Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu

Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu
Chapter 2 ( Apaan sih lo! )


__ADS_3

Ke esokan hari nya, Yuna terpaksa memakai pakayan norak yang sering warga di sana pakai, ia menatap melas diri nya sendiri.


Sejak kakek mengatakan itu, Yuna jatuh pingsan, dan bangun bangun sudah ada di sini saja.


Ia mulai berfikir bagaimana cara nya ia bisa kembali ke rumah nya, jalan nya, dan kehidupan nya.


Di sini sangat bosan, tidak ada Hp, laptop, komputer, atau pun WiFi.


Sungguh desa yang sangat menyedihkan, Daddy nya bisa saja membeli kan tower untuk jaringan di kota, tapi.. sepertinya alat itu masih tidak ada di jaman ini.


Yuna berjalan mengelilingi kampung bersama Xiu dan Xiaun, anak dari paman Xauli, Yuna tidak biasa bahasa China, karna itu ia menggunakan bahasa Korea, untung nya warga di sana tau bahasa Korea, sedikit lega mendengar nya.


Mata Yuna melirik lapangan yang tak jauh dari lokasi dia berdiri, arena yang sangat familiar di otak nya, ini sama dengan lapangan latihan di jaman nya dulu bersama Kakek nya.


Arena adu pedang dan tongkat, semua itu ia susah mengusai nya dengan lihay.


" Xiu, Xiaun "


" iya Kak? "


" lapangan itu punya siapa? boleh di pake gk? "


Yuna mulai ingin mencoba untuk berlatih kembali, namun Xiu dan Xiaun menggeleng cepat, seperti ketakutan.

__ADS_1


Kening Yuna mengerut bingung, ada apa? apa salah hanya meminjam sebentar?


" jangan kak, itu lapangan arena berlatih Khusus kerajaan, kau akan mendapat masalah nanti nya "


Kata Xiu yang merupakan anak pertama, Yuna sebenar nya bingung, tapi ia hanya mengacuh kan nya dan melanjutkan jalan keliling kampung.


Saat mereka sedang asik jalan jalan, tiba tiba datang rombongan kerajaan yang ingin melewati mereka, Xiu dan Xiaun langsung bersujut hormat, Yuna mengernyit bingung melihat 2 bocah itu, dan juga warga sekeliling nya.


Apa mereka sedang menyembah dewa?


Tiba tiba Xiu menarik tangan Yuna agar ikut bersujut, Yuna yang tak biasa menyentuh tanah pun melepas tangan Xiu dan mengibaskan tangan dan baju nya, yang di penuhi debu.


" iyuhh.. gk elit banget sih! gila banget gue harus sujut sujut kek gitu, aihh.. tangan gue penuh kuman, kulit gue juga berdemu! Mommy... tolong Yuna! "


Yuna masih saja membersihkan tangan dan baju nya yang terkena debu, sambil terus mengoceh pake bahasa campuran yang semua orang tak mengerti.


" kau sedang apa? "


Ucap Seseorang yang sudah keluar dari tandu, mata indah Yuna melirik seseorang di depan nya.


Yuna kaget, lalu mengernyit bingung.


" Sorry mister? what are you doing? "

__ADS_1


Ucap Yuna yang risih melihat Pria di depan nya ini sedang menatap nya intens, dari atas sampe bawah.


Kulit Yuna putih bersih, bening seperti susu, paras yang begutu menawan, tinggi yang semampai, bentuk tubuh yang bagus, membuat Yuna menjadi sorotan utama untuk mereka.


Pria itu tersenyum melihat kecantikan Yuna, Yuna yang melihat itu pun mengangkat sebelah alis nya bingung, kesurupan ya ni orang? gk ada yang lucu tapi senyum.


" kau berasal dari mana? seperti nya kau bukan orang sini? "


Yuna mengangguk, sesekali mengipas wajah nya dengan tangan nya sendiri, hari panas, pria ini malah membuat nya terjemur.


" ya, lo benar, gue orang blasteran Korea Indo, Thailand Jepang, nice to mite you mister.. "


Terlihat wajah pria itu bingung, yaa.. sudah Yuna duga akan seperti itu, terlihat dari pakayan nya yang norak abis, dan itu di kepala gk tau apaan, serius deh! pengen ngakak tapi takut dosa.


" oh ya mister, bisa pinjem Hp gk? atau Laptop kek gitu untuk kirim Emil ke Daddy, Chat aja dih gk papa.. "


Kening pria itu mengerut, tidak mengerti apa yang di kata kan yuna, Yuna yang melihat itu pun menghela nafas.


" sudah lah, di jalan norak kek gini mana bakal tau alat alat canggih masa depan? "


Yuna menarik belakang baju Xiu dan Xiaun lalu menyeret mereka berdua untuk pergi, terlihat Pria itu tersenyum ke arah Yuna yang sudah mulai menjauh.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2