
Camelia merasa cemburu karena ibunya tersenyum untuk Alesya “kenapa bukan aku?” gumam Camelia, “apa yang ingin kau katakan Camelia?” tanya Serena ke Camelia, Camelia menggelengkan kepalanya “tidak ada ibu” sambil tersenyum, pelayan akhirnya membawa alat makan lalu menatanya, mereka pun lalu makan bersama.
__ADS_1
Alesya selesai makan duluan dan hendak pergi “saya izin undur diri dulu” Alesya pun keluar dari ruang makan, akan tetapi Camelia mengikutinya “saya sudah kenyang, jadi saya juga izin undur diri dulu” Camelia pun keluar dari ruang makan, saat Alesya sedang menuju kekamarnya Camelia berlari kearah Alesya lalu menghadang Alesya “ada yang harus kita bicarakan bukan?” ucap Camelia, Alesya menghela nafasnya “huft apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?” ucap Alesya, ia melihat Camelia yang sedang menahan air matanya “bagaimana caranya agar bisa dekat dengan ibu?” tanya Camelia.
__ADS_1
Alesya melihat kearah camelia dan hanya terdiam dan tidak menjawab apa pun atas pertanyaan camelia kepada dirinya "....", Camelia terkejut karena Alesya hanya terdiam saja saat mendengar perkataannya tersebut “KENAPA KAU TIDAK MENJAWAB KU!!!” ucap Camelia dengan suara dan nada yang besar sambil meneteskan air mata, Alesya masih saja terdiam dengan ucapan Camelia, “Hah ternyata begitu ya, kau tidak ingin memberitau kan ku rahasianya?” sambil mengusap air matanya, saat Camelia hendak pergi dari tempat tersebut tiba tiba saja Alesya langsung memeluknya “Tidak apa, kau boleh menangis sebanyak yang kau mau karena dirimu adalah manusia biasa” Camelia terkejut karena Alesya memeluk dirinya, Camelia terdiam sejenak lalu menangis dengan tersedu-sedu “huwaaa” Alesya menupuk punggung Camelia “tidak apa, ada aku disini” sambil menenangkan Camelia yang sedang menangis.
__ADS_1
Alesya terkejut mendengar perkataan Camelia dan terdiam "kalo dipikir pikir iya juga ya, kenapa ku peduli kepada nya?" dalam hati. Alesya melihat kearah Camelia yang sedang sedih, "karena kau adalah keluarga ku" sambil tersenyum, Camelia terkejut mendengar perkataan Alesya "tunggu, alasan macam apa itu?!" ucap Camelia dengan senang, Alesya masih tersenyum "ya walaupun ku peduli kepada nya untuk menjadi pion ku direncana selanjutnya" dalam hati.
__ADS_1
Alesya menyuruh Camelia untuk pergi kekamar nya "sudah lah bocah cepat tidur sana, ini kan sudah malam, tidak baik untuk masa pertumbuhan" ucap Alesya, Camelia merasa kesal saat mendengar ucapan tersebut "heh siapa yang kau sebut dengan bocah" Alesya pun menunjuk kearah Camelia dengan jarinya "hei aku bukan bocah tau, cih mending ku pergi tidur saja" Camelia pun pergi kekamarnya lalu Alesya pun melambaikan tangannya "selamat tidur bocah" sambil tersenyum. Alesya pun membalikkan badannya dan hendak kekamar nya, akan tetapi Ricardo tiba-tiba datang lalu memanggil Alesya "Alesya adik ku tercinta, mau kah kau bermain dengan ku malam ini?" sambil tersenyum, Alesya membalikkan badanya "apakah aku melakukan kesalahan kakak?" ucap Alesya dengan datar, Ricardo lalu mendekat kearah Alesya lalu membisikkan telinganya "bukannya kau sudah tau apa kesalahan mu alesya?" sambil memasang muka kesal, Ricardo lalu menatap Alesya dengan senyuman, Alesya melihat kearah kamarnya "maaf kan aku shilvia, sepertinya malam ini kita tidak bisa pergi" dalam hati. Alesya pergi dari tempat itu akan tetapi dihalangi oleh Ricardo "tunggu kau mau kemana" ucap Ricardo dengan nada yang keras sambil memegang tangan Alesya, Alesya pun langsung tersenyum "bukannya kita akan bermain?".
__ADS_1