
"Alhamdulillah, istri saya hamilnya sudah berapa minggu dok?" Tanya Lutfi.
"Sudah 4 minggu." Jawab dokter.
Dokter memberikan beberapa vitamin untuk ibu hamil, Lutfi dan Yasmin keluar dari ruangan dokter. Mereka menghampiri Pak Ridwan dan ibu Riska.
Di tengah perjalanan menuju pulang Yasmin ingin di belikan asinan buah, Lutfi mencari tukang dagang yang menjual asinan buah, tidak lama kemudian ada di pinggir jalan nampaknya sudah lansia.
"Belinya dua iya Mas." Ujar Yasmin.
Lutfi mengangguk tanda mengerti, asinan buah harganya sepuluh ribu rupiah, karena kasian ia memberikan uang dua puluh lima ribu untuk sedekah. Lutfi masuk ke dalam mobil mertuanya sambil memberikan asinan buah pesanan istri tercinta.
Yasmin memakan asinan buahnya di dalam mobil, orang tuanya di belakang geleng-geleng kepala melihat tingkah Yasmin.Ketika tiba di rumah pak Ridwan, Lutfi membukakan pintu mobil untuk Yasmin.
"Terima kasih Mas." Ujar Yasmin.
"Sama-sama Adek sayang." Ucap Lutfi.
Pak Ridwan dan ibu Riska yang mendengarnya langsung senyum-senyum dan saling tatap-tatapan. Pak Ridwan menyuruh menantunya menggantikan Yasmin.
Lutfi di suruh menggunakan mobil Yasmin juga untuk ke kantor, ia pun mau tidak mau harus mau untuk berangkat ke kantor pakai mobil istrinya.
Lutfi pamit ke Yasmin, sebelum berangkat dia mencium kening istrinya, ia juga mencium dan mengelus perut Yasmin.
.
.
.
.
Tiba di kantor.
Lutfi memakai jas kerja membuat penampilannya semakin tampan, para karyawan juga sangat terpesona akan ketampanan suami atasannya.
"Pak Lutfi ganteng banget iya." Ujar salah satu karyawan.
"Iya sampai pangling, tapi sayang dia milik istri bos kita." Timpal yang lainnya.
Lutfi memeriksa berkas-berkas yang belum di tanda tangani oleh Yasmin. Asisten Rendi mengetuk ruangan.
"Masuk." Ujar Lutfi.
Rendi masuk ke ruangan duduk di kursi karena sudah di suruh oleh Lutfi. Pertama-tama dia mengungkapkan selamat kepada Lutfi karena Yasmin sudah berbadan dua, ia memberi tahu jika di sosmed Riko menjelek-jelekkan Lutfi.
"Biarkan saja dia mau berbicara apa tentang saya, yang penting saya tidak mau membalas perlakuan ataupun perbuatan Riko." Ujar Lutfi.
__ADS_1
"Pak hebat sekali, padahal jika Bapak memerintahkan untuk balas, saya siap Pak." Ucap Rendi.
"Tidak usah, biarkan Allah yang membalasnya." Lutfi berbicara namun dia tetap pokus melihat berkas-berkas.
Rendi mengerti dan dia merasa kagum dengan Lutfi, ketika Rendi sudah keluar Lutfi mengambil air wudhu karena waktu Dzuhur telah tiba.
Selesai melaksanakan shalat Dzuhur, dia mengirim pesan kepada istrinya mengingatkan untuk makan siang. Yasmin membalas pesan dari Lutfi senyum-senyum sendiri.
"Dek nanti sore mau di belikan makanan apa?" Balasan dari Lutfi.
"Pengen di belikan kwetiaw goreng, dede utunnya pengen itu!" Pesan terkirim.
"Baik Nyonya." Balasan Lutfi.
Lutfi kembali lagi bekerja, ia ingin mengajak Yasmin besok untuk menginap ke rumah orang tuanya. Waktunya pulang Lutfi mencari tukang kwetiaw goreng pesanan istri tercinta, setelah berkeliling kota Jakarta ia akhirnya menemukan.
Lutfi membeli kwitiaw goreng empat, agar kebagian semua pikirnya. Dari mobil ia sangat tergoda dengan wangi kwetiaw goreng.
.
.
Lutfi memencet bel ternyata yang keluar istrinya, Yasmin membukakan pintu dengan sangat antusias. Ia mengambil makanan yang di bawa Lutfi ke dalam.
