
Yuna berjalan untuk membuka pintu kamar nya, objek pertama yang ia lihat adalah..
" ngapain lo pagi pagi di depan kamar gue? kurang kerjaan banget! "
Ucap Yuna ketus saat melihat Pangeran Xaiu sedang berdiri di depan kamar nya, terlihat wajah terkejut dari pria itu, sedetik kemudian ia mengontrol ekspresi nya.
" tidak.. hari ini akan ada perayaan, karna itu penghuni istana ini sedang sibuk untuk persiapan "
" perayaan apa? "
" apa kau tidak mendengar apa yang di kata kan oleh ayahanda tadi malam? "
Yuna terlihat berfikir sejenak, sedetik kemudian mata nya membulat sempurna, apa ini perayaan untuk nya dengan pangeran bodoh ini?
What the hell..
Yuna menatap Pangeran Xaiu tak percaya, ia kira itu hanya sebuah lelucon, tapi ternyata tidak.
" ini semua salah lo! kalo lo gk bilang sama Raja dan Ratu bahwa lo bakal nikahin gue? ini semua gk akan terjadi! gue gk sudi nikah sama lo! "
Pangeran Xaiu tersenyum, ia mulai mendekati Yuna, Yuna terus mundur hingga tak terasa mereka berdua sudah ada di dalam kamar Yuna, Pangeran Xaiu mengunci pintu kamar Yuna lalu mendekati nya perlahan.
__ADS_1
Hingga Yuna terpojok lagi di din ding, tapi kali ini Yuna menahan dada Xaiu dengan telunjuk nya, lalu mendorong nya pelan.
" lo kira gue cewek apaan? ingat ya? gue bukan dari jaman ini, suatu saat gue akan pergi, kembali kejaman gue, ingat itu! "
Pangeran Xaiu terdiam, ia menatap Yuna tak percaya, tiba tiba rasa takut menjalar di seluruh tubuh nya.
" aku tidak akan membiarkan kamu pergi, walau itu sedetik! "
Yuna terlihat terkekeh ia menatap manusia di depan nya ini tak percaya.
" hey Pangeran Xaiu.. lo gk akan bisa menangkal itu semua, karna cepat atau lambat gue akan tetap pergi, dan gk akan pernah kembali "
Tanpa sepatah kata pun Pangeran Xaiu keluar dari kamar Yuna, raut wajah nya terlihat marah.
Yuna mengernyit bingung, ada apa dengan pria mesum itu? apa kah dia marah mengetahui Yuna akan pergi suatu saat nanti? entah lah, hanya tuhan yang tau persis isi hati pria itu.
Tiba tiba segerombolan pelayan masuk ke dalam kamar Yuna, kening Yuna mengerut melihat orang orang itu.
" ngapain kalian masuk ke kamar gue? apa itu sopan? "
Mereka semua membungkuk hormat.
__ADS_1
" maaf nona, hari ini nona harus berhias, untuk acara siang ini, dan juga malam nanti "
What the hell..
Yuna membulatkan mata nya, menatap dayang dayang itu tak percaya.
" hey.. gue bukan orang yang spesial, jadi jangan memaksa gue untuk itu, gue hanya ingin pergi! itu aja, susah banget sih! "
" maaf nona, nona adalah calon istri dari Pangeran Xaiu Liang, nona harus menghadiri perayaan ini "
" hey hey.. siapa yang bilang gue calon istri pria mesum itu!? ingat ya, saat ini posisi gue korban! asal lo tau aja "
Mereka sama sekali tidak menanggapi Yuna, mereka membawa Yuna untuk bersiap siap.
Yuna sudah memberontak sekuat tenaga, namun kalah banyak dengan dayang dayang itu, ia hanya sendiri, namun dayang dayang itu bersepuluh.
Bagaimana tidak gempoh?
To be Cauntinyue...
Salam Anatul 💕💕
__ADS_1