Bisakah Aku Membunuh Tokoh Utama Perempuan?

Bisakah Aku Membunuh Tokoh Utama Perempuan?
dasar orang aneh


__ADS_3

Alesya bergegas mencari azada diteras “Azada!” “Ppfft apa” Alesya merasa lega “untung saja tadi kau lompat dari balkon” “pfft” Alesya menatap Azada “tunggu kenapa kau ketawa?” “HAHAHAH liat saja bunga yang ada ditelinga mu itu pft hahah” Azada tertawa terbahak bahak, Alesya merasa malu saat mendengar perkataan Azada dan hendak mengambil bunga yang ada ditelinganya akan tetapi tiba tiba ia ditahan oleh Azada “biarkan aku saja yang mengambil bunganya” Azada lalu mengambil bunga yang ada ditelinga Alesya, Alesya hanya terdiam saat melihat Azada mengambil bunga dari telinganya “aku akan tidur dulu” Alesya mengarah ketempat tidur dan menutup pintu balkon BRUK. Azada menatap bunga yang dia ambil tadi “aku akan membuat mu bahagia kali ini” gumamnya sambil tersenyum, Azada pun pergi dari balkon menuju menara penyihir sedangkan Alesya sudah tertidur nyenyak didalam kamarnya.

__ADS_1


Keesokan harinya jreng “nona selesai sudah” Alesya yang telah bersiap untuk keistana kekaisaran ‘’tidak usah terlalu wah banget” ucap Alesya, Shilvia menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak nona, anda kan mau ke pergi keistana kesaisaran jadi harus rapi jika tidak anda akan dianggap meremehkan keluar kaisar” “Memang benar sih tapi terserah mu saja” Alesya keluar dari kamarnya dan turun ke aula rumahnya. Saat berada di aula Alesya melihat ayahnya dan menyapanya “ayah saya hendak keistana dulu” Fraser tidak mempedulikan nya Alesya tersenyum saat melihat ayahnya tidak mempedulikannya “ya mau bagaimana pun aku berterima kasih padamu karena sudah memberiku kesempatan untuk keistana ayah, walaupun kau adalah yang palsu” saat selesai memberi sapa Alesya bergegas ke kereta kuda. “Selamat tinggal nona” ucap Shilvia, Alesya melihat Shilvia sambal kebingungan “kau tidak mau ikut denganku Shilvia?” Shilvia menolak dengan tegas “TIDAK nona, makasih tawarannya” Alesya menjawab perkataan Shilvia “baiklah kalo itu mau mu” Alesya memasuki kereta kuda dan berangkat menuju istana kaisar.

__ADS_1


Sesampainya di istana kaisar Alesya langsung menuju ke ruangan kaisar karena dia tau maksud kenapa dia dipanggil kesini. Sesampai nya didepan pintu ruangan pengawal langsung menyuruh Alesya segera masuk “Silahkan masuk lady Alesya” ucap pengawal istana “baiklah” jawab Alesya dengan tenang, “Alesya Amelia Harrison memasuki ruangan!!” pintu mulai terbuka dan Alesya memasuki ruangan. Alesya memberikan salam kepada kaisar sambal membungkuk “salam sejahtera untuk kekaisaran” Kaisar menatap Alesya “kau tau kenapa aku memanggil mu kesini bukan?” Alesya menganggukan kepalanya “kalau begitu karena kau sudah tau, pertunangan nya akan digelar 3 bulan lagi” Alesya terkejut “maaf atas kelancangan saya baginda tapi kenapa cepat sekali? Padahal kan kontraknya setengah tahun” “karena-” tiba-tiba saja pangeran pertama menerobos masuk “maaf baginda tapi saya ingin berbicara dengan Lady Alesya” Kaisar menatap pangeran pertama dengan penuh kemarahan “David Caitlin sebentar kau menghadap kepadaku!!!” David menganggukkan kepalanya “baik bagainda” David pun menarik tanagn Alesya untuk keluar bersamanya “sial ada apa dengan orang tua itu!” sambil geram, Alesya diam-diam menatap David “oh ini yang Namanya David?” dalam hati.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Alesya menangis “hwiks hwiks padahal kan, itu semua benar kan David Caitlin” Alesya menghampiri David dan ekspresi Alesya langsung berubah drastis menjadi serius. David merasa tersinggung dengan perkataan Alesya “hei apa maksud mu!!!” David hendak menampar Alesya akan tetapi tidak kena karena Alesya langsung menunduk “ups tidak kena, hahay hayuu” David sanagt marah dengan perkataan Alesya “lihat saja nanti akan kuberitau sifat mu kepada baginda kaisar!!” Alesyan tidak mempedulikan perkataan David. Ditengah tengah pembicaraan mereka, tiba-tiba aja keyna datang dan langsung memeluk David “hai pangeran” David terkejut karena Keyna ada dikekaisaran walaupun begitu perasaan David langsung senang saat Keyna datang.

__ADS_1


Davis bertanya kepada Keyna “kenapa kau bisa disini?” sambal khawatir, “hehe entahlah, mungkin karena ku merindukan mu” sambal tersenyum. Keyna menatap Alesya dengan “lihat siapa kah yang akan mendapatkan tatahnya? Menggunakan insyarat bibir, Alesya langsung tertawa kecil “permainan baru saja dimulai” gumam nya. Alesya pamit ke pangeran pertama untuk pulang “salam pangeran David, saya izin undur diri”, David hanya menghiraukan Alesya dan pergi Bersama Keyna untuk meninggalkan tempat tersebut. Alesya berjalan keluar dari istana dan menuju ke kereta nya, akan tetapi saat di pertengahan jalan saat menuju ke kereta kudanya tiba-tiba saja Azada muncul dibelakang nya “hei” ucap Azada. Alesya pun membalikkan badannay dan terkejut akan kemunculan Azada “tunggu kenapa ku bisa tidak sadar akan kehadiran mu?!” tanya Alesya ke Azada. Azada pun tertawa dan mengarah tepat didepan Alesya “HAHAHA iya lah, kan Azada ini sungguh hebat hehehe” Azada membanggakan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2