Bintang persahabatan

Bintang persahabatan
episode 21


__ADS_3

tak lama kemudian pesanan mereka datang,



"lho kok ada bakso larva nya yang, aku kan tidak pesan ini (bingung) " ujar dea



"(tersenyum) aku yang pesan , kamu kan paling suka sama yang namanya bakso , makanya aku pesenin bakso larva nya, sudah nikmati aja semua yang ada di meja , " ujar andra



" (tersenyum) baik lah, yuk kita makan baksonya dulu" ujar dea



"(menatap ) kamu ini kalao makan bakso kayak anak kecil, (menatap penuh nafsu) tidak sabaran ,(tersenyum)" ujar andra



"(malu) bukan begitu, (salah tingkah) penasaran aja rasanya gimana,he he he" ujar dea



"bakso kan rasanya gitu gitu aja , apa yang buat penasaran (melihat dea)" ujar andra



"udah lah, yang pasti aku suka banget sama bakso, nihh udah kebuka, duh cabainya ini yang, bikin ngiler (takjub)" ujar dea



"ha ha ha dasar bodoh, " ujar andra,



andra melihat dea yang sedang makan baksonya , yang sangat menikmati ,



"(melhat andra) kenapa kamu mau melihatku seperti itu, iya aku tahu aku tu walaupun sedang makan aku tetap terlihat cantik " ujar dea



"(tersenyum) kamu ini kalao sedang makan kayak anak kecil, belepotan sana sini (mengelap bibir dea) , kamu ini tidak peka apa, makan bakso aku tidak di beri sedikitpun, kamu ini pelit yaa " ujar andra



"(mengelap bibirnya) jangan panggil aku anak kecil, aku hanya lebih muda darimu 7 tahun, kamu mau bakso ini (menyuapin andra)" ujar dea



"mau lah, aku kan juga pengen " ujar andra

__ADS_1



"(menyuapin andra) iiya deh,, uhhh pedas banget, mana air (meminum air) kok masih pedas sih " ujar dea



"(tersenyum) dasae bodoh , (mencium dea) gimana sudah tidak pedas kan " ujar andra ,



" (menatap) iya sudah tidak pedas ,he he he , makasih yaa " ujar dea



"bilang aja mau di cium , alasan pedas segala" ujar andra ,



"apaan sih , tidak lah, aku bukan alasan, " ujar dea



mereka pun menyelesaikan makan mereka, dea sangat bahagia , karena dia pikir tidak bisa menikmati hidupnya dengan andra , dia masih tidak percaya dengan keadaan sekarang ,



dea berharap kejadian kemarin tidak akan terjadi lagi,





kriiing.... krinngg.... ( telepon berbunyi)



"(dea melihat handphone) farel telepon" ujar dea



"(berlari merebut handphone dea) biar aku yang angkat" ujar andra



"baik " ujar dea



"hallo , dea kamu dimana , kenapa semalaman kata tetanggamu kamu tidak pulang " ujar farel


__ADS_1


" dea bersamaku, tidak usah ganggu dea lagi " ujar andra



" andra ... kemana kamu bawa dea, kamu menculik nya kan " ujar farel



"aku membawa dea kemana aja apa urusanmu , aku dan dea sudah baikan , dea masih tetap milikku" ujar andra mematikan telepon ,



"(mengembalikan handphone dea) aku harap kamu tidak berhubungan lagi dengan ferel , ferel itu tidak sebaik yang kamu pikirkan," ujar andra



"emang kalau cuman berteman tidak bisa , " ujar dea..



"tidak bisa , kamu tidak boleh dekat dengan siapapun , " ujar andra



" baik lah, aku akan menjauhi teman lelakiku , " ujar dea



"bagus , nurut yaaa,,, " ujar andra



"iya yang " ujar dea



"(memeluk ) aku takut kamu menghilang dariku lagi (memeluk erat) aku takut itu terjadi " ujar andra









__ADS_1




__ADS_2