
Shilvia melepas tangannya yang sedang memegang Alesya dan hanya terdiam “hahaha bagaimana bisa diri ini tenang nona, bagaimana jika anda pergi kepasar gelap untuk mendapatkan benda itu dan apa yang anda bilang rubah?!” Shilvia capek akan perilaku nonanya tersebut, Alesya hanya tersenyum “aku tidak kepasar gelap dan juga yang ku katakana tentang rubah itu benar kok” Shilvia tambah terkejut “ugh”. Alesya mendekat kearah Shilvia “kau tak usah khawatir, apapun yang kulakukan sudah ku predeksi” sambil mengelus kepala Shilvia, Shilvia terharu saat mendengar perkataan Alesya “baiklah nona saat ini aku akan berusaha percaya pada perkataan anda” “ugh apa maksud mu, aku meraasa tersinggung ni” Shilvia mengabaikan perkataan Alesya lalu melihat kearah batu sihir “oh ya nona batu ini untuk apa?” “Ada sesuatu yang harus kulakukan dengan benda itu, dan apakah kau tidak melihat bend aitu mengeluarkan cahaya?” Shilvia menggelngkan kepalanya, Alesya memegang dagu nya lalu berpikir.
__ADS_1
“Jika Shilvia tidak bisa melihat cahaya tersebut berarti benar batu ini adalah batu yang kubutuh kan” dalam hati, Alesya duduk dikursi kerja nya “Shilvia ambilkan aku tas yang cukup untuk membawa barang yang tidak terlalu banyak dan jangan sampai diketahui oleh orang lain ok” Shilvia mengiyakan perkataan Alesya lalu pergi mencari tas yang disuruh oleh Alesya. Alesya berdiri dari kursi lalu mengunci kotak itu lagi dengan kunci dan mengambil beberapa pakaian salah satu baju yang diberikan oleh ayahnya, Shilvia datang kekamar alesya sambil membawa tas yang disuruh kan oleh Alesya lalu memberikan padanya, “nona untuk apa tas ini?” tanya Shilvia yang penasaraan, Alesya lalu mengambil tas tersebut dari Shilvia sambil menjawab pertanyaan Shilvia “melarikan diri”.
__ADS_1
Shilvia menatap tajam kearah Alesya, “tenanglah Shilvia jangan menatap ku dengan ekspersi itu” Shilvia lalu tersenyum “lalu apa rencana apa yang anda buat kali ini?” Alesya memasukkan kotak dan baju yang sudah ia persiapkan lalu memasukkannya kedalam tas, “aku ingin bertemu ayahku…” Shilvia kaget akan perkataan Alesya lalu memeluknya sambil menahan air mata “akhir nya nona, hwiks aku terharu” Alesya terkejut karena Shilvia memeluknya, tanpa dia sadari tangannya langsung menepuk punggung Shilvia dengan lembut “iya akhir nya ya Shilvia”, selesai mempersiapkan barang mereka berdua akan pergi saat tengah malam.
__ADS_1
“Camelia Harrison bisa bisanya kau bersikap seperti ini saat berada diruang makan, ini sungguh sikap memalukan” sambil melihat kearah Camelia dengan tatapan dingin, Camelia langsung terdiam dan menundukkan pandangannya “baiklah kak Ricardo” jawab Camelia dengan sedih, PAK tiba tiba saja Ricardo berdiri lalu memukul meja makan dengan kuat “panggil aku dengan tuan muda Ricardo, bukan dengan kata kakak!!!” Carl membentak Camelia, Camelia menganggukkan kepalanya “baik tuan muda Ricardo”.
__ADS_1
Ricardo lalu duduk kembali dikursinya, Alesya melihat kearah Ricardo “memiliki rambut merah dan mata biru, pasti dia adalah Ricardo Harrison” dalam hati. Alesya tidak sengaja melihat kearah tangan Camelia yang sedang mengepal tangannya dengan erat sampai membuat luka ditangannya, “heh bisa bisanya kau berperilaku begitu dengan adikmu sendiri Ricardo?” dalam hati sambil tersenyum SMRIK, TAP TAP saat mereka makan Alesya mendengar suara langkah kaki yang sedang menuju keruang makan dan yang ternyata suara Langkah kaki itu berasal dari orang tua mereka. Camelia dan Ricardo terkejut karena kehadiran ibu dan ayah mereka, “ibu bukannya anda sedang pergi kenegara sebelah untuk berbisnis?” tanya Camelia keibunya dengan keheranan, “karena masalahnya sudah selasai saat kami menuju kesana jadi kami memutuskan untuk balik” jawab ibunya dengan tenang dan elegan, orangtua mereka pun duduk dikursi masing masing, Alesya melihat kearah ibunya itu “memiliki rambut merah dan mata berwarna hijau, pasti dia adalah Serena Harrison” dalam hati. Alesya tersenyum “sepertinya alat makannya kurang ya? Kalau begitu aku akan menyuruh pelayan untuk mengambilnya” Alesya pun memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk mengambil alat makan untuk ayah dan ibu mereka, pelayan tersebut mengerjakan apa yang disuruh kan oleh Alesya, Serena melihat Alesya “Alesya apakah kau sibuk akhir-akhir ini?” tanya Serena ke Alesya “ya ibu seperti yang anda lihat sendiri, akhir-akhir saya sedang mengurus tentang pertunangan saya dengan pangeran” jawab Alesya dengan tenang, Serena merasa puas saat mendengar jawaban tersebut “inilah yang aku harapkan dari calon putri mahkota” ucap Serena, Alesya hanya tersenyum mendengar perkataan tersebut “hahaha lucu juga ya, padahal kau menjadikan ku putri mahkota untuk memanfaatkan ku dalam rencana mu” dalam hati.
__ADS_1