Berusaha Lagi Mencintaimu

Berusaha Lagi Mencintaimu
Menjaga Hati


__ADS_3

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku pergi meninggalkan meja tempat aku dan Pras duduk. Pikiran ku buyar, aku tak bisa mengatakan apapun saat itu. Aku hanya ingin pergi dan mencerna semuanya.


Sambil terus berjalan tak tentu arah, dari kejauhan sebuah mobil mendekatiku dan beberapa kali membunyikan klakson. Aku benar - benar tak peduli saat ini, pikirku.


" Ctttt.. ".


Seketika ku hentikan langkah kaki, sebuah mobil berhenti tepat di depanku, Pras turun dari mobil itu dan langsung menarik tanganku masuk kedalam mobil, aku lemah, tubuhku seperti terkena beban 1 ton dan seketika itu aku sudah duduk di kursi mobil Pras.


" Kamu kenapa ? ", tanya Pras.


Aku masih terus diam, aneh memang rasanya, menyukai orang yang sama. Kiki sahabatku, aku tak ingin menyakitinya, tetapi Pras, ia memilih hatinya untukku.


Ponselku tiba - tiba bergetar, Kiki meneleponku.


" Dev.. pulang jam berapa kamu ? lama banget, aku jemput ya..! bete ni.. ". ( dengan nada manja ).


" Eh.. enggak usah.. ! ini juga aku uda jalan balik kost, tunggu situ aja ". Jawabku terpaksa berbohong.


Kami sudah pertengahan jalan, Pras sangat menghargai ku. Ia tak melanjutkan lagi pembicaraan tadi, sepanjang jalan kami hanya diam, aku juga terus memalingkan pandangan kearah kaca samping.


Tiba - tiba saja, tanganku seperti ada yang menggenggam, spontan aku langsung menarik tangan ini dari genggaman, namun tetap Pras menggenggam ku lebih erat lagi.


Aku menatapnya tajam, memperlihatkan wajah tak nyaman, ia tetap tak peduli, tak sedikitpun ia melepas tanganku.


" Kiki suka sama kamu ! ". Aku memberanikan diri mengucapkannya.


" Iya aku udah tau, kenapa aku tiba - tiba ajak kamu ketemu, karena hal itu ". Jawab Pras sambil mengayunkan tanganku.


" Aku tak ingin Kiki lebih dalam padaku, aku juga tak ingin memendam rasa ini lama, apakah kamu menyukai ku atau tidak, itu hal lain ".


Aku sadar seketika itu juga, kata - kata Pras membuatku semakin menyukainya, bahkan genggaman tangannya saat itu terasa begitu hangat, jantungku terasa berdetak begitu kencang.

__ADS_1


Sebenarnya aku tak ingin melepas genggaman itu, namun aku juga tak ingin larut dalam suasana, bayang - bayang Kiki terus saja menghantuiku, aku tak boleh melukai hatinya, ia sudah terlalu tersakiti dengan kabar perceraian ayah dan ibunya, belum lagi ia harus menelan pil pahit jauh dari ayah dan melepaskan bangku kuliahnya di kampus ISI.


Segera aku lepas genggaman tangan Pras, sambil menghela nafas panjang, aku menyuruhnya untuk menghentikan mobil.


" Berhenti disini ". Kataku.


Pras kaget, namun ia terus saja melaju tanpa menghiraukan perkataan ku.


" Berhenti.. ". Aku mengulanginya lagi.


Pras menginjak rem, dan segera menarik tanganku.


" Aku bisa mengerti apa yang kamu rasakan Dev.. Tapi, sekali lagi aku katakan, aku tak ingin kamu membalas rasa ini, aku hanya ingin kamu tau, dan aku hanya ingin Kiki tak lebih dalam padaku, hanya itu ". Tegas Pras.


Tangan Pras saat itu bergetar, pandangannya tajam ke arah mataku, aku tak berani menatapnya, aku hanya terus berusaha menarik tanganku dari tangannya.


" Aku masih tak tau harus apa Pras, di satu sisi aku juga menyukaimu, disisi lain, aku tak ingin menyakiti hati Kiki ". Seketika tangis ku pun pecah.


