Bidadari Surga

Bidadari Surga
Enam


__ADS_3

"Aku lagi balas chat dari asisten pribadiku di kantor." Sahutku dengan jujur.


Aku masih berbaring dan memainkan hp sedangkan dia masuk ke dalam kamar mandi entah apa yang dia lakukan? Ketika berbaring aku mengantuk dan tertidur.


"Bangun dek, bangun yuk kita shalat dzhur." Ujar dia.


"Emm akang saja yang shalat." Sahutku.


Dia tetap membangunkanku dengan membujuk akan mengajarkan ku shalat, aku tetap dengan pendirianku tapi dia mengeluarkan jurus untukku "Aku akan membingbingmu sampai kamu menjad bidadari surga, aku akan berdosa jika makmumku tidak melakukan kewajibannya." Ujar dia dengan lembut.


Akupun bangun dari baring yang enak, dia membingbingku cara mengambil air wudhu. Dia sangat sabar dan telaten mengajarkanku tanpa menyentuh, setelah selesai aku mengambil sajadah dan mukena di dalam lemari.


Aku dan dia shalat berjamaah, ia yang menjadi imam ketika selesai mengerjakan shalat aku merasa tenang dan tentram, apalagi aku kagum dengan suara dia pantas ayahku memilih lelaki ini untukku menjadi suami. Dia menyodkan tangannya, aku paham langsung salam dan mencium tangannya.


......Siti Aidah.......


Keesokan harinya selesai shalat subuh aku mandi karena hari ini aku dan suami pergi bulan madu, selesai mandi dan di baju aku sarapan dengan suami dan kedua orang tuaku. Ayah dan ibuku sudah pakai baju rapi untuk mengantarkan kita ke bandara, ketika kita sedang sarapan ayahku berkata.


"Nak Lutfi nanti kamu pinpin ponpes Papah iya, nggak jauh dari rumah kok." Aku tidak tau jika ayahku mempunyai ponpes.


"I-iya Pah." Sahut dia dengan terbata-bata.


Kami telah selesai sarapan, ayahku menyuruh penjaga rumah untuk mengangkat koperku dan suami, suamiku mau membantu namun di tepis oleh penjaga rumah karena dia adalah suamiku.


Sekarang yang menyetir mobil bukan suamiku tapi supir pribadi ayahku, ibuku memberhentikan mobil untuk mampir ke salah satu swalayan.


Ibuku membeli makanan untuk kita ngemil di mobil, tidak terasa perjalanan kita telah sampai di bandara, ayah dan ibuku mengantarkan sampai kita naik ke pesawat. Aku memeluk ibuku dengan erat begitu pula dengan ayahku.


Aku dan suami naik pesawat, aku memakai jaket untuk mengurangi rasa dingin.


"Sini aa-ku peluk." Ujarnya dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Malu ah, pakai jaket aja udah mendingan." Sahutku dengan nada pelan.


Aku terlelap dalam tidur ada rasa hangat di dalam tubuhku, aku buka mataku sedikit ternyata kepalaku di senderkan di bahunya dan tangan ia memeluk punggungku, aku pun melanjutkan tidur kembali tanpa merubah posisiku.


Tidak terasa kita telah sampai di salah satu kota prancis, aku dan suami menuju hotel untuk beberapa hari, di dalam perjalanan menuju hotel aku mengabari ayah dan ibuku bahwa kita telah tiba dengan selamat.


Aku menikmati perjalanan di dalam mobil untuk melihat pemandangan yang sangat bagus, begitu pula dengan suamiku.


Ketika sampai di depan hotel, suamiku merasa tidak enak karena harus masuk hotel dan yang bayar bukan dirinya.


"Masalah bayar hotel dan pesawat aku dan papah yang bayar kang." Ujarku.


"Tapi kan akang suami masa akang numpang hidup sama kamu Dek." Sahut nya tetap dan sama.


Aku pun menjawab jika kita sudah pulang dan memimpin Ponpes untuk menjual keperluan santri dan nanti uangnya di tabung untuk menafkahiku, ia pun setuju dengan usulku tersebut dan ia mau masuk ke dalam hotel.


