Bidadari Surga

Bidadari Surga
Episode 3


__ADS_3

Dreeet.... dreeeet...dreeet


Suara getar handphone mengagetkan aku yang tengah melakukan, kemudian segera kuambil dari atas meja.


"halo assalamualaikum?"


"waalaikum salam heru, ni umi?"


"ada pa mi?"


"kamu gak mau nengokin istrimu dirumah sakit, dia memanggil-mangil namamu terus"


"iya mi, tadi abi juga kemari nyusulin heru, yaudah mi heru otw ya?"


"iya hati-hati, assalamualaikum?"


"waalaikum salam"


Segera kulajukan mobil menuju rumah sakit, setibanya disana aku langsung menuju ruang anggrek no.234 .


"assalamu'alaikum"


"waalaikum salam, ayo masuk her?" perintah umi


"makasih mi, desi sakit apa mi?"


"kanker otak stadium akhir"


"innalillahi, kok aku gak pernah tau mi?"

__ADS_1


"umi juga baru tau, yaudah sekarang aku tinggal ya biar kalian bisa ngobrol dengan nyaman?"


Kemudian umi keluar meninggalkan kami berdua. sudah sebulan lebih aku tak menjenguknya, kulihat tubuhnya kurus kering, wajahnya pucat dan rambutnya tidak ada lagi.


"kenapa umi gak mau cerita sama abi kalau umi sakit kanker?"


"umi gak mau nambahin masalah abi, aku tidak ingin menggangu hubungannya bi dengan sarah, umi mau abi dan sarah segera dapat momonga makannya umi gak mau ngerepotin abi?"


"kau sudah tau kan kalo aku yang mandul, tapi kenapa kamu tak pernah mengatakannya kepadaku?"


"aku gak mau melihat abi kecewa, umi gak mau kehilangan abi, umi gak bisa lihat abi sedih"


"tapi akhirnya kamu yang jadi korbannya kan?"


"tidak masalah bi, yang penting abi senang dan ibu juga bahagia bisa punya menantu yang sangat diidam-idamkan dari dulu"


"maafin abi mi, sudah nyakitin umi selama ini?"


"iya bi, umi dah maafin sebelum abi meminta maaf, umi juga minta maaf tidak bisa menjadi istri yang baik buat abi, dan tidak bisa menjadi menantu yang baik buat ibu, tolong sampein maafku ke ibu ya bi?"


aku hanya mengangguk, Desi mencium tanganku, kemudian ia merintih kesakitan.


"arghhhhh!!!"


"kenapa mi?"


"kepalaku sakit bi, umi sudah gak kuat lagi?"


"tenang mi, umi pasti kuat. abi akan panggil dokter ya?"

__ADS_1


"gak usah bi aku hanya ingin berdua dengan abi, umi kangen abi?"


Kupeluk tubuhnya yang mulai berkeringat, kuseka keringatnya dengan sapu tanganku.


"apa umi masih cantik bi?"


"umi adalah wanita tercantik yang abi miliki?"


"apa abi masih sayang sama umi?"


"abi selalu sayang dan cinta sama umi, makanya abi tak pernah menceraikan umi".


"coba katakan sekali lagi bi"


"abi selalu cinta dan sayang sama umi"


Lalu kulihat wajahnya tersenyum sambil melafadzkan kalimat syahadat, sambil memeluku erat.


selamat jalan umiku sayang, Allah terlalu sayang padamu sehingga Ia begitu cepat memanggilmu. Ia tak membiarkanmu terus menerus merasakan sakit, karena sakitmu kini akan berganti dengan kebahagiaan. Karena Syurga telah menantimu disana. Maafkan aku yang telah salah menilaimu selama ini.


Setelah selesai mengurus administrasi aku segera membawa jenazahnya menuju pemakan keluarga yang tidak jauh dari rumah keluarga mertuaku. Setelah selesai acara pemakaman aku masih enggan untuk meninggalkannya sendiri. Tiba-tiba abi datang dan memberiku sebuah buku diary.


"ini punya desi, kemarin aku menemukannya di bawah bantal tempatnya dirawat"


"mungkin kamu yang lebih tepat untuk menyimpannya" sambil menyerahkan sebuah buku diary kepadaku.


"terima kasih bi?"


Kemudian abi pergi meninggalkan aku sendiri . Kuletakan sebucket mawar merah kesukaan desi diatas kuburnya, dan kukirimkan alfatiha untuknya. "Selamat jalan umiku semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menempatkan engkau di JannahNya." kemudian ku melangkah meninggalkan area pemakaman.

__ADS_1


__ADS_2