
Eunbi adalah mahasiswa semester dua di universitas Negeri Padang jurusan tata busana D3. eunbi sosok wanita penyendiri sehingga bisa dikatakan tidak punya teman. dia berasal dari keluarga yang berkecukupan.
Eunbi berada di salah satu ruangan terduduk sepi sendirian sembari menunggu mata kuliah dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Eunbi kembali menulis di diary. Dia terbiasa menyalurkan perasaan dengan menulis begitulah caranya mencari ketentraman.
******
"Ketika sadar telah menjerat aku dalam sosok kamu, mimpi tidak ikut serta menjeratku dalam
bayang-bayangmu yang sangat kurindu.
Dan ketika aku lepas dari jerat-jerat perasaan rindu dan sakit pada kenangan yang berlalu dalam
dunia nyataku, mimpi memperlihatkan kedekatan kita, menampakkan senyum yang pernah kau beri,
bercanda ria seolah-olah sosok kamu harus selalu kuingat.
Dan ketika terbangun dari semua mimpi itu, aku sama sekali tidak bisa melupa. Bahwa mimpi pun
mengingatkanku tentang sosok kamu.
__ADS_1
Kukira cara melupakan adalah dengan berhenti berharap atas apa yang aku tanam dalam hati.
Tetapi nyatanya mungkin didalam hati yang paling dalam ku masih tersisa harapan-harapan kecil
tentang kamu.
"
****
Eunbi menutup buku harian selesai.Dia tersadar dan dengan panik ia segera merogoh tas mencari dimana ponselnya. Tetapi tetap saja tidak menemukan. ia berusaha mengingat kembali kapan terakhir memegang ponsel "ah, aku lupa ponselku tertinggal di kos". Ia melirik jam ditangannya sebentar lagi dosen akan masuk mengajar dengan terpaksa ia harus menyelesaikan mata kuliah dasar desain busana dulu.
Eunbi berjalan menuju ke gerbang keluar kampus menuju ke kos untuk mengambil ponsel yang tertinggal sambil melepas lelah untuk sekedar beristirahat sebentar. ketika berada di depan gerbang tiba-tiba "brak" tubuh eunbi terdorong kebelakang dua langkah. Dengan sakit yang di rasakan eunbi pada bahunya ia berusaha tetap tegap sambil memegangi bahu bagian kanannya. ia melirik kedepan siapa yang menambrak tubuh kecilnya sekencang itu, "tidakkah ia punya mata" batin eunbi mengutuk orang didepannya. Tidak disangka ketika mata eunbi dan matanya bertatapan, eunbi tertegun heran. "pria itu, pria pada malam itu, bagaimana bisa disini?".
Dengan cepat pria itu meminta maaf pada eunbi sembari mengulurkan tangannya kearah eunbi. eunbi tidak balik membalas uluran tangan pria itu. hanya saja dia sedikit terkejut bertemu kembali dengannya setelah sebulan sejak malam itu. eunbi tidak pernah lagi melihat sosok pria itu dimana pun. "apakah dia mengingatku?"
Tetapi setelah meminta maaf pria itu berlalu pergi. sepertinya ia sedang tergesa-gesa. " hal apa yang membuat nya seperti itu?" pikirku lagi. "lupakan! sebaiknya aku pulang saja". ia punya waktu satu jam untuk mata kuliah berikutnya. kos eunbi tidak terlalu jauh dari kampus hanya sekitar 10 menit. eunbi terkadang naik angkot atau terkadang berjalan. Tapi hari ini cuaca tidak hujan dan tidak panas. Akhirnya eunbi memilih berjalan menuju kos. keramaian di kota Padang membuat bising telinga, mobil dan motor terus menerus berlewatan membuat eunbi menghembuskan napas berat. setelah berjalan beberapa menit kos eunbi terlihat didepan. eunbi mempercepat langkah berharap bisa sedikit melepas lelah dan mengistirahatkan diri.