Aku segera mandi untuk jalan-jalan dan photo, suamiku hanya berbaring menunggu giliran mandi. Aku pun sudah selesai mandi hanya tinggal make up, ketika aku make up suamiku mandi.


Pertama kali yang ingin aku kunjungi adalah menara Eiffel, perjalanan dari hotel ke menara tidak jauh sehingga aku cepat-cepat turun dari mobil.


"Tungguin dong." Teriak suamiku.


Aku menengok dan menunggunya, setelah mendekat aku jalan kembali dan menaranya sudah di depan mataku.


Aku meminta suamiku untuk memotret diriku, aku bergaya candid dan berbagai macam sekarang giliran aku yang memotret suamiku, sebenarnya aku malas tapi nanti akan di marahin sama ayahku.


"Photo berduanya!" Ia mengingatkanku ketika aku selesai memotretnya dua kali.


Aku hanya mengangguk mendengar ucapannya, ia meminta orang lain untuk memotret kita. Aku tidak menyangka jika ia pandai bahasa inggris, ketika di photo berdua aku berusaha romantis dengannya, dua kali menurutku cukup untuk photo bersama.


Lalu aku dan suami mencari restoran untuk makan, suamiku menyarankan mencari makanan yang halal. Aku searching tempat makan di paris yang halal dan akhirnya aku menemukan.

__ADS_1


Aku dan suami pergi ke restoran Les Grands Enfants salah satu restoran yang halal disini. Kita telah tiba dan aku memesan makanan yang menurutku enak.


"Kamu mau pesan apa kang?" Tanyaku padanya.


"Samain saja sama kamu Dek." Sahutnya. Aku pun memesan dua makanan (Knuckle of lamb. Raspberry macaroon with litchi mousseline dan Ice tea). Sambil menunggu makanan aku meminta nomer hp suamiku, dua hari nikah kita baru tukaran nomer hp. Aku pun mengirim photo yang tadi kepada dirinya.


Makanan yang kita pesan telah sampai di meja makan, sebelum memakannya aku memotretnya untuk updete di sosmedku. Suamiku memimpin doa makan, ketika aku melihat cara makan suamiku dia tidak memalukan.


Di tengah aktivitas makan aku menghubungi orang tuaku, mereka sangat bahagia aku bisa dekat dan sudah nampak akrab.


"Kalian harus ngasih kita cucu iya!" Suara ibuku di sebrang sana.


"Insya Allah Mah." Sahut suamiku.


Aku hanya mengangguk tanda setuju dengan percakapan mereka dengan senyum palsuku. perasaanku kepadanya hilang timbul tapi aku akan berusaha mencintainya demi ayahku.


Kita telah selesai makan, ia mengajakku pulang ke hotel untuk istirahat karena lelah dengan perjalanan mungkin pikirku, aku pun menyetujuinya walau sebenarnya aku kesal, jika tidak di turuti aku takut ia akan berbicara kepada ayah.


Aku membuka laptop dan memantau pekerjaan di kantor, sedangkan suamiku ia tidur dengan pulasnya, setelah selesai memantau aku kepikiran dengan permintaan ayah dan ibuku menginginkan cucu.


"Lebih baik aku mandi biar tidak mikirin yang nggak-nggak!" Gumamku dalam hati lalu aku bangun dan mengambil anduk.


Aku berendam di bath up sangat nyaman sekali, selesai mandi dan berendam aku keluar, dan ternyaya di depan pintu kamar mandi sudah ada suamiku.


Aku memakai make up simple karena tidak akan jalan-jalan lagi untuk hari ini karena sudah senja, sambil menunggu ia mandi aku memesan makanan tanpa harus ke bawah. Bel kamar hotelnya berbunyi, aku pun keluar untuk mengambil makanan.


"Siapa Dek?" Tanya suamiku.


"Yang mengantarkan makanan." Sahutku sambil mengambil nampan berisi makanan.


Ternyata suamiku ingin membantu mengambil makanan, walaupun dia belum sempat menyisir rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2