
Shara pun menegakkan badannya dan melihat orang yang tadi di tabrak nya, dan
"Kau,,, kau jongsuk oppa kan, sahabat hansol oppa" Tanya shara pada orang itu.
"Kau shara kan, karyawan hansol di kedai, apa yang kau lakukan di sini tengah malam begini" Ujar jongsuk.
"Aku mau ke rumah hansol oppa, oppa sendiri sedang apa di sini"-shara.
" Menemani hansol" -jongsuk.
"Memangnya hansol oppa kenapa" Tanya shara.
"Sudah beberapa hari belakangan ini hansol suka mabuk-mabukan setelah yerin meninggal" Jelas jongsuk.
"Apa? Yerin meninggal" Tanya shara terkejut dengan apa yang jongsuk katakan.
"Iya, sepuluh hari yang lalu"-jongsuk.
" Apa yang terjadi pada yerin?" Tanya shara.
"Yerin di bunuh oleh seseorang" Jongsuk pun menceritakan apa yang terjadi pada yerin dan membuat gadis itu bergidik ngeri.
"Saat ini hansol oppa pasti sangat terpuruk"-shara.
" Bukan hanya itu saja, seperti nya hansol sudah hampir gila sekarang. bagaimana tidak, hmpir setiap hari mabuk-mabukan, tiba-tiba nangis, tiba-tiba tertawa, tiba-tiba diam saja, aku pun pusing harus bagaiman" -jongsuk.
"Seperti nya hansol oppa harus di rehabilitasi" Ujar shara.
"Dia tidak gila" Sewot jongsuk.
"Aku hanya bercanda oppa" Ujar shara sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi dengan satu gingsul di sebelah kiri.
"Sudah-sudah, kau ingin menemui hansol kan? Kalau begitu ayo kerumahnya sekarang" Ajak jongsuk.
"Ayo"-shara.
Mereka pun menuju rumah hansol bersama-sama. Setelah sampai di rumah hansol, mereka terkejut karena keadaan ruang tamu rumah itu sangat berantakan.
" Apa yang sudah terjadi" Tanya shara.
"Entahlah, hansol kau dimana? Jangan kau lakukan hal-hal aneh" Teriak jongsuk.
"Hansol oppa, kau dimana" Panggil shara.
"Apa yang kau lakukan" Teriak jongsuk.
Jongsuk yang melihat hansol sudah membawa sebilah pisau pun panik, takut hansol melakukan hal yang nekat.
"Oppa apa yang kau lakukan, jangan oppa aku mohon. Kau masih mempunyai kami" Ujar shara yang tak kalah panik melihat hansol sudah bersiap menyayat nadinya menggunakan pisau yang di bawanya.
"Untuk apa aku hidup, aku sidak tidak memiliki siapa pun lagi" Ujar hansol dengan nada frustasi nya.
Hansol begitu frustasi dengan keadaan yang tengah di hadapinya saat ini. Dirinya tidak tau harus berbuat apa, hansol merasa tidak ada gunanya lagi dirinya hidup sedangkan adik satu-satunya telah pergi untuk selamanya dan orang tua nya sampai saat ini dirinya tidak tau mereka ada di mana.
__ADS_1
"Kau masih memiliki kita oppa" Ujar shara.
"Apa pedulinya kalian padaku, bahkan kau shara, kau tak pernah mengerti perasaanku, aku sudah lama menyukaimu tapi apa, kau tidak pernah mengerti" Ujar hansol.
Mendengar hal itu, seketika tubuh shara membeku, dirinya tidak pernah mengetahui jika hansol menyukainya.
Merasa ada peluang, dengan cepat jongsuk merebut pisau yang di pegang oleh hansol dan menjauhkannya.
"Tenanglah, kita bisa bicarakan ini baik-baik" Ujar jongsuk.
Setelah beberapa saat, merasa hansol sedikit lebih tenang jongsuk meminta shara untuk membantunya memapah hansol ke kamarnya.
"Apa kau bisa menjaganya sebentar, aku harus pergi sekarang, ada sesuatu yang harus ku urus" -jongsuk.
"Baiklah"-shara.
Setelah jongsuk pergi, shara hanya diam termenung sambil memandangi hansol yang sudah terlelap. Shara tidak menyangka jika apa yang sudah dialami hansol membuat dirinya begitu terpuruk sampai ke titik serendah ini. Shara tidak bisa membayangkan jika dirinya berada di posisi hansol, kehilangan ayahnya saja sudah membuat dirinya begitu terpukul, bagaimana jika dirinya harus kehilangan ibunya juga.
" Aku tau kau pasti sangat kehilangan yerin, tapi kau tidak boleh seperti ini terus, disana yerin pasti akan sedih melihat kau seperti ini terus " Ujar shara sambil membersihkan tubuh hansol.
Setelah selesai, shara berpindah ke ruang tamu yang berantakan. Banyak pecahan vas bunga bahkan bingkai foto pun ikut di lemparkan hingga kacanya pecah, akibat ulah hansol.