Eunbi merogoh kunci disaku celana nya membuka pintu kamar. eunbi langsung merebahkan diri di atas kasur dan tertidur sebentar, sejenak ia melupakan tujuan awalnya kembali ke kos.
__ADS_1
"tring"
ponsel eunbi berdering, eunbi berusaha terbangun dan mencari ponsel. ia berdiri kemudian berjalan ke arah ponsel yang terletak di meja belajar. ia melihat ke layar ponsel grup WhatsApp kampus "Di harapkan semua mahasiswa jurusan tata busana dan sastra indonesia berkumpul pukul 11.00 untuk mengikuti kegiatan PPIPM" selanjutnya akan diumumkan lagi jurusan yang akan melakukan kegiatan kampus. Dan untuk mata kuliah yang akan berlangsung dibatalkan dan akan dilakukan penjadwalan ulang. assalamualaikum".
eunbi menghela napas panjang melihat kearah jarum jam menunjukkan pukul 10.00 dengan lunglai eunbi berjalan ke arah kamar mandi membersihkan diri. setengah jam berlalu eunbi keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah berjalan menuju lemari memilih celana dan atasan rajut. kemudian kembali ke kampus.
Di sana sudah ramai mahasiswa yang berkumpul. setiap sudut dipenuhi semua mahasiswa jurusan tata busana dan sastra indonesia. Keramaian membuat eunbi mengambil eirphone dan menutup telinga berjalan sembari melihat sekeliling mencari bangku kosong yang tidak terlalu mencolok. Akhirnya eunbi memilih kursi di sudut agar tidak tampak jelas sambil menunggu acara dimulai. ia kembali melirik kembali ponsel di tangannya memainkan musik sehingga dia tampak asik sendiri. seseorang tiba-tiba menghampirinya lagi dan duduk disamping eunbi. hanya saja eunbi tidak menghiraukan dan tidak ingin tau siapa pria disampingnya itu, dengan sedikit bergeser ke kiri eunbi bermaksud menjauh dari pria disampingnya. Di saat itu pria itu tidak sengaja menyenggol siku eunbi. "maaf, temanku sedikit mendorongku. apakah sakit?". Eunbi menoleh ke arah pria itu. " kamu lagi?".
"ya, aku kenapa?" tukas nya. eunbi malas berdebat dengannya lagi beralih melihat kedepan tanpa menghiraukan pria itu lagi. acara pun dimulai. eunbi melepas earphone di telinganya berusaha mendengarkan dengan seksama.
"Bagi kamu para calon peneliti muda, PPIPM yang berfokus di bidang kegiatan penelitian ilmiah dan penalaran bisa jadi pilihan yang tepat. UKM ini melatih kamu untuk menulis karya ilmiah yang akan membantu mengembangkan topik dan penulisan esai."
terima kasih untuk kalian semua yang telah hadir di acara ini." begitulah penutupan acara itu.
eunbi berdiri ingin melangkah pulang tapi pria itu lagi dan lagi bertingkah membuat eunbi kesal. eunbi mengehentikan langkah kaki nya karena di depan pria itu tengah berdiri menghalangi jalan eunbi. "minggir" dengan nada sedikit kesal eunbi menyuruh pria itu memberi jalan.
"Kenalkan aku Adri, maaf soal yang tadi". ucapnya.
eunbi berfikir setidaknya dia akan menyingkir dari hadapanku jika eunbi membalas uluran tanggannya. "Eunbi, kamu menghalangi jalanku". Adri bergeser ke samping memandangi eunbi yang menjauh dan berteriak. "berteman lah denganku" sambil tersenyum tipis. Ini pertama kalinya bagi Adri tertarik dengan seorang wanita. Adri terus memandangi eunbi yang melangkah pergi tanpa menoleh kebelakang. Tetapi sebenarnya eunbi tidak membenci pria itu hanya saja ia berusaha untuk menjauh dengan segala macam hubungan baik pertemanan ataupun percintaan. eunbi trauma kisahnya akan terulang lagi.
__ADS_1