Berdetak Kembali

Berdetak Kembali
putus nya tali hubungan.


__ADS_3

hari ini eunbi terlihat mencemaskan sesuatu karena mulai semester depan eunbi akan melakukan banyak tugas kelompok. membuat eunbi sedikit khawatir. bukan karena eunbi tidak bisa melakukannya hanya saja eunbi terlihat begitu mencemaskan harus belajar bersama orang lain karena ia tidak terbiasa dengan keramaian. tetapi mata kuliah mewajibkan harus mempunyai kelompok. eunbi hanya bisa bercerita lewat diary nya. kebiasaan yang tidak pernah bisa ia rubah.


dalam keterheningan jari-jari eunbi berkutat dengan pena menulis bait bait kata yang begitu menusuk. Tempat duduk tepat di depan matahari yang menyilaukan mata. eunbi menutupi cahaya dengan tangan kirinya. pagi itu begitu indah kecerahan cuaca cukup mampu membuat hangat sebuah lara. eunbi memasukkan kembali buku diary ke dalam tas dan bergegas masuk kelas. "hari yang melelahkan" batin eunbi.


eunbi harus melewati ujian semester. eunbi berharap tahun ini masih mendapat nilai terbaik di kampus karena ini adalah tahun kedua baginya. Tahun lalu eunbi juga mendapat nilai terbaik. hanya butuh satu tahun lagi untuk menyelesaikan kuliah nya.


ujian untuk hari ini pun selesai eunbi tidak sengaja berpapasan dengan via. sudah dua tahun semenjak eunbi dan via tidak mengobrol. eunbi selalu menghindari via. via telah meninggalkan eunbi pada hari itu.


via adalah teman baik eunbi semasa smk. tetapi semenjak kejadian itu, eunbi menjadi sosok penyendiri, menjauhi orang disekitarnya bahkan eunbi menyakiti orang orang agar semua orang benar-benar menjauhinya. Membuat eunbi sampai pada titik ini, tidak lagi peduli, dan semakin merasa sakit.


via tampak ragu-ragu berjalan ke arah eunbi. "eunbi" sambil memegangi tangan eunbi. eunbi terdiam lalu melepas tangan via.


"eunbi, jangan menyakiti dirimu lagi dan aku tau bahwa aku melakukan kesalahan. tidak bisakah kamu memaafkanku" ucap via.


"pergilah,aku tak ingin mengatakan untuk kedua kali sejak terakhir bertemu kamu vi" eunbi menatap via dengan kekosongan.


"eunbi, tidak ingat kah kamu kita ini adalah sahabat, biarkan aku bersamamu bagi lah sedikit perasaan mu denganku bukan kah itu arti sahabat"


"andaikan waktu itu kamu tidak melepaskan tanganmu padaku mungkin aku tidak akan kehilangan jati diriku dan andaikan kamu tidak berlari ke arah rizky. pria yang telah menjadikan fito boneka karena uang dan kamu setelah mengetahui segalanya masih tetap diam dan menjadikan ku lelucon." teriak eunbi. eunbi melangkah pergi meninggalkan via. via tampak sedih dengan keadaan eunbi. dia menyesal hari itu melepas tangannya. via menunduk lesu seperti ada beban di pundaknya. beban masa lalu yang tidak pernah selesai. hari itu memang adalah kesalahannya. telah mengkhianati sahabatnya.


"tetapi aku punya alasan" batin via. mengalir air mata di pipi via.


Di saat yang sama Adri ternyata tengah memperhatikan eunbi dan via. awalnya adri berencana menemui eunbi. tidak di sangka ia melihat via dan eunbi. mereka terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu. adri memperhatikan wajah kesedihan dari via dan eunbi. adri kembali ke gedung fakultas nya disana dia bertemu via yang terlihat murung setelah pertemuan nya dengan eunbi.


adri begitu ingin bertanya pada via tetapi ia urungkan niat itu. melewati via yang duduk di depan kelas. adri masuk ruangan menunggu ujian yang akan segera dimulai. Dalam ujian adri tidak bisa fokus dan terus memperhatikan via. "apa yang mereka bicarakan?, apa hubungan mereka?, sepertinya mereka dekat" batin adri. ujian pun selesai adri merapikan meja mengambil tas. jodi menghampiri adri. "ad, nongkrong yuk".


"yuk" balas adri. adri butuh menenangkan diri. berpikir menguras tenaga batinnya.


mereka berjalan beriringan sambil tertawa kecil membahas sesuatu yang lucu.