Aku terpaksa mengatakan hal itu padanya, aku tak punya pilihan, karena disaat itu, aku tau, aku benar - benar menyukainya, aku juga tak bisa membendung rasa itu.


" Kamu, aku antar pulang ya ? ". Tanya nya, dengan nada lembut.


Aku hanya mengangguk dalam pelukannya.


Kemudian ia melepas pelukanku dan kembali menjalankan mobil, sepanjang perjalanan, kami hanya diam, aku pun berusaha menenangkan diriku sambil mengusap air mata yang jatuh.


" Oya Pras, aku mohon kamu antar saja aku sampai depan kampus, aku biar jalan kaki sampai ke kost, Kiki menunggu di kost ku, aku mohon Pras ". Pintaku padanya.


Ia pun hanya mengangguk, tak berapa lama kami sudah tiba di depan kampus, Pras pun menghentikan laju mobilnya, mematikan stop kontak dan bergegas menarik ku kembali sebelum aku sempat membuka pintu.


Sontak pandangan ku mengarah kepadanya, tiba - tiba.. ia mencium bibirku, aku diam sejenak, lalu segera melepaskan ciumannya.

__ADS_1


" Aku menyukai mu Dev.. dari awal kita ketemu, hati - hati ya.. ". Ucap Pras.


Aku langsung membuka pintu dan keluar dari mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun, belum pernah aku dicium oleh laki - laki di dunia ini, aku bergegas berlari menuju kost, aku merasakan dunia ini seperti hening, aku berlari namun tak terasa menapak, aku dalam keramaian jalan, namun tak terdengar sedikitpun suara.


Tiba - tiba langkah kakiku terhenti, aku tersadar, sedari tadi Kiki memanggilku dari seberang jalan, Aku kemudian menghampirinya.


" Sejak kapan kamu disini Ki ? ". Tanyaku, ( raut wajah panik ).


" Aku baru aja lewat, terus lihat kamu, Oya Dev.. kunci kamar aku taruh tempat biasanya, barusan Ibu meneleponku, Ibu disini Dev.. ". Ucap Kiki, membalas pertanyaan ku.


Oh.. Tuhan, apa Kiki melihatku bersama Pras tadi, aku benar - benar panik, tapi aku harus menutupi rasa panik ku depan Kiki. Semoga saja ia tak melihatku bersama Pras.


" Ibumu ke Yogya ? ". Tanyaku kembali, sambil berusaha membuat raut wajah sesantai mungkin, membuat gestur badan setenang mungkin.


" Iya Dev.. aku juga baru tau ini, tiba - tiba ibu bilang ingin menjemput ku ". Jawab Kiki.


Nampak wajahnya begitu sedih, tapi tak sedikitpun ia menanyakan tentang aku dan Pras, bahkan ia terlihat sangat terburu - buru.


Lalu Kiki pun pamit dan pergi meninggalkanku, aku pun kembali jalan menuju ke kost, sesampainya di kamar, aku langsung menjatuhkan badan ke kasur dan membiarkan badan dan pikiranku beristirahat sejenak.


Ah.. Tetapi, bibir ini, masih terus terasa bagaimana bibir lembut Pras mencium ku, seketika aku terlelap.


" Kring.. ".


Aku terbangun, lalu mengambil ponsel yang sedari tadi berbunyi, ntah berapa lama aku sudah terlelap.


" Halo.. ". Jawabku, tanpa mengetahui siapa yang menelpon.


" Dev.. ". Dari suaranya, aku bisa tau, itu Kiki.


" Iya Ki, ada apa ? kamu Uda ketemu sama ibu ? ". Jawabku.

__ADS_1


" Udah.. Ibu nyuruh aku berangkat ke Amerika Minggu depan ". Kiki menjawab dengan nada lirih sambil menahan tangis.


Sontak aku kaget dan bingung harus menjawab apa, kenapa semuanya begitu cepat, semua yang terjadi tak memberikan waktu untuk aku mencernanya, maafkan aku Ki, aku tak bisa menjaga hati.


__ADS_2