
TAP TAP mereka sudah ada didepan gerbang dan Shilvia memberikan tangannya “Ayo nona pegang tanganku” “Huh baiklah” Alesya memegang tangan Shilvia lalu mereka duduk dikereta kuda tersebut. Alesya terus menatap kejendela “Shilvia apakah benar mataku ini akan berubah menjadi warna merah saat emosional ku tidak terkontrol?” “Ya nona mata itu juga akan memberikan kekuatan akan tetapi jika dipakai dengan jumlah yang besar akan mengakibatkan buta atau yang lebih parah kematian” Alesya hanya terdiam “kalau begitu ayo kita turun” Shilvia terheran heran “kenapa nona?” “Ya karena kita udah sampai’’ sambil keluar dari kereta “tunggu nona” mereka sampai ditempat tersebut. Ada seorang lady yang memanggil alesya “Lady Alesya ayo kesini”, Alesya menatap shilvia “bisakah kau meninggalkan ku?” “Baiklah nona” shilvia pergi dari tempat tersebut meninggalkan Alesya, “Lady Alesya ayo sini duduk didekat ku” sambil tersenyum, Alesya menatap orang itu “orang ini memiliki rambut berwarna pink dan memiliki mata berwarna kuning emas, kalau tidak salah namanya keyna Ivy” dalam hati.
Alesya menganggukkan kepala nya dan duduk disamping keyna, Keyna tersenyum kepada alesya karena sudah mau duduk disampingnya “baiklah ayo kita minum teh dan makan makanan manis!” Alesya meminum teh, ia merasa tidak nyaman dengan keyna “Mau bagaimana pun Keyna adalah tokoh utama perempuan yang akan membunuh alesya dikehidupan pertamanya dengan cara menuduhnya meracuninya dan dikehidupan kedua nya dengan cara membuka segel sihir didalam diri alesya dan