Bisakah Aku Membunuh Tokoh Utama Perempuan?

Bisakah Aku Membunuh Tokoh Utama Perempuan?
tunggu kenapa aku bisa masuk kedalam novel?!


__ADS_3

Suatu malam dimusim dingin ada seorang mahasiswi yang pulang dari kampusnya “Ku pulang terlambat karena membuat skripsi” ucap gadis itu sambil menghela nafasnya “huft” ia melihat handphone nya dan membuka situs novel “Hhmm mending ku baca novel yang sedang naik akhir-akhir ini sambil jalan kerumah” ia pun berjalan ke rumahnya sambil membaca novel tersebut. Saat mahasiswi itu melihat isi novel tersebut ia sangat terkejut “tunggu, ini kan-! bagaimana bisa?!” saat hendak menyebrang tiba-tiba saja ada truk yang melintas dengan sangat cepat dan menabrak mahasiswi tersebut. BRUK mahasiswi tersebut tertabrak dan mengeluarkan banyak darah dari tubuhnya “Apakah aku akan bakal mati sia-sia seperti dulu?” gumam gadis tersebut. Ambulans datang dan hendak menolong mahasiswi tersebut, malangnya nyawanya tidak bisa diselamatkan dan mahasiswi itu menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Tiba-tiba mahasiswi itu membuka matanya sambil terkejut ‘’Kenapa ku masih hidup padahal tadi ku tertabrak’’ ia bangun dari ranjang yang begitu mewah ia masih terheran-heran akan apa yang dia alami saat ini. “Tunggu kenapa tempat ini sangat familiar” sambil melihat sekitarnya, ia tiba-tiba teringat “Tunggu ini kan” ia beranjak dari kasur dan mengarah kecermin “Tidak mungkin, ini kan tubuhnya ALESYA EMILIA HARRISON!!!”. Ia meraba-raba mukanya sambil kebingungan “Ternyata ini sungguhan dan sekarang kumasuk ke dalam novel yang bahkan baru kubaca prolognya dan kalau tidak salah sekarang umur Alesya sekarang baru 14 tahun” ia masih belum bisa mencerna kejadian ini “Sial kenapa ku harus masuk ketubuh seorang antagonis yang akan mati dipenggal karena dituduh meracuni tokoh utama perempuan” ia melihat sebuah foto seseorang dan mengarah foto tersebut TAP TAP “Ini foto Alesya saat masih kecil ternyata”. Ia menatap foto tersebut “Aku muak melihat ini” gumamnya sambil mengerutkan dahinya “Jika saja saat itu mereka semua mati, pasti tidak akan begini” sambil emosi. Tiba-tiba pelayan alesya datang “Nona apakah anda sudah bangun?” sambil mengetuk pintu kamar alesya TOK TOK alesya terkejut “Masuklah” pelayan itu memasuki kamar sambil membawa mangkok yang berisi air hangat. “Nona ini air hangatnya”, Alesya mengamati pelayan tersebut dalam hati ia berkata “Hhmm memiliki rambut coklat dengan bermata hijau” sambil mengingat sosok pemeran tokoh tersebut “shilvia ya?” dalam hati. Shilvia melihat alesya kebingungan dan bertanya padanya “anda sedang memikirkan apa nona?” sambil keheranan. Alesya menatap Shilvia “Kau tidak berubah sedikit pun ya Shilvia” gumam Alesya, “ya?” ucap Shilvia sambil kebingungan “tidak ada kok” jawab Alesya sambil tersenyum Shilvia lega mendengar jawaban tersebut, “Syukurlah”.

__ADS_1


Alesya melihat Shilvia lalu mengambil mangkok yang sedang dipegang oleh Shilvia lalu membasuh mukanya dengan air dan kain. Shilvia menatap alesya “Nona anda diundang untuk menghadiri acara tea party” “Baiklah”, Alesya langsung menjawab dengan cepat, Shilvia mengeleng-gelengkan kepalanya “Nona anda tidak akan beneran pergi kesana bukan?” Alesya hanya tersenyum dan melihat kearah Shilvia “Menurut mu?”, Shilvia khawatir dengan Alesya “Nona tapi kan ada orang itu” Alesya berdiri dan menghampiri Shilvia dan menepuk pundaknya “Tak apa Shilvia, kau tak perlu khawatir sampai segitunya” Shilvia hanya pasrah “Baik nona”, Alesya menatap ke arah jendala “Kau tak usah khawatir Shilvia karena ku sudah punya rencana” dalam hati, sambil tersenyum SMRIK.

__ADS_1


Alesya masih bingung kenapa saat dia mengingat saat ayahnya muncul kepalanya langsung sakit “Kenapa saat ku mengingat orang tersebut kepala ku langsung sakit” dalam hati. Ia mencoba untuk mencari jawabannya “Nona sudah selesai” “Baiklah” sambil menuju kecermin JRENG!!! “Sungguh cantik bukan nona?” Alesya terkejut melihat dirinya sendiri “Apakah ini sungguh diriku shilvia?” Shilvia menganggukkan kepalanya “Ya nona rambut berwarna hitam ini sangat mirip dengan ayah anda dan mata yang berwarna biru ini sangat mirip dengan ibu anda” Alesya hanya terdiam saat mendengar perkataan tersebut “Iya juga” Shilvia tersadar akan perkataannya “Anu nona ayo segera keluar mungkin kereta kudanya sudah siap” Alesya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2