
Eunbi duduk sembari melihat mahasiswa olahraga. mereka begitu bahagia ada sebagian bermain bola, bermain volly dan berlari. eunbi menatap sekeliling. ia melihat sosok tinggi datang kearahnya. tanpa meminta izin Adri duduk disamping eunbi. "kenapa sendiri?" suara Adri terdengar tegas tetapi begitu lembut. "...." eunbi melihat ke arah lain tanpa menghiraukan Adri. Adri mengulurkan tangan ke arah kepala eunbi sebuah daun jatuh di atas rambutnya eunbi. Eunbi kaget ketika tangan Adri menyentuh kepalanya dan eunbi segera menepis tangan Adri. "kamu!!" berlalu pergi. Adri mengejar dan menarik tangan eunbi "kenapa sih denganmu?, sebegitu marah nya ketika melihatku, aku hanya ingin berteman denganmu" dengan nada tinggi terdenagr seperti bentakan.
tiba-tiba dada eunbi serasa sakit dia memegangi dadanya kemudian jongkok. melihat itu Adri dengan cepat bertanya " kamu kenapa? sakit, maafkan aku sudah membentakmu". menopang badan eunbi membawanya ke ruangan. " duduk lah" eunbi hanya bisa menurut. Adri pergi beberapa menit setelahnya ia datang " minum dulu" Adri membuka tutup botol, meletakkannya di tangan eunbi.
Adri menatap eunbi "eunbi, sosok seperti apa kamu? pikir adri.
setelah eunbi baik-baik saja eunbi berdiri dan mengatakan kepada adri "terima kasih" lalu beranjak pergi.
Adri keluar ruangan dan kembali ke gedung fakultas bahasa.
adri fuduk sambil memikirkan kejadian tadi "apa yang membuat eunbi tiba-tiba sakit begitu ya" pikirnya.
"woi Adri mikirin apa lu". sambil merangkul bahu Adri.
"eh, ngagetin aja lu. gak ada" balas adri.
" Tadi gua liat lu sama cewek super penyendiri".
__ADS_1
"lu kenal dia jod?" dengan penasaran adri ingin tau sosok seperti apa eunbi di mata orang lain.
"tau lah, lu tau si rizky anak olahraga yang lumayan punya tampang. udah ganteng tinggi lagi. dia pernah di tampar sama eunbi"
"alasan nampar apa tu jod?"
" kalo gua denger-denger sih ya, sih eunbi tu punya masa lalu yang menyakitkan sih. jadi rizky ngungkit masa lalu eunbi. si rizky kan temen dari mantan nya waktu smk. makanya rizky tau banyak tentang si eunbi. setelah adegan tamparan itu, rizky gak pernah kapok gangguin eunbi sampai pernah gua liat eunbi sayat telapak tangannya katanya sih dia pernah depresi gitu. jadi rizky dan eunbi di panggil ke ruangan dosen. yang lebih parah eunbi gak ngomong apapun disana dan malah ninggalin dosen dan rizky kayak gak ada sopan santun. tapi gak tau kenapa bisa nilai dia yang terbaik di kampus. gila gak tuh". setelah mendengar ucapan jodi Adri semakin ingin tau sosok seperti apa eunbi, menepuk bahu jodi "terima kasih untuk ceritanya sob, gua ada urusan pergi bentar ya". berlari ke arah fakultas tata busana mencari eunbi. adri melirik kesana kemari tetapi tidak melihat eunbi.
"maaf, ada liat eunbi gak".
"oh eunbi kayak nya ke arah perpustakaan deh"
"ketemu, lagi ngapain?" ucap adri pada eunbi yang tengah mencari buku.
"liat pakek mata bukan pakek kaki". adri tertawa mendengar penuturan eunbi. " maksudnya bukan gitu juga loh".
"terus" dengan suara agak ketus.
__ADS_1
"jangan emosi terus kenapa , nanti cepat tua".
eunbi berjalan ke arah kursi dan adri mengikuti eunbi. "mau lo apa sih ngikutin gua kemana-mana".
adri dengan semangat menjawab "mau tau tentang kamu, mau jadi temen pertama kamu di kampus". eunbi menatap adri kemudian tiba-tiba mata eunbi berkaca-kaca dengan cepat eunbi menundukkan pandangannya.
Dalam dekapan yang tidak pernah benar-benar terdekap. Dalam senyum yang tidak benar-benar bahagia. adri melihat wajah sayu eunbi. mata penuh kesakitan. mata kesepian. entah kenapa ketika melihat eunbi hatinya merasa sakit padahal dia belum sepenuhnya mengenal eunbi dan hanya beberapa kali bertemu. wajah yang ia tampakkan seperti menceritakan apa yang ada dalam perasaan nya seolah-olah memberitahu adri bahwa gadis di depannya terluka begitu dalam.
"pengalaman seperti apa yang telah dilalui gadis ini" batin adri.
adri menyodorkan ponsel ke arah eunbi. " mintak nomor telepon nya dong".
eunbi lagi-lagi menatap adri sejenak berpikir kemudian mengambil ponsel adri mengetik nomor telepon kemudian menyodorkan kembali ponsel ke arah adri.
"mau makan bareng gak ? di deket kampus ada cafe bagus lo".
eunbi berdiri berjalan keluar perpustakaan adri mengikuti eunbi dari belakang "ya ,ya makan bareng ya? lagian gak ada mata kuliah lagi kan".
__ADS_1
"sibuk" balas eunbi. dengan wajah kecewa adri berucap "ya udah deh".
itu adalah pertama kali nya eunbi merasa penasaran terhadap pria. semenjak kejadian di smk dulu eunbi tidak pernah lagi tertarik ataupun sekedar berteman dengan siapapun eunbi menutup diri untuk segala macam hubungan. tetapi untuk kali ini dia menginginkan hubungan itu kembali. tetapi dia terus mengingatkan diri agar tidak mencintai siapapun.