"Mas ini untuk siapa kok banyak banget?" Tanya Yasmin.
"Untuk Mas, papah dan mamah." Jawab Lutfi.
Lutfi dengan siap siaga memijat punggung istrinya, setelah reda muntah Lutfi memberikan minyak kayu putih ke hidung Yasmin.
"Emmm seger, makasih iya sayang!" Ucap Yasmin.
"Sama-sama sayang." Ujar Lutfi.
Pak Ridwan dan ibu Riska hanya saling melirik, mereka pergi ke ruang keluarga untuk menonton tv, di dapur hanya ada dua sepasang suami istri yang di mabuk cinta.
Kwetiaw goreng punya Yasmin tidak habis, maka Lutfi bagian menghabiskan nya, jika tidak habis sayang pikir Lutfi.
"Mas doyan apa lapar?" Tanya Yasmin yang sedikit meledek.
"Dua-duanya biar nggak mubajir Dek." Sahut Lutfi.
"Oh gitu iya Mas? Abisin saja kalo gitu!" Ujar Yasmin menyusul orang tuanya ke ruang keluarga untuk menonton tv.
.
.
__ADS_1
.
.
4 bulan kemudian....
Lutfi dan Yasmin mengadakan syukuran 4 bulanan, Lutfi juga mengundang para karyawan.
Di rumah pak Ridwan dan ibu Riska banyak orang, ada keluarga dari Lutfi dan keluarga Yasmin.
Ada yang sibuk di dapur, ada juga yang sibuk di ruang tamu dan teras. Semua saling bahu membahu.
Perut Yasmin sudah kelihatan buncit, Yasmin begitu bahagia karena para karyawan dan keluarga ngumpul dan mendoakan dirinya dan calon anaknya. Khadijah merasa iri akan kebahagiaan yang di rasakan oleh Yasmin, namun ia tetap terlihat ceria.
"Astaghfirullahaladzim nggak boleh gitu dijah." Gumam Khadijah pelan.
Yasmin mengajak Khadijah untuk photo Selfi, setelah mereka puas berselfi Yasmin mengajak suami dan adik iparnya.
"Untuk apa sih Dek?" Tanya Lutfi kepada Yasmin karena dia merasa enggak enak harus berphoto dengan Khadijah.
"Untuk kenangan saja Mas." Sahut Yasmin.
Lutfi dan Asep akhirnya mau menuruti permintaan Yasmin untuk berphoto. Ada kecanggungan dengan Lutfi dan Khadijah.
Asep curiga dengan Istrinya dan sang Kakak, ketika mereka sedang membagikan momen dengan photo mereka terlihat canggung pikir dirinya, namun perasaan itu Asep buang jauh-jauh dari pikirannya.
Acara syukuran 4 bulanan telah usai. Yasmin sangat kelelahan karena menyapa tamu dan pengajian, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Istriku capek iya?" Tanya Lutfi ketika masuk ke dalam kamar.
"Eh iya Mas, Adek capek banget." Sahut Yasmin dengan manja.
Lutfi menggoda istrinya dengan menawarkan pijat, lalu Yasmin menerima tawaran itu. Pijatan Lutfi membuat Yasmin keenakan dan tertidur, ia mencium kening istrinya yang sedang tidur.
"Sehat-sehat iya sayang dan dedek utun." Berkata dan Mengusap perut istrinya, ia juga ikut tidur.
Keesokan harinya...
Lutfi seperti biasa melakukan aktivitas sebelum berangkat kerja, dia mencuci baju, nyetrika dan mandi. Yasmin di larang melakukan aktivitas karena Lutfi sangat khawatir.
Yasmin sudah cantik walaupun dia tidak pergi ke kantor. Lutfi senang sekali mendapatkan istri yang cantik dan penurut, mereka keluar dari kamar untuk sarapan pagi.
"Selamat pagi anak-anak ku." Ujar pak Ridwan.
"Pagi juga Pak dan Ibu." Sahut Lutfi dan Yasmin.
Selesai sarapan Lutfi berangkat bekerja dan tak lupa berdoa agar di perjalanannya selamat.
__ADS_1
"Bismillah tawakaltu a'llalah walla haula walla kuota illa billah." Lalu ia bersalaman dengan kedua mertuanya dan Yasmin tak lupa ia mencium kening istrinya.
Di perjalanan Lutfi membaca shalawat, pak Dika supir pribadinya merasa tenang mendengarkan tuannya bershalawat.