoora.
"aku sama sekali tidak ada niatan untuk bertemu mereka, sedangkan mereka saja tidak pernah berusaha untuk menemuiku dan eomma"-shara
" lalu, apa yang membuatmu ingin kembali ke sini?"-byoora
"aku ingin kembali menyelidiki kematian ayahku. Aku merasa ada yang tidak beres"-shara
" sudahlah, kita bicarakan hal itu nanti lagi. Sekarang makanlah setelah itu kita kembali ke penginapan saja, aku sudah lelah"-byoora
"baiklah"-shara
" untung saja kita mendapat jatah libur nya bersama, kalau tidak aku pasti tidak tau akan pergi kemana dan pergi bersama siapa"-byoora
"biasanya juga kau akan pergi belanja seharian" ujar shara sambil tertawa melihat sahabatnya cemberut.
"aku bosan, lagi pula aku bingung ingin membeli apa. Pasalnya hampir semua jenis barang yang ada di mall aku sudah punya"-byoora
" kenapa tidak mall sekali kau beli byoora-ya"-shara
"kalau aku beli nanti kasian mantan pemiliknya, jadi bawahan ku"-byoora
" baiklah, sekarang cepatlah makan, nanti keburu dingin"-shara
"baiklah, selamat makan"-byoora
" selamat makan"-shara
Mereka pun makan dengan lahap, dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka sedari tadi.
"target selanjutnya" ucap orang tersebut sambil menyeringai.
TBC
**Gimana cerita part ini?
Beri pendapat kalian.
__ADS_1
jangan lupa follow, read, vote and coment.
Jangan lupa tinggalkan jejak reader-nim🙆**