Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu

Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu
Chapter 10 ( Apa ini? )


__ADS_3

Sesampai nya di lokasi pesta.


Yuna hanya melongo melihat sekeliling nya, pesta macam apa ini? Norak sekali! itu lah kata hati Yuna mengapresiasikan desain pesta itu.


Tiba tiba ada yang menghampiri diri nya, Yuna masih diam tanpa ekspresi melihat sekeliling nya.


" apa kau menyukai nya? "


Yuna kaget, lalu melirik ke arah sumber suara, ternyata itu adalah ibunda Ratu, Yuna langsung membungkuk hormat.


" salam ibunda Ratu "


" haha.. jangan sungkan anak ku.. kemari ikut dengan ku "


" baik "


Yuna mengikuti langkah Ratu itu, Yuna melewati kerumunan para warga, berjalan dengan gaya elegan nya, walau jauh di dalam hati ia sama sekali tidak pede, bahkan cendrung malu karna baju yang ia kena kan, tapi ia mencoba tetap tenang.


Hingga mereka sampai di kursi yang.. sangat tidak membuat nyaman, karna kursi itu terletak di depan hadapan semua orang, Yuna duduk tepat di samping Pangeran Xaiu.


Yuna hanya diam, begitu juga dengan Pangeran Xaiu, ia masih memfikirkan apa yang di kata kan oleh Yuna beberapa jam lalu.


Hati nya tidak sanggup menerima kenyataan bahwa suatu saat Yuna akan pergi dari nya, pergi selama lama nya.

__ADS_1


" baik baik, aku akan mengajukan berita yang sangat membahagiakan, kalian lihat gadis yang sedang duduk di samping putra ku? dia adalah calon istri dari putra ku Pangeran Xaiu Liang "


Semua warga bersorak bahagia, Yuna terkejut, ia menatap Pangeran Xaiu tak percaya, ternyata keputusan nya sama sekali tidak di batalkan oleh dia.


Apa maksud pangeran ini?


" dan hari pernikahan mereka berdua berdua akan di laksanakan 1 minggu lagi "


Para warga kembali bersorak, Yuna membulatkan mata nya, ia menggeleng.


" ak- aku.. ak- tid- "


Pangeran Xaiu langsung menggenggam tangan Yuna, refleks Yuna melirik Pangeran Xaiu, pandangan mata nya mengisyaratkan seperti memohon.


Tetapi.. tatapan mata Xaiu itu membuat hati nya seperti berdesir, tatapan mata yang memohon.


Memohon cinta nya, Yuna tidak bisa memberontak lagi, hati nya tiba tiba luluh seketika saat melihat tatapan tak biasa dari seorang pangeran itu.


Membuat diri nya sedikit gentar.


Perasaan apa ini? aku sebelum nya tidak pernah merasakan perasaan ini.


Tatapan mata mereka bertemu, mereka saling menatap tanpa memperdulikan sekelilingnya, mata coklat tajam itu sedikit membuat hati Yuna tergerak.

__ADS_1


Orang orang yang menyaksi kan momen momen romantis itu langsung bersorak baper.


Baginda Raja dan Ratu tersenyum melihat anak dan calon menantu nya itu, sekian detik kemudian Yuna tersadar, ia pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Tiba tiba jantung nya berdegup up normal, ia merasakan manas di pipi nya.


" ekhmm.. aku ke kamar kecil bentar "


Ucap Yuna lalu berdiri dari duduk nya.


" maaf baginda Raja dan paduka Ratu, saya izin pergi sebentar "


" baik lah anak ku, segera lah kembali "


" baik, saya mohon undur diri "


Yuna berjalan ke arah belakang istana untuk menenangkan detak jantung nya.


" hufff.. gue kenapa? kenapa gue jadi deg degan gini sih? aihhh.. "


Yuna duduk di kursi panjang sambil melihat pemandangan air terjun di sana.


Tiba tiba ada yang duduk di samping nya.

__ADS_1


To be Cauntinyue..


__ADS_2