
Ceklek,,,
Suara pintu di buka oleh seseorang.
"Apa kau sudah punya rencana" Tanya seorang namja yang baru saja masuk ke ruangan gelap itu.
"Tentu saja sudah" Jawab yeoja yang sudah ada di dalam ruangan itu.
"Tidak ku sangka kau menginginkan yang lebih muda" Ledek namja itu.
"Sudah lama aku menginginkan anak itu, sudah banyak cara ku lakukan. Tapi tetap saja dia tidak melihat perjuangan ku dan hanya menganggap ku sebagai eonni nya saja" Kata yeoja itu bersungut-sungut.
"Setelah kau tidak berhasil mendapatkan nya dengan cara mu sendiri, kau datang padaku. Apa kau tak takut padaku" Tanya namja itu dengan nada yang mengejek.
"Untuk apa aku takut pada mu, jika aku mau, aku bisa melakukan hal yang lebih menyeramkan dari pada apa yang telah kau lakukan pada para korban mu itu" Jawab yeoja itu dengan nada sinis.
Namja itu hanya menyeringai, dan berkata "maksudku apa kau tidak takut jika orang yang kau cintai menjadi korban ku selanjut nya".
Mendengar hal perkataan namja itu, membuat yeoja itu sontak berdiri dan mendekat ke arah namja.
" Apa kau juga tidak takut jika aku melakukan hal yang buruk pada mu atau bahkan pada keluarga mu" Tanya yeoja itu dengan menunjukkan seringaian yang tidak kalah menyeramkan.
"Aku tidak pernah takut pada ancaman seperti itu" Jawab namja itu memojok kan yeoja.
"Baiklah-baiklah, lebih baik kita bahas rencana kita dari pada kita membahas sesuatu yang tidak penting seperti ini" Kata yeoja itu akhirnya mengalah.
"Seperti nya kau mulai takut pada ku" Ucap namja itu kembali menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Eomma aku pulang" Teriak shara setelah masuk ke dalam rumah.
"Bisa tidak, kalu masuk rumah jangan berteriak seperti itu" Omel mina.
"Baiklah-baiklah aku minta maaf" Ucap shara sambil terus tersenyum ke arah ibu nya.
"Wah,,, sepertinya ada yang sedang bahagia. Kau tidak ingin menceritakan nya pada eomma" Tanya mina.
"Aku hanya sedang bahagia eomma" Ujar shara dengan mata yang berbinar.
"Apa yang membuat mu bahagia, ceritakan pada eomma" Kata mina.
"Tadi, setelah aku keluar dari ruangan dosen yang membimbing ku hari ini, ada seseorang yang menghampiri ku dan menawari ku untuk bekerja di agensi. Orang itu bernama sejin dan sejin oppa sudah mengawasi ku dari jauh selama ini. Dia menawari ku untuk menjadi sekretaris nya. Dan gaji nya juga lumayan besar, bagaimana menurut ibu" Shara menceritakan nya dengan antusias pada ibu nya.
#flashback on
"*Siapa " Tanya shara.
"Apa kau punya waktu luang, bisa bicara sebentar" Tanya orang itu.
"Apa yang ingin kau bicarakan ajusshi" Tanya shara.
"Jangan panggil aku ajusshi, aku belum setua itu" Jawab orang itu.
"Lalu bagaimana aku harus memanggil anda" Tanya shara, sebenarnya diri nya malas untuk meladeni orang yang tidak di kenali nya.
"Panggil saja sejin oppa" Jawab sejin sambil berjalan menuju parkiran.
Shara hanya diam di tempat tanpa ada niatan untuk mengikuti langkah sejin.
__ADS_1
Sejin yang melihat shara hanya diam saja di tempat semula nya pun berkata "apa kau tidak akan mengikuti ku"
"Untuk apa aku mengikuti mu" tanya shara.
" Bukan kan aku sudah bilang, jika aku ingin berbicara dengan mu" Jawab sejin.
"Kau bisa katakan apa yang kau ingin kan di sini sejin oppa" Kata shara sambil menahan tawa, karena merasa geli memanggil sejin dengan embel-embel oppa.
"Lebih baik jika kita bicara di cafe depan sana" Ucap sejin sambil menunjuk sebuah cafe yang tidak jauh dari kampus shara.
"Tapi aku ingin segera pulang, eomma ku sendirian di rumah dan menunggu ku pulang" Ucap shara.
"Hanya sebentar saja" Ujar sejin.
"Baiklah-baiklah" Akhirnya shara mengalah dan mengikuti langkah sejin menuju mobil nya untuk menuju cafe yang di maksud sejin.
