
Alesya bengong menatap danau tersebut “meong” ia kaget dan terjatuh kedalam danau “sial kenapa kuharus terjatuh kedanau yang begitu dalam” dalam hati. Alesya terus berenang ke permukaan akan tetapi kaki nya tiba tiba saja keram “ugh kenapa seperti ini” dalam hati. Alesya mulai kehabisan nafas “tolong siapa pun tolong aku” dalam hati, saat ia mulai menutup matanya tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menolongnya “siapa laki-laki itu?” dalam hati. Alesya menutup matanya “hah apa kau tidak apa-apa?!” suara laki laki, Alesya mulai tersadar “siapa itu yang ribut, apakah aku hidup atau mati atau masuk kedalam novel lainnya?” dalam hati. Alesya membuka matanya “hei akhirnya kau membuka matamu!!” Alesya langsung tersadar dan langsung duduk “kau siapa?” laki-laki tersebut terus menatap alesya “hah kau bahkah tidak mengingat siapa yang menolong mu!” Alesya mengamati orang tersebut “orang ini memiliki rambut biru tua dan mata berwarna kuning” dalam hati, “Hei siapa nama mu?” “Nama ku Azada” sambil tersenyum kecil SMRIK Alesya terkejut “tunggu nama ini kan tidak ada didalam novel” dalam hati “nama mu Alesya kan” alesya tersadar “iya” Alesya berpikir siapa laki laki itu sebenarnya “mungkin saja karakter yang tidak kutahui, mau bagaimanapun ku baru baca prolognya” dalam hati. Azada tersenyum dan berdiri “seorang anak duke berhutang nyawa pada ku” sambil mengangkat bahunya Alesya hanya terdiam saat mendengar perkataan Azada “akan kuusahakan untuk balas budi, lagi pula kalau kau minta balas budi di ayah ku itu tidak akan berguna” ucap Alesya “karena ayahmu tidak peduli padamu kan” jawab Azada, Alesya menganggukkan kepalanya “ya, dari pada itu dari mana kau tau kalo aku tenggelam padahal tidak ada siapa-siapa tadi?” Azada menunjuk ranting pohon yang besar “tadi ku duduk disana dan melihat mu berbicara sendiri dan tiba-tiba kau tenggelam begitu saja” sambil mengangkat bahunya “ternyata begitu, baiklah aku pulang dulu”.
__ADS_1
Azada menahannya “masa seorang Lady pulang basah-basah begini jalan kaki pula” Alesya melihat baju nya “bener juga”, Azada langsung dengan pedenya menjawab “untung saja aku ini adalah seorang penyihir jadi bagiku hal ini sepele” CRING “TADA udah kering” Alesya menatap azada “kalau hal begini saja mudah pasti berpindah tempat juga hal mudah bagimu” Azada terdiam sejenak lalu tersenyum “baiklah aku mengerti maksud mu, pegangan padaku” Alesya menganggukkan kepalanya “tutup mata mu” Alesya menutup matanya, Azada pun menggunakan sihir berpindah tempat WUSH “sudah sampai” Alesya membuka matanya. Mereka sampai didepan gerbang rumah, “baiklah makasih” Alesya berjalan mengarah kerumahnya “sudah lama ya sejak kita tidak bertemu lagi sejak kejadian itu” alesya terkejut akan perkataan azada dan membalikkan badannya “apa yang kau maksud?!” tiba-tiba azada sudah menghilang dari tempat tersebut “orang itu harus ku waspadai” alesya lalu menuju kerumah nya “aku pulang” “nona akhirnya anda pulang” Alesya memperhatikan sekitar “suasananya agak lain” dalam hati, “Shilvia apakah ayah ku sudah pulang?” Shilvia kebingungan “anu nona” Alesya menghela nafas nya “begitu ya ayahku sudah pulang” Alesya menuju ruang makan “anu nona tunggu” KREEK Alesya membuka pintu ruang makan “oh kau akhirnya datang juga” Alesya melihat ayahnya “berambut hitam mata berwarna biru Duke Fraser Harrison” dalam hati. Alesya duduk dikursi makan “kau sudah semakin besar saja” “ya karena tidak mungkin saya terus kecil ayah” Fraser hanya cuek saat mendengar perkataan Alesya dan tetap makan, Alesya pun makan juga “Buat apa juga dia basa basi seperti ini, bukannya dia selalau ada dirumah bersama ku” dalam hati, Alesya melihat sekitar.
__ADS_1
Alesya menuju kamarnya “Ternyata benar dia memanggil ku untuk keisatan buat membahas pertunangan kan, ya mau bagaimana pun pangeran kedua adalah pion yang sangat bagus” dalam hati, KREK Alesya membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat ada seseorang berada dikamarnya “tunggu kenapa kau ada disini?” ternyata orang tersebut adalah Azada yang berada dikamar Alesya sambil bersantai disofanya “memang tidak bisa ya?” Alesya sangat kesal mendengar jawaban tersebut dan memukul azada dengan bantal, akan tetapi Azada menghindar “hehe tidak kena maaf” SMRIK sambil tersenyum “ugh sudahlah” tiba tiba ada orang yang mengetuk kamar Alesya TOK TOK “nona ini aku Shilvia, aku buka pintunya ya” Alesya terkejut “tunggu shilvia” Alesya bergegas manarik Azada ke balkon dan menutup tirai “hei Azada tunggu disini” KREK Shilvia membuka pintu dan mencari Alesya dibalkon “nona anda sedang berbicara dengan siapa?” Alesya berpura-pura mengambil bunga daisy yang ada dibalkon lalu menaruhnya ditelinganya “syalalala ada apa shilvia?” sambil tersenyum shilvia hanya terdiam saat melihat perilaku Alesya “nona yang waras itu saya atau anda?” Alesya membatu saat mendengar perkataan tersebut “Terkadang banget” Shilvia memegang dahi Alesya “nona apakah anda merasa sakit?” Alesya mengajak Shilvia keluar kamar “aku mau tidur dulu shilvia selamat malam” BRUK Alesya menutup pintu kamar “kurasa nona benar-benar sakit”.
__ADS_1