
"(diam ) .... (" kenapa dia jadi seperti ini , aku ini juga sakit melihatmu seperti ini , aku juga tidak mau membohongimu dengan undangan palsu itu, aku hanya ingin kamu tidak menggangguku, aku juga sangat menyukaimu") " batin dea
" (memegang pecahan dan mengarahkan ke tubuh) kamu lihat ini , bukti darii cintaku padamu, " ujar andra
"(merebut pecahanny) jangan,,, jangan lakukan ini, aku percaya padamu , jangan lakukan ini ," ujar dea,
" aku mau lakukan atau tidak kamu tetap akan menikah dengan nya, jadi mau aku hidup atau tidak , tidak ada bedanya (terjatuh ) " ujar andra
" (menangis) sudah cukup jangan lakukan apapun " ujar dea
" (memegang tangan dea) bolehkan aku memelukmu terakhir kalinya sebelum aku mati " ujar andra
"(menampar) jangan berkata itu lagi" ujar dea
"(kaget) kenapa kamu menamparku , " ujar andra
"sudah cukup ..." teriak dea
"(memegang tangan dea sambil memukul pipi andra dengan tangan dea) pukul aja yang, pukul aja , atau kamu mau mukul aku pakai botol ini, pukul aja tidak masalah,(tersenyum) " ujar andra
"(memeluk andra) sudah cukup aku mempercayaimu , cukup jangan lakukan apapun " ujar dea
"(memeluk balik) maksut kamu , kamu mau membatalkan pernikahan mu , " ujar andra
__ADS_1
"aku tidak akan nikah dengan siapapun , itu hanya undangan palsu " ujar dea
"(tersenyum) kamu hanya ingin mengetesku yang, kamu hanya ingin aku membuktikan semua omongan aku , aku hampir mati karena kamu, aku hampir gila karena kamu, hahaha, kamu jahat ya yang (mencium)" ujar andra
"iya memang aku hanya ingin mengetesmu , aku takut terluka lagi, maafkan aku ( terseyum)" ujar dea
" aku kan sudah bilang aku tidak menyakitimu, itu rencana verra bukan aku, sekarang kamu mau membayar perbuatanmu hari ini dengan cara apa " tanya andra,,
"kamu kaan tidak terluka sama sekali , " ujar dea
" aku terluka disini (menunjuk ke arah hati) , disini (menunjuk kepala) , beri aku obat" ujar andra,
"(tersenyum) aku akan bayar semua nya , aku akan beri obat, aku aku bayar dengan mencintaimu, aku akan beri obat dengan .... (mencium) " ujar dea
"(tersenyum) terserah kamu aja lah , hahaha" ujar dea
"jadi kita baikan kan yang, kita akan seperti dulu lagi kan ," ujar andra
" iya kita baikan " ujar dea
" kamu balik kerumah ku ya , kita harus serumah, harus tidur bareng, makan bareng , pokoknya ngapain aja berdua(mencium) " ujar andra
"aku tidak bisa , kamu lamar aku dulu baru aku pindah kesana" ujar dea
__ADS_1
"(tersenyum) oh kamu mau di lamar, yaudah aku lamar kamu sekarang juga (mengeluarkan cincin) ,maukah kamu menikah dengan lelaki tampan ini ," ujar andra
"(tersenyum) tidakk... aku tidak mau " ujar dea
"(tersenyum ) tidak mau nolak kan (mencium) , sudah ketebak ,ha ha ha " ujar andra
"(tersenyum) haha , , tahu aja kamu yang (mencium balik)" ujar dea
" kamu tahu tidak , kenapa dulu aku belum melamarmu, " ujar andra
"memang kenapa " ujar dea
" karena cincim ini belum selesai di ukir , makanya aku telat melamarmu, bukan karena aku tidak mau melamarmu " ujar andra
"maaf .." ujar dea
" ini desaint ku , khusus buat kamu yang , " ujar andra
__ADS_1