Setelah sampai di depan cafe yang di maksud sejin, mereka pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam cafe.
Setelah mendapat tempat duduk, sejin memanggil salah satu pelayan dan memesan minuman hangat.
"Kau ingin memesan apa" Tanya sejin pada shara yang hanya diam saja sejak mereka berada di dalam mobil.
"Apa saja" Jawab shara.
"Baiklah" Ucap sejin dan memberi tau kan apa yang ingin di pesan nya pada pelayan.
"Ngomong-ngomong, kau belum memberi tau nama mu"-sejin.
" Shara, nama ku park shara"jawab shara.
"Nama yang bagus"-sejin.
"Begini, aku sedang mencari seorang yang cocok untuk ku jadikan sekretaris pribadi ku" Kata sejin.
"Lalu, apa hubungan nya dengan ku" Tanya shara bingung.
"Aku sudah mengwasi mu beberapa hari ini, dan aku merasa kau orang yang cocok" Jawab sejin.
"Oppa mengikuti ku" Tanya shara terkejut mendengar pernyataan sejin.
"Bukan mengikuti mu tapi mengawasi mu"kata sejin.
" Kalau begitu, orang yang mengikuti ku malam itu oppa" Tanya shara.
"Kapan" Bukan nya menjawab, sejin malah balik bertanya.
"Malam itu saat aku baru saja pulang kerja ada seseorang yang mengikuti ku sampai ke rumah ku, tapi aku tidak tau siapa itu. Apa itu oppa" Tanya shara.
"Apa kejadian itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu" Tanya sejin.
"Iya" Jawab shara.
"Seingat ku malam itu aku hanya mengawasi mu hanya sampai kau berjalan ke sungai han" Kata sejin.
"Lalu siapa yang mengikuti ku" Gumam shara.
"Sudahlah, lupakan dulu hal itu. Kembali ke topik awal, apa kau mau menerima tawaran ku" Tanya sejin.
Shara tidak menjawab, diri nya tampak berpikir. Sejin yang melihat shara berpikir pun berkata "aku tidak memaksa mu untuk memberi jawaban nya sekarang, bisa kau pikirkan dulu"
__ADS_1
"Baiklah, beri aku sedikit waktu untuk berpikir oppa" Kata shara.
"Jika kau memikirkan soal upah yang akan kau Terima, aku bisa memberi mu dua kali lipat dari gaji mu di kedai ayam tempat kau bekerja sekarang" Ucap sejin.
Mendengar itu shara hanya mengedipkan mata nya lucu.
Merasa gemas, sejin ingin sekali mencubil pipi shara. Namun, diri nya ingat apa tujuan nya menemui shara malam ini.
"Baiklah, kau mau pulang. Biar aku antarkan ini sudah terlalu malam untuk kau pulang sendiri" Ucap sejin.
"Tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri" Jawab shara.
"Tidak suka penolakan"-sejin.
Akhirnya shara menerima tawaran sejin untuk di antarkan pulang*.
#flashback off
" Kalau menurut eomma itu sih terserah pada mu saja. Eomma akan selalu mendukung mu" Jawab mina.
"Terima kasih eomma" Ucap shara samberi memeluk mina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Srett,,, crattt,,,
Suara pisau menyayat nadi dan membuat darah berceceran di lantai, bau anyir menyeruak di dalam ruangan itu.
"Sayang nya permainan ini harus berakhir" Ucap seorang namja yang baru saja menyayat nadi korban nya sambil menyeringai.
"Cepat bunuh aku, jangan siksa aku seperti ini" Ujar sang korban.
"Baiklah, aku akan menuruti perkataan mu" Jawab namja itu.
Namja itu berjalan ke arah meja dan mengambil sebilah pisau dan pistol.
"Kau ingin aku menggunakan yang mana" Tanya namja itu sambil menyodorkan dua buah benda yang baru saja di ambil nya.
Korban nya pun hanya diam saja karena nadi yang tadi di sayat terus mengeluarkan waras segar.
"Tidak menjawab artinya dua-dua nya" Ucap namja itu.
Dorr,,,,
TBC
Menurut kalian gimana nih part kali ini?
Beri pendapat kalian.
Jangan lupa follow, read, vote and comen.
Gw minta maaf kalau ada yang typo, itu bukan suatu unsur kesengajaan melainkan jari gw yang ayan😌. Atau alur cerita nya yang mulai amburadul dan kata-kata nya banyak yang nggak nyambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak readers-nim🙆💜
Tetap jaga kesehatan all💜
Oh yaa, jangan lupa mampir ke lapak sebelah " Ternyata ayah ku seorang mafia" Yaa guys.
__ADS_1