Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu

Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu
Chapter 3 ( malam arena )


__ADS_3

Malam hari nya.


Xiu dan Xiaun berjalan masuk ke kamar Yuna, mereka melihat Yuna yang sedang melakukan kegiatan yang sama sekali mereka tidak mengerti.


" kakak sedang melakukan apa? "


Ucap Xiu, Yuna tersentak, lalu meloleh kepada mereka berdua, Yuna hanya diam lalu melanjutkan kegiatan nya.


" ini gue lagi buat skincare, buat badan gue, takut nya ntar item lagi "


Mereka berdua saling menatap, lalu melirik Yuna bingung, Dasar katro, Skincare aja gk tau! huh!


" usah lah, gue jelasin juga kalian gk akan ngerti! "


Ucap Yuna yang mulai jengkel, terlihat mereka berdua mendekat ke arah Yuna.


" eit! dan mandi pa belum lo pada? "


Ucap Yuna yang menatap mereka berdua ragu, Mereka berdua mengangguk dengan bersamaan. Sekian detik kemudian Yuna mengangguk.


" kak, kita nonton arena perebutan penasehat yuk? "


Yuna melirik Xiu, Ia menatap horor kedua nya, ini persis seperti di Film film yang ia tonton di Tv, Yuna menggeleng kan kepala nya kuat.


" ayo lah kak.. teman kan kami, ayah dan bunda sedang tidak di rumah "


Ucap Xiaun dengan nada memohon, dan ia pun mulai menyentuk tangan Yuna, Yuna menatap horor tangan yang di sentuh oleh Xiaun tadi, ia langsung mengelap tangan nya.

__ADS_1


" heh! lo tau seberapa banyak kuman di tangan lo itu? jangan berani berani menyentuh gue lagi! "


Ucap Yuna Sarkas, dia tidak suka disentuh, itu sudah menjadi kebiasaan ny dari dulu sampai sekarang, Yuan ini sangat maniak kebersihan hal itu juga yang membuat Mommy nya risih.


" ayo lah kak.. sekali ini saja "


" iya kak.. kami ingin mihat juga "


Ucap mereka berdua dengan tangan yang terkatup memohon, Yuna sedikit risih.


" ok ok, fine! pergi siap siap sana "


Ucap Yuna yang langsung di sorak gembira oleh mereka berdua, mereka langsung lari kekamar untuk ganti baju.


Yuna hanya diam, sambil membilas tangan dan kali nya, mencuci wajah nya dan mengganti baju.


🌟🌟🌟


Sesampai nya mereka di arena pertandingan, Yuna dan kedua bocah itu menyepil untuk melihat pertandingan nya lebih dekat, setelah mereka berhasil menembus keramayan, Yuna bernafas lega ia membali mengusap tangan nya.


Kuman berada di mana mana, gue harus waspada!


Kedua bocah itu sudah fokus kepada pertandingan, Yuna pun ikut melihat mereka yang beradu kekuatan, Yuna berdecak kesal.


Sungguh payah! Orang orang lemah seperti ini tidak pantas mejabat gelar penasehat, Yuna hanya menggelengkan kepala nya heran, mereka yang lemah? atau emang jaman ini yang tidak memiliki ilmu bela diri yang bagus?


Yuna hanya diam, melihat semua gerak gerik mereka, Yuna faham semua itu, tak tik nya dalam bertarung, bagiaman melumpuhkan lawan, semua nya ia tau.

__ADS_1


" hahaha.. saya yang paling hebat! tidak ada yang bisa melawan saya! siapa pun, maju! akan ku biat dia kalah sekarang juga! hahah.. "


Yuna menaikkan sebelah alis nya bingung, bukan nya penasehat itu di adu jalan berfikir nya ya? kenapa jadi adu kekuatan?


Seperti nya dua bocah ini salah informasi.


" hey paman, pertandingan ini untuk apa? "


" oh yuna? kau juga datang? "


" mwo! paman tau nama ku? "


" tentu saja, kau itu kembang desa, mana mungkin kami tidak tau? "


Yuna mengernyit bingung, kembang desa? cih! kampungan sekali?


" ya ya terserah paman, pertandingan ini untuk apa? "


" pertandingan ini untuk memilih siapa yang yang paling hebat, nanti nya orang itu akan menjadi pengawal pribadi pangeran mahkota "


Yuna mengangguk faham, benar bukan? dua bocil ini memberikan informasi palsu?


" heh! kalian berdua! ini bukan pemilihan penasehat, tapi perajurit pribadi pangeran mahkota! "


" ya ya.. maaf Kak, kami salah mendengar "


" huh! "

__ADS_1


Tbc


__ADS_2