
keesokan harinya ,
andra bangun tidur langsung mencari dea., andra mencari kemanapun dea ternyata tidak ada , andra pun mencari dea di lantai 1 ternyata dea sedang menyiapkan sarapan buat andra,,
" kamu sudah sembuh " tanya andra ,
" tentu sudah , aku sudah baik baik saja " jawab dea,
" dea, gimana kalau kamu jadi asistant pribadiku, " tanya andra,
" kenapa aku harus jadi asistant mu, aku sudah nyaman jadi pembantu , " jawab dea bingung,
" tapi aku mau kamu jadi asistantku, tidak ada kata menolak di kamus ku , " ujar andra ,
" jika aku jadi asistanmu terus siala yang jadi pembantumu ? aku juga jadi pembantumu ?? " tanya dea ,,
" tentu tidak , aku tinggal minta orang nyari pembantu , beres kan " jawab andra sombong
" sana siap siap bajunya udah aku siapin di kamar mu , 1 jam lagi berangkat, dandan seperti biasa, jangan seperti pembantu, yang cantik sedikit dandannya " ujar andra lagi,
" iya iya , " jawab dea judes,
setelah 1 jam ,
"deaa cepetan udah waktunya berangkat , cepat keluar " teriak andra ,,
" iya sebentar " teriak dea..
__ADS_1
dea pun keluar dengan dandanan yang sangat mempesona, rambut se pinggang , bibir merah , mata sebesar bola pingpong, makin membuat dea terlihat sangat cantik,
andra yang melihat pembantunya disulap menjadi putri sangat terpesona, bengong melihat nya..
" woy , malah bengong .. aku tahu aku ini cantik jadi biasa aja lihatnya, " teriak dea sombong,
" dasar wanitaku " jawab andra tersenyum
" kamu ngomong apa ? " tanya dea,,
" udah ayo brangkat (menarik tangan dea ) , jangan sampai terlambat , " ujar andra,
"semuanya berkumpul ada pengumuman sedikit (menepuk tangan ) , kenalin ini asistant pribadiku, jika ada perlu denganku, hubungin dia , kenalin dirimu '" ujar andra ,
" kenalin namaku dea kusuma putri , umur 2 3,mohon bantuannya ( menundukan punggung ) , terima kasih " ucap deaa..
" cantik yaa " ucap karyawan ,
" pak tunggu, " teriak vera ,
"ada apa " tanya andra,
__ADS_1
" kenapa bapak menjadikan dia sebagai asistant , aku ini asistant mu pak , masak asistantnya dua " ujar veraa,
" sebenarnya yang menjadi bosnya aku atau kamu , kamu ini memang temen kecilku, tapi ini semua bukan urusan mu, jika kamu masih protes ,mending kamu keluar dari kantor ini, " jawab andra ,
" apa , kamu tega ngomong gini sama aku ( nangis ) " teriak vera,
" aku enggak peduli " jawab andra ,
"ada apa pak " tanya dea ,
" bukan apa apa jangan panggil aku pak ,udah kamu jangan mikir yang tidak tidak , " jawab andra,
.
" akhirnya aku bisa selalu dekat denganmu dea , walaupun dengan banyak alasan, kamu cantik wanitaku, kamu milikku" batin andra melihat dea sambil sambil senyum senyum.
" pak apaan sih ,lihat aku kok senyum senyum gitu, jangan lihat aku " tegas dea membentak,
" jangan pede , emang kamu merasa cantik kok bisa bilang gitu " tanya andra menatap penuh dengan nafsu,
__ADS_1