
andra di kantor merasakan gelisah, andra pun menelpon dea , tetapi sama sekali tidak ada jawaban , andra pun membatalkan meeting , :
" vera kamu batalkan meeting hari ini " ujar andra sambil memakai jas,
" loh kenapa pak, ini meeting penting loh pak," tanya vera asistant andra,,
" brisik banget, aku bilanh batalin ya batalin , " teriak andra.,
" tapi pakk.... "/jawab vera mengeles.
" sebenernya disini bosnya aku apa kamu , aku bilang batalin ya batalin , kalau kamu masih tanya lagi , kamu mending keluar dari kantor ini" tegas andra, berjalan keluar,,
"sebernarnya kenapa sih pak andra tumben banget dia seperti ini,, kalau bukan karena dia ganteng aku keluar dari sini kemarin kemarin, " batin vera marah..
andra pun bergegas pulang, andra sangat khawatir hingga bawa mobilnya ngebut , sesampai dirumah andra berlari dan masuk ke dalam rumah, mencari ke kamar enggak ada, di dapur juga enggak ada , ternyata dia di lantai 2 , dea tergeletak di lantai dengan memegang kemucing,
"dea bangun ( menepuk pipi ) bangun , lho kok badanya panas banget , (menggendong ke kamar andra , ) "
andra pun langsung mengeluarkan handphone dan menelpon dokter , tak lama dokter pun sampai, kata dokter dea hanya demam dan kecapekan ,
akhirnya dea siuman ,
" aku dimana ? (melihat ke arah andra ) kok kamu udah pulang andra , " tanya dea,
__ADS_1
" iya , aku menelponmu berulang kali, kamu tidak menjawab, makanya aku pulang " jawab andra khawatir,
" ohh aku tidak mendengarnya, katanya kamu mau meeting, kenapa pulang, " tanya dea
" udah aku batalin, " jawab andra ,
" kenapa di batalim , udah sana meeting aku udah baik naik saja (memegang kepala )" jawab dea mencoba duduk,
" jangan mikir urusan aku, kamu mikir aja dirimu yang tak berdaya itu,," jawab andra meninggalkan kamarnya,,
" kenapa sih tu cowok, dasar aneh, aku sakit tidak ada baiknya sama aku , " batin dea.
andra pun keluar dari kamarnya, dia pun bergegas membuatkan bubur dea, tak lama kemudian bubur itu jadi, andra pun membawanya ke kamar ,
" enggak , aku enggak laper " dea menolak.
"cepat bangun ( menarik selimut ) cepat bangun, kalau enggak bangun aku gendong kamu dan kulempar ke kolam," andra menarik dea,
" apa ( langsung bangun) kamu ini aku sedang sakit masih aja menyiksaku, " jawab dea ,
" (tersenyum ) makanya jadi cewek jangan males ( menyuapin bubur ) , buka mulutmu " ujar andra,
" aku bisa makan sendiri " jawab dea.
__ADS_1
"brisik , buka mulut " ucap andra memaksa.
" wah enak , kamu bisa masak bubur yaa ( mengunyah ) , tumben kamu baik " tanya dea
" dasar bodoh, aku memang baik, ganteng apa lagi " jawab andra,
"dasar pede nya minta ampun,, tapi makasih ya " ucap dea.,
" setelah makan minum obat dan tidur " ujar andra meninggalkan dea dan menutup pintu,
dea pun langsung istirahat , andra yang masih khawatir , sebentar sebentar melihat keadaan dea , dea yang mengetahui andra mengkhawatirkannya berpura pura tidak mengetahuinya , karena andra itu tipe yang dingin, sok jual mahal gitu, enggak mau terlihat rendah di mata orang lain,
__ADS_1