
Setelah eunbi pulang dari rumah adri eunbi merasa sakit kepala dan meriang. ia bangun untuk mencari obat pereda sakit kepala. berjalan ke arah kotak berisi obat-obatan. eunbi memang menyimpan banyak obat untuk keperluannya jika tiba-tiba sakit. dia tidak perlu pergi keluar untuk membeli lagi. tetapi setelah minum obat ia kira dia akan baik-baik saja tetapi panas badan nya semakin tinggi. ia segera menelepon salah satu dosen untuk meminta izin libur karena sakit.
Empat hari berlalu kini eunbi sudah merasa enakan dan berencana berangkat ke kampus. ia melihat banyak sekali pesan dari adri dan grup kampus yang membicarakan tugas kelompok yang harus di selesaikan minggu ini. eunbi melihat dia kelompok tiga yang masing-masing kelompok beranggotakan lima orang.
eunbi sudah masuk grup WhatsApp tigas kelompok 3 laporan mengenai bahan-bahan kain yang baik dan tidak baik digunakan untuk di pasarkan dan dikelola sebagai bahan untuk konveksi. Dan untuk tugas eunbi dan dengan yang lainnya harus melakukan penelitian ke lapangan seperti toko-toko kain yang banyak di cari dan diperjual belikan serta mencari revisi tentang ciri-ciri kain. segera setelah eunbi membaca pesan grup ia masuk ke kelas memberanikan diri untuk menemui teman satu kelompok nya.
"mira, tugas minggu ini pembagiannya gimana?" dengan cangggung eunbi bertanya.
"oh itu, kita bagi bagi tugas 2 orang mencari bahan tentang toko-toko kain di sekitar sini kain apa yang laris diperjual belikan? untuk 1 orang lagi mencari revisi ciri ciri kain dan yang lain menulis semua laporan yang sudah terkumpul nanti untuk tugas finishing masing masing dari kita men cek ulang laporan apa ada salah kata atau ketik. detail secara rinci nya udah di kirim lewat grup dan kamu bisa pilih mau ngerjain yang mana ". segera setelah mendengar itu eunbi melihat ponsel bagian apa yang harus ia kerjakan
"yaudah kalo gitu aku pamit mir. nanti bakal aku kirim lewat email ,terima kasih". eunbi segera ke perpustakaan untuk mencari buku yang bersangkutan dengan tugas mereka. ketika hendak memasuki perpustakaan adri tiba tiba mengejutkan eunbi.
__ADS_1
"eunbi" panggilnya
eunbi menoleh sekilas lalu berjalan masuk tanpa menghiraukan adri.
"eunbi, semenjak hari itu kamu kemana aja?, kok gak ada kabar? gak ke kampus juga?" memasang wajah cemas. eunbi sibuk mencari buku untuk tugas yang akan dikerjakannya.
"eunbi aku lagi ngomong lo sama kamu" tetapi eunbi sama sekali tidak menghiraukan adri. adri melangkah mendekat ke eunbi lalu menghentikan eunbi yang ingin mengambil sebuah buku.
"yaudah, gua pergi" ucap adri. dengan melangkah pergi meninggalkan eunbi yang berdiri membeku. dia tau kali ini sudah keterlaluan pada adri karena adri tidak salah pada eunbi tetapi sejak hari dimana fito meneleponnya hati eunbi menjadi tidak karuan ia takut untuk memulai hubungan lagi, takut kembali pada masa terapuh nya lagi.
ia masih berdiri membeku sebelum akhirnya sebuah pesan masuk.
__ADS_1
"eunbi, aku mau kita ketemu" lagi lagi batin eunbi. nomor yang sama di hari itu. nomor yang terus membuat eunbi ingin melarikan diri. eunbi hanya bisa mengabaikan pesan itu dan bergegas meminjam buku yang tengah ia pegang.
Tetapi dalam kesibukan eunbi mengerjakan tugas ia tidak dapat fokus karena apa yang ia lakukan terhadap adri di perpustakaan tadi.
ia berniat untuk meminta maaf tetapi tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana. pada akhirnya ia pergi mencari adri esok hari di kampus.
eunbi melihat adri yang tengah duduk bersama teman-temannya jadi mengurungkan niat untuk berbicara dengan adri lalu berbalik untuk ke kelas ternyata sebelum eunbi berbalik pergi adri melihat dan memanggil nya.
"ada apa ke kelas ku?" ucap adri.
"itu,,,maaf soal tadi" balas eunbi dengan gugup.
__ADS_1