Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu

Berpindah Dimensi Ke 1000 Tahun Yang Lalu
Chapter 4 ( gadis pemberani )


__ADS_3

Yuna terus melihat pertarungan antar orang tersebut, ia tersenyum miring.


" apa masih ada yang ingin melawan ku!? seperti nya tidak, aku lebih cocok menjadi pengawal pribadi pangeran mahkota, mohon tepati janji pangeran untuk mengangkat ku "


Yuna mengernyit menatap pria yang sedang duduk manis tak jauh dari posisi ia berdiri, Yuna rolling eyes melihat kesombongan manusia yang sedang berdiri di arena ini.


Ia tak tahan melihat kesombongan pak tua itu yang sangat sok bagi nya, tiba tiba Yuna mengangkat tangan nya.


Seketika tatapan semua orang tertuju kepada nya.


" ada apa dengan mu gadis cantik? apa kau ingin melawan ku? dengan postur tubuh mu yang kurus seperti ini? "


Ucap Pak Tua itu meremehkan sekali gus takjub dengan kecantikan Yuna, Yuna hanya diam di posisi nya.


" hey kak, ada apa dan mu? apa kau akan melawan dia? kau pasti akan kalah " Ucap Xiu panik.


Yuna tidak memperdulikan ucapan bocil itu, ia langsung naik ke arena pertarungan sambil menatap pria di depan nya ini tak suka.


Pak Tua sombong, menyedihkan sekali kehidupan mu akan memalukan sekarang!


" heh! gadis pemberani, punya nyali juga kau ya? "

__ADS_1


Yuna hanya diam, ia mengikat rambut panjang nya penuh pesona, semua warga yang melihat itu bersorak takjub.


Lalu beralih menarik rok panjang yang menutupi kaki mulus nya, mengikat nya di atas lutut, lalu melipas tengan baju nya ke atas, memperlihat kan urat urat kekar di tubuh mungil nya.


Seksi, hal itu lah yang bisa di kata kan oleh mereka semua, pangeran mahkota sedari tadi sudah tertegun melihat gadis itu, ia adalah gadis tak sopan yang ia temukan di pinggir jalan tadi.


Yuna sudah ancang ancang, ia mengisyaratkan Pak Tua itu untuk maju.


" dengan senang hati nona cantik.. "


Pak Tua itu berlari menyerang Yuna, dengan cepat yuna mematahkan titik lemah nya, dan meninju uluhati Pak Tua itu.


Dua bocil tadi membulatkan mata nya tak percaya, ternyata Yuna sangat jago bela diri.


" jangan terlalu sombong tuan, ada yang lebih kuat dari lo "


Ucap Yuna langsung turun dari arena bertarung, Yuna menurunkan rok, lengan tangan dan rambut nya lagi seperti semula.


" woy bocil! balik kuy! "


" ha? "

__ADS_1


Bingung Xiu dan Xiaun, mereka tidak mengerti ucapan Yuna terhadap mereka berdua.


Yuna auto tepuk jidat, ia menyadari manusia di sini semua kolot, tidak mengerti bahasa gaul.


" maaf nona, karna anda sudah menjadi pemenang, maka nona akan ikut tuan ke istana "


" what the hell.. eh, gue kasih tau ya? gue turun ke arena itu karna gk tahan liat sifat sombong Pak Tua itu, bukan niat mau jadi pengawal pribadi orang.. "


Yuna memutar bola mata nya malas, kemudian berjalan ingin pulang di ikuti Xiu dan Xiaun.


" tunggu nona "


Yuna berbalik melihat siapa yang memanggil nya, ternyata itu adalah pria yang di sebut pangeran mahkota itu, Yuna menaikkan sebelah alis nya.


" ya, ada perlu apa lagi? saya hanya penonton tuan, jadi jangan berharap saya mau melayani anda untuk menjadi pengawal! "


" saya tidak akan menjadikan mu pengawal ku, tetapi aku akan menjadikan mu orang yang paling terpenting bagi ku "


To be Cauntinyue..


Salam Anatul 💕💕

__ADS_1


__ADS_2