__ADS_1


"adri" ucap jodi


"ya"


"adri, gua liat lu gak pernah pacaran deh, kenapa? homo ya?". sambil tersenyum menggoda.


"gila lu, ya kali homo masih pencinta cewek nih gua". balas tertawa kecil ke arah jodi.


"ya makanya gua heran kenapa lu terus ngikutin si eunbi itu? tertarik ya? semenjak ketemu dia kayak nya lu berubah. dulu lu orang yang paling cuek sama cewek kenapa sekarang ngejar-ngejar cewek. cewek cuek lagi.


Nih gua bilangin ya dia gak bakal ngelirik ke lu, percaya deh ke gua. kayak nya dia punya standar tinggi. bahkan yang kayak rizky aja di tampar apalagi kayak lu yang mukanya memang tampan tapi rata-rata. lu mau gak gua jodohin sama temen gua , udah cantik baik lagi. mau gak?" melihat ke arah adri. tetapi wajah adri tidak menampakkan ekspresi apapun.


adri terdiam seperti ada hal yang mengganggu pikirannya setelah melihat via dan eunbi tadi.


"woi, lu dengerin gua ngomong gak?".


mereka telah berada tepat di depan cafe nongky nongky.


Nongky Nongky berdiri tahun 2016. Nongky Nongky berlokasi di Jalan Belibis Blok D No. 22, Air Tawar Barat. Nongky Nongky mampu bersaing dengan bisnis-bisnis lainnya pada area Kota Padang dengan produk andalannya nasi ayam rica-rica, nasi ayam bakar dan berbagai menu andalan lainnya yang dibuat dengan bumbu yang khas dan harga yang cukup terjangkau mampu memberikan makanan yang lezat untuk sleuruh pelanggan setianya. Nongky Nongky juga mengutamakan pelayanan prima ag pelanggan merasa puas berbelanja di Nongky Nongky.


cafe ini menjadi tempat favorit mahasiswa UNP.


adri dan jodi masuk dan memesan makanan. pelayan datang membawa pesanan yang ditunggu adri dan jodi. adri memesan nasi goreng gila gondrong irisan sosis dan bakso + tambahan sayur dengan minuman


"jod kenal sama via gak jurusan kita".


"ya kenal lah, siapa yang gak kenal dia cantik begono" dengan semangat seorang playboy.


"kenal dari mana?" dengan wajah penasaran membuat jodi berpikir bahwa adri tertarik kepada via.

__ADS_1


"wah wah tiba-tiba nanya via ada apa nih?" mendekatkan wajah nya tepat dihadapan adri. adri mendorong wajah jodi dengan telunjuknya agar bergeser sedikit kebelakang. "via mantan kekasih abg gua. dulu via adik kelas nya, abg gua"


sambil menyantap makanan di depannya. adri terus bertanya penasaran ke jodi.


"berarti via, eunbi, abg lu dan rizky satu sekolah, lah kenapa lu gak?"


"ya gak suka aja harus bareng abg gua. bisa kalah ganteng gua" terkekeh.


Adri mengerti via dan eunbi satu sekolah dulu itu sebab nya mereka tampak saling mengenal dan terlihat akrab. tetapi kenapa eunbi terlihat begitu sedih ketika bertemu via. adri melahap makanan di depan nya ingin segera pergi dan pulang saja.


"gua pulang duluan ya" ucap adri.


"bareng woi, biar gua anter lu".


setelah mengantar adri jodi beranjak pergi. adri segera masuk rumah dan beristirahat besok dia akan ujian semester.


Hari ini terlihat begitu mendung seperti tengah merasa sedih. adri berjalan gontai menuju kelas. dia melihat via tengah menatap sebuah foto. adri mendekati via.


"itu bukannya eunbi ya" dengan cepat via menyembunyikan foto mereka berdua yang terlihat akrab. via terdiam tidak mengatakan sepatah kata pun. adri mencoba membuka percakapan.


"kemarin gua liat lo sama eunbi, kenal eunbi ya"


via begitu kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan adri. via dan adri pernah satu kelompok tetapi mereka tidak begitu akrab.


"kamu kenapa bisa kenal eunbi" ucapnya ke arah adri.


"kenal begitu saja, tetapi kenapa raut wajah mu begitu sedih ketika membicarakan eunbi".


via terdiam lalu "aku pernah melepaskan tangan seseorang lalu memegang tangan pria yang telah mempermainkan sahabatku, begitulah aku menjadi orang asing baginya begitulah akhir bagi semua hubungan baginya." adri tau yang dibicarakan via adalah eunbi.

__ADS_1


__ADS_2