
Saat aku ingin menjauh dengan adri disaat yang sama aku merasa tidak ingin berada jauh darinya. setiap kali aku ingin membuat nya pergi dari hidupku hal itu yang membebaniku dan memikirkannya.
Hari itu saat aku meneriaki adri di perpustakaan aku ingin adri menjauh dan tidak lagi mengganggu tetapi di saat itu juga aku merasa bersalah telah memperlakukan dia seperti itu, ku kira ini bukan salah nya hingga aku berbuat seperti itu.
dan akhirnya besok nya aku berjalan menuju kelasnya dan ingin meminta maaf tapi ketika berada tepat di depan kelas dan melihat nya dari kejauhan aku malah merasa gugup dan mengurungkan niat "nanti saja" batinku. tetapi adri melihat ku dan bergegas ke arah ku. tampak nya dia melupakan kejadian kemaren saat di kampus.
"ada apa ke kelas ku?" itu lah pertanyaan yang diutarakannya setelah kejadian kemaren saat aku membentak nya untuk pergi dari ku. tetapi aku memberanikan diri untuk meminta maaf padanya atas kemaren tetapi dia dengan wajah tersenyum bilang tidak apa aku sedikit lega melihat adri yang tersenyum dan melupakan kejadian itu.
__ADS_1
"terima kasih" balas tersenyum ke arah adri.
Adri mengajak ku untuk duduk. cuaca hari ini begitu sejuk dengan ditemani cahaya matahari yang tidak begitu panas, pepohonan dan beberapa orang yang sedang olahraga, ada yang sedang bercanda ria sibuk dengan aktivitasnya masing masing. masih dengan keterheningan suasana yang begitu canggung membuatku dan adri hanya bisa terdiam.
"bi, semenjak hari itu kamu kemana aja gak ada kabar?" adri mulai bertanya ke arah ku dengan wajah penasaran karena kemaren tidak mendapat jawaban dariku.
"oh itu, aku sakit jadi harus minta izin gak masuk kelas" jawabku.
__ADS_1
"iya" balasku, aku tau keragu-raguan adri karena hal kemaren.
"pas di rumahku kenapa begitu terburu-buru pulang?, apa ada masalah?" menatapku dengan hati-hati, tetapi sejak hari itu adri tidak berhenti memikirkan kenapa raut wajah eunbi hari itu sangat begitu ketakutan dan kesakitan. sejak hari itu, adri tidak bisa tidur dan bahkan tidak fokus di kelas. ketika ingin menanyai eunbi secara langsung namun wajah eunbi tidak terlihat dimanapun bahkan telah berusaha menghubungi ponsel eunbi berkali-kali tetap tidak dapat jawaban malah semakin dibuat khawatir karena eunbi tidak ada kabar.
aku hanya terdiam, berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan adri.
"kalo gak bisa cerita gak papa kok" balas adri yang melihatku terdiam. Aku tau mengingat sesuatu yang pernah begitu aku cintai tetapi disaat yang sama juga begitu menyakitiku. aku tidak begitu mudah untuk menceritakan dia lagi. tetapi untuk saat ini aku harus berusaha untuk berdamai dengan masa lalu sejak saat bertemu dengan adri saat itulah aku ingin sekali melupakan hal pahit kenangan ku dulu. aku menghela nafas panjang.
__ADS_1
"bukan itu, hanya saja aku tidak tau harus mulai dari mana. belakangan ini aku selalu dapat surat dan telepon asing" aku kembali terdiam lalu melihat ke arah adri "di dalam surat itu dia bilang akan kembali dan hari itu, ketika aku menerima telepon saat dirumah mu itu adalah orang yang pernah menyakitiku aku hanya gak mau terlihat sedih di depan mu makanya aku bergegas pulang".
"aku pengen jadi orang pertama yang selalu ada untuk kamu baik kamu sedih, bahagia, aku mau kamu bergantung sama aku, aku pengen tau semua hal tentang kamu" adri menggenggam tanganku. tetapi aku tidak bisa menolak atau berusaha melepas tangannya dari ku. karena diriku juga hatiku menginginkan hal yang sama seperti yang diinginkan adri.