
Yuna kaget melihat Pangeran Xaiu yang tiba tiba ada di samping nya, sedetik kemudian ia mengalihkan pandangan nya.
Pangeran Xaiu tersenyum, ia mengangkat tubuh Yuna hingga terduduk di pangkuan nya, tiba tiba pipi Yuna memerah, detak jantung nya semakin tidak terkontrol.
" jangan macem macem lo! turunin! "
" tidak.. "
" Turunin Xaiu.. "
" kalau aku tidak mau? "
" aku pukul "
" emang kamu sanggup memukul orang yang kamu sukai? "
Deg!
Yuna terdiam, menatap Pangeran Xaiu tak percaya.
Gue? suka padanya? seperti nya itu tidak mungkin, ini bukan perasaan apa apa, hanya terlalu gugup, tidak lebih!
Ucap Yuna dalam hati, jantung nya masih saja terpacu, apa apaan perasaan nya ini.
" jangan pede deh lo, gue gk sama sekali suka sama lo "
Ucap Yuna menangkal, Pangeran Xaiu tersenyum, tangan nya makin erat melingkar di pinggang ramping Yuna.
__ADS_1
Yuna menatap Xaiu tak percaya, ia menggenggam tangan pangeran Xaiu berniat untuk melepaskan nya.
Tiba tiba seseorang menghampiri merekan.
" pangeran dan- oh.. maaf mengganggu "
Orang itu segera pergi dari sana, Yuna mengerutkan alis nya, ada apa dengan orang itu? Yuna kembali menatap Pangeran Xaiu.
Tepat sekali Mata mereka lagi lagi beradu, tangan Yuna masih menggenggam tangan Xaiu tanpa sadar.
" apa kamu nyaman menggenggam tangan ku? "
Yuna melirik tangan nya, ia langsung melepas genggaman tangan nya dan menatap ke arah lain.
Pangeran Xaiu tersenyum, lalu membawa tubuh Yuna hingga menyender di dada nya, Yuna kaget, ia mendongak kan kepala nya.
" tidak ada, hanya ingin memeluk mu "
Apa apaan dah, buat jantung gue makin gk sehat aja.
Yuna nurut saja, karna ia tidak mungkin membohongi perasaan nya sendiri, bahwa dia juga nyaman.
Hingga tak terasa Yuna tertidur di pelukan Pangeran Xaiu.
Pangeran Xaiu terdiam, belum menyadari bahwa Yuna sudah tertidur di pelukan nya.
Sekian menit kemudian, ia merasa aneh, kenapa gadis di pelukan nya ini begitu tenang? ia pun melirik ke arah bawah.
__ADS_1
Seketika senyum nya mengembang, Pangeran Xiau mengubah Yuna hingga sekarang ia di gendong oleh Xiau, berjalan ke arah kamar khusus Yuna.
Membaringkan tubuh Yuna secara perlahan, lalu menyelimuti nya, keluar dengan langkah pelan.
Pangeran Xaiu kembali lagi ke acara tadi, duduk di bangku nya dengan tenang, kaisar yang melihat itu pun merasa aneh, di mana menantu nya?
" dimana Yuna anak ku? "
" dia sedang istirahat ayah, mungkin ia merasa kelelahan "
" ohhh.. baik lah "
Acara terus berlanjut, hingga tak terasa hari sudah menjelang sore, semua warga pun pulang ke rumah nya masing masing, dan nnti malam akan kembali lagi untuk menyaksi kan pertunangan antara pangeran mahkota mereka dan Yuna sang kembang desa misterius.
Di sisi lain.
Yuna mengerjapkan mata nya, melirik sekeliling nya dengan mata sebaruh terbuka, ia belum sepenuh nya sadar.
Hingga ia mengingat sesuatu, mata nya langsung membulat, mata bulat nya mengedar keseluruh kamar nya, mencari objek yang membuat nya bisa tertidur.
Seketika Yuna menghela nafas lega setelah tidak mendapati pangeran terkutuk itu yang terus membuat nya jantungan.
Ia merasa risih memakai baju yang ia kenakan, ia ingin segera mandi, namun ia tidak tau harus dengan siapa menolong nya untuk melepas baju itu, karna mengait nya semua di sebelah belakang.
Mau tak mau ia harus minta tolong dayang menjengkel kan itu lagi.
To be Cauntinyue..
__ADS_1