Berawal Dari Halu

Berawal Dari Halu
Chapter 4


__ADS_3

Hujan turun dengan derasnya mengguyur Seoul sejak sore mewakili semua duka salah satu insan manusia yang baru saja kehilangan adik semata wayang nya.


"Aku turut berduka cita atas meninggal nya adik mu" Ucap salah satu orang yang baru saja tiba ke acara pemakaman itu.


"Terima kasih jongsuk, kau sudah mau datang kemari di sela-sela kesibukan mu" Ucap hansol selaku abang kandung dari yerin yang baru saja meninggal dan di temukan dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Bagaimana tidak, yerin di temukan oleh petugas kebersihan di tempat sampah dengan kondisi tubuh yang tidak lagi utuh. Kepala, tangan, kaki, bahkan organ dalam nya sudah tidak lagi berada pada tempat nya.


Sesuai dengan hasil otopsi dari pihak forensik, menyatakan bahwa yang membunuh yerin sudah di pastikan seorang psikopat yang selama ini di kejar-kejar pihak polisi.


"Pasti nya aku akan datang, kau sudah ku anggap sebagai saudara ku sendiri"-jongsuk.


" Sekarang aku harus bagaimana, aku sudah tidak memiliki siapa pun" Ucap hansol sambil menunduk.


Air mata yang sedari tadi di tahan kini kembali mengalir di pipi hansol.


"Kau masih memiliki aku, kau bisa menuangkan semua kesedihan mu padaku mulai sekarang" Ujar jongsuk memeluk hansol.


Jongsuk berusaha menenangkan dan menghibur hansol. Diri nya berharap hansol kembali bangkit dari keterputuka nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menanti berjam-jam, akhirnya mata yang sedari tadi enggan untuk terbuka kini berlahan terbuka namun kembali tertutup dan terlihat sulit untuk bernafas.


Shara yang menyadari ibu nya membuka mata dan kesulitan bernafas bergegas menekan tombol darurat


Berselang beberapa menit kemudian  dokter yang menangani mina datang bersama beberapa suster di belakang nya.


"Bisa tunggu di luar nona, biar dokter yang menangani pasien" Ucap salah satu suster.


Walaupun sebenar nya enggan meninggal kan ibu nya, mau tidak mau shara keluar dari ruangan ibu nya.


Dengan air mata yang terus menetes shara menunggu ibu nya di priksa oleh dokter. Diri nya merasa sangat menyesal karena tidak bisa menjaga ibu nya.


"Maaf kan aku appa, aku tidak bisa menjaga eomma seperti yang appa minta" Ucap shara bergetar karena air mata nya terus menetes.


Beberapa menit sudah berlalu,,,,


Dokter yang memeriksa mina pun akhirnya keluar dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Apa yang terjadi pada ibu saya dokter?"-shara.


" Kondisi pasien sudah lebih baik dari sebelumnya, hanya saja,,, " Ucap dokter menjeda perkataan nya.


"Ada apa dokter, apa terjadi sesuatu pada ibu saya?"-shara.


" Lebih baik kita bicarakan di ruangan saya"-dokter.


Shara hanya menganggukkan kepala nya saja sebagai jawaban.

__ADS_1


Setelah tiba di ruangan dokter yang ber nametag reza itu, shara di persilahkan kan duduk.


"Bisa jelaskan pada saya dokter, apa yang sebenarnya terjadi pada ibu saya"-shara.


" Sebenarnya,,,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang kalian lakukan di sini" Tanya senin yang melihat semua member ada di samping nya.


"Kami menghawatirkan mu Hyung"-jungkook.


" Terus bagaimana dengan semua jadwal kalian hari ini"-sejin.


"Bang PD sudah membatalkan semua nya Hyung"-NamJoon.


" Apa kalian sudah gila, tidak seharus nya kalian membatalkan semua nya"-sejin.


"Sudah lah Hyung, lebih baik kau istirahat saja" Ujar suga dengan nada datar nya.


Sejin hanya diam mendengar semua perkataan dan perlakuan member  yang begitu perhatian pada nya.


"Sudahlah Hyung, jangan kau pikirkan hal itu sekarang lebih baik kau fokus pada kesembuhan mu"-Seokjin.


Sejin merasa sangat tersentuh mendapat perlakuan seperti itu dari Bangtan.


Ceklek,,,


" Apa kalian ingin pulang sekarang " Tanya seseorang itu pada member Bangtan.


"Kalian pulang lah, lagipula ini udah malam"-sejin.


" Baik lah kalau begitu kami pulang Hyung, besok kami akan kesini lagi"-HoSeok.


"Tidak perlu, besok kalian harus mengisi jadwal jangan sampai di undur atau di batalkan lagi"-sejin.


" Baiklah-baiklah, kami pulang"-Yoongi.


"Kami pulang dulu Hyung"-taehyung.


" Baiklah hati-hati di jalan. jongsuk-ah jaga mereka baik-baik, jangan ngebut"-sejin.


"Tanpa kau minta pun aku pasti akan menjaga mereka"-jongsuk.


" Ya sudah ayo, beristirahat lah Hyung"-NamJoon.


Akhirnya mereka pun pulang, menyisakan sejin sendiri di ruangan itu bersama infus yang setia bergelayut di tangan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Begitu keluar dari ruangan dokter reza, shara tidak langsung kembali ke ruangan ibu nya, melainkan ke taman untuk menenangkan fikiran nya.


Setelah di rasa cukup lama dirinya meninggalkan ibunya, akhirnya shara memutuskan untuk kembali ke ruangan ibu nya.


Shara memasuki ruangan di mana ibu nya di rawat dengan hati-hati takut mengusik ketenangan ibu nya. Shara duduk di samping ibu nya dan menggenggam tangan nya.


"Apa yang harus shara lakukan sekarang eomma" Ucap shara yang tak kuasa membendung air mata nya.


"Apa eomma dapat mendengar kan ku sekarang, apa eomma tidak merindukan ku, kenapa eomma tidak mau membuka mata, aku sangat merindukan mu eomma, apa eomma juga akan meninggalkan aku sendiri di sini" Shara berharap ibu nya dapat mendengar semua apa yang di katakan nya.


Namun harapan hanya tinggal harapan, nyata nya mina tak kunjung membuka matanya.


TBC


Note: Hyung   : abang


           Appa      : ayah


           Eomma : ibu


Oke guys, gw mau minta maaf karena di chapter-chapter sebelum nya gw belum ngasih note. Berhubung gw males nge revisi, jadi note nya gw gabungin jadi satu di sini nggak apa-apa kan yaa 😁😁😁


Note chapter 1: eomma : ibu


Appa : ayah


Helmoni:nenek


Haraboji:kakek


Note chapter 2: ajusshi :paman


Hyung :abang


Mangnae:member termuda.


Note chapter 3: namja : laki-laki


Hyung : abang


Ironna : bangun


Maksud gw tuh di setiap chapter tuh, gw mau ngasih note. But, gw orang nya pelupa jadi kalian ingetin atau coment aja yaa guys.


Oke menurut kalian gimana nih part kali ini?


Beri pendapat kalian.


Jangan lupa follow, read, vote and comen.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak readers-nim🙆💜


Tetap jaga kesehatan all💜


__ADS_2