Shara menghela nafas berat melihat pemandangan di depannya yang bisa di bilang sudah bukan seperti ruang tamu lagi melainkan rumah yang habis di jatuhi meteor. (Canda meteor😅)
Dengan cekatan shara pun membereskan ruangan itu agar terlihat sedikit rapi ketika hansol bangun nanti, hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari dan shara pun tertidur di rumah hansol.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Namjoon berinisiatif membeli banyak makanan, karena dia tau kalau adik-adiknya itu suka makan, siapa lagi kalau bukan taehyung dan jungkook.
"Aku pulang" Teriak taehyung.
"Akhirnya kau pulang juga tae" Ujar hoseok antusias.
"Aku bosan di tempat itu hyung"-taehyung.
" Wahhhh,,, banyak sekali makanannya "ujar jungkook sambil berjalan menuju meja dengan hamparan makanan di atasnya.
" Siapa yang menyiapkan ini semua hyung " Tanya taehyung dengan matanya yang berbinar jika sudah melihat banyak makanan.
"Yaa menurutmu siapa lagi" Ujar Yoongi.
"Ayo kita makan" Ajak namjoon.
"Kau juga harus bergabung dengan kami hyung" Ujar hoseok pada sejin.
"Baiklah-baiklah" -sejin.
"Selamat makan" Kata taehyung.
"Selamat makan".
Mereka pun makan dengan khidmat dengan di selingkuh canda tawa, tak jarang terdengar tawa bahagia mereka ketika melihat kelakuan line maknae yang konyol.
__ADS_1
" Sepertinya kau sudah benar-benar sembuh tae" Ujar sejin di sela-sela tawa mereka.
"Aku sudah sangat sehat sekarang hyung" -taehyung.
"Oh yaa, hyung. Sudah dari waktu itu aku ingin menanyakan ini, apa yang sebenarnya terjadi pada taehyung, kenapa dokter pun tidak mau memberi tau kami" Tanya namjoon, tentunya sebagai leader dirinya merasa khawatir pada anggota lainnya apalagi ini salah satu maknae nya.
"Iya hyung, taehyung sakit apa" Tanya Seokjin.
"Kenapa kau diam hyung, apa sakitku parah" Tanya taehyung.
Akhirnya dengan terpaksa, sejin pun memberi tau apa yang sebenarnya terjadi pada taehyung.
#flasback on
"*Silahkan duduk sejin-ah"-dokter.
" Terima kasih" Ucap sejin sambil duduk di hadapan sang dokter.
"Jadi, bagaimana kondisi taehyung" Tanya sejin.
"Begini, kami menemukan racun di dalam lambungnya dan sudah menyebar ke hati. Tapi tenang saja itu sudah kami atasi, dan racun ini tidak berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Saya tidak tau apa motif pelaku, tapi saya rasa pelakunya ingin taehyung menderita penyakit yang tidak bisa di obati tapi tidak juga membuat taehyung mati. Untuk beberapa hari ke depan taehyung harus tetap berada di bawah pengawasan kami dan harus tetap di rawat di sini paling tidak satu minggu. Dan satu hal yang penting, ketika sudah pulang nanti jangan terlalu banyak melakukan kegiatan fisik yang membuatnya drop, dan untuk makanan jangan di beri makanan yang terlalu pedas, terlalu berminyak, dan makanan-makanan yang terlalu berat, untuk saat ini hanya bubur yang boleh di makan, supaya racun yang masih ada di lambung bisa keluar dan tidak terkumpul oleh makanan berat yang di makan" Jelas sang dokter panjang lebar.
"Jadi intinya, maksud dokter ada yang sengaja ingin taehyung tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa dirinya lakukan sekarang di kemudian hari" Tanya sejin.
"Iya kemungkinan seperti itu, tapi untung nya kalian segera membawanya kemari dan tidak terjadi hal buruk yang tidak di inginkan" Jelas sang dokter.
"Terima kasih dokter, mohon bantuan nya untuk kesembuhan taehyung"-sejin.
" Sama-sama, akan kami usahakan semaksimal mungkin "
Sejin pun keluar dari ruangan pribadi dokter itu dan berjalan menuju IGD untuk melihat kondisi taehyung*
#flasback of
"Jadi, ada yang sengaja ingin mencelakai taehyung" Tanya jimin.
TBC
Note: dongsaeng: adik
Menurut kalian gimana nih part kali ini?
Beri pendapat kalian.
Jangan lupa follow, read, vote and comen.
Gw minta maaf kalau ada yang typo, itu bukan suatu unsur kesengajaan melainkan jari gw yang ayan😌. Atau alur cerita nya yang mulai amburadul dan kata-kata nya banyak yang nggak nyambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak readers-nim🙆💜
Tetap jaga kesehatan all💜
Oh yaa, jangan lupa mampir ke lapak sebelah " Ternyata Ayahku seorang Mafia" Yaa guys.
__ADS_1