
seseorang menghampiri dengan senyuman penuh kehangatan.
"teman nya adri ya , ayo masuk". Aku memasuki rumah sambil memperhatikan seisi ruangan.
"silahkan duduk, bibi panggilkan adri ya" ucapnya
eunbi mengangguk mengiyakan pertanyaan bibi.
Ternyata adri tinggal bersama paman dan bibinya. tetapi karena paman nya bekerja hanya bibi dan anaknya berumur 6 tahun yang berada dirumah. bibi beranjak pergi memanggil adri.
Aku tengah berada di ruang tamu sambil mengeluarkan buku khusus untuk mendesain. Segera adri datang membawa makanan ringan dan minuman. aku memandangi adri yang berjalan ke arahku dengan kaus dan celana jeans memakai jam tangan dengan rambut yang rapi ia tampak begitu fashionable.
"bi, silahkan minum". ketika mendengar suara adri aku tersadar tengah menatap adri sedari tadi.
adri ingin duduk di samping ku tetapi aku menyuruhnya duduk di depan ku agar aku bisa segera melukis. tetapi bukan nya membuat desain baju aku malah sedikit pun tidak mendapatkan konsep seperti apa yang sangat cocok untuknya. jodi mengulurkan tangannya melihatku terlalu berpikir ia menutup buku desainku.
"minum dulu, nanti lanjut lagi"
__ADS_1
yang dikatakan adri benar aku mengambil satu minuman dan mulai meminumnya. ponsel ku berdering kulihat nomor yang tertera di layar. no tidak di ketahui. segera aku mereject teleponnya. aku hanya berjaga-jaga di zaman sekarang banyak yang terkena hipnotis dari telepon. itulah kenapa eunbi selalu memperhatikan siapa yang menelpon. tetepi berulang kali nomor yang sama menelpon kembali.
"permisi ad, aku angkat telepon dulu" lalu pergi meninggalkan adri.
"halo, siapa ya" ucap eunbi.
"Eunbi, ini aku fito". dengan cepat eunbi memutuskan telepon. suara di seberang membuat eunbi hampir tidak bisa berdiri. kaki nya gemetar dan dada nya serasa sakit eunbi berlari masuk ke rumah dengan tergesa-gesa.
"ad, aku pulang nanti akan ku hubungi lagi" dengan raut wajah ketakutan membuat adri sedikit khawatir.
"biar kuantar" balasnya.
*****
Adri yang melihat eunbi dengan wajah ketakutan membuat nya khawatir tetapi eunbi tidak menghiraukannya saat ingin mengantarkannya pulang.
"apakah dia sudah sampai kos" pikirnya lagi berulang ulang. adri mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada eunbi.
__ADS_1
"bi, udah sampai kos?". namun eunbi tidak sekalipun membalas pesan adri. Hari berlalu begitu cepat. setelah hari itu eunbi tidak sekalipun mengirim pesan. bahkan ketika adri mencari di kelasnya atau di perpustakaan tempat tempat yang biasa eunbi datangi adri tak kunjung bertemu dengan eunbi.
adri kembali ke kampus dengan wajah suram setelah berhari-hari tidak kunjung melihat eunbi di kampus dia akhirnya ke ruang dosen eunbi untuk bertanya kenapa eunbi tidak kunjung terlihat di kampus. ternyata eunbi sudah 4 hari sakit dan izin masuk kelas.
membuat adri duduk terpaku di ruang kelas sebentar lagi kelas akan berlangsung. suara riuh orang-orang di ruangan itu serasa hilang karena adri yang terpaku memikirkan sesuatu.
"woi ad, muka lu suram amat" mengagetkan adri lalu menoleh ke arah suara.
"hmm" balasnya.
"hmm doang, gua lagi nanya lu kenapa suram bentar lagi dosen masuk lo" balasnya lagi. adri melirik lagi ke arah jodi dan via yang tengah berdiri memandanginya sedari tadi.
"itu...eunbi gak keliatan udah 4 hari ini". ucap adri dengan lesu.
"wah...cuman gara-gara itu, gua kira lu habis di putusin pacar dengan wajah lu yang kayak gitu". via hanya memperhatikan adri dan jodi yang tengah mengobrol tentang eunbi.
"ad , jod gua keluar bentar nelpon ya." lalu beranjak keluar.
__ADS_1
"ini terakhir kalinya gua kasi tau lu informasi. jangan ganggu gua lagi. gua gak mau jadi orang yang menyakiti eunbi setelah apa yang udah gua lakuin 2 tahun lalu. gua udah cukup bantu lu selama ini dan mulai sekarang cari informasi dari orang lain jangan dari gua. please gua mohon kali ini lepasin gua"
via segera mematikan telepon ketika melihat dosen berjalan ke arah kelas. via segera masuk dan duduk bersama adri dan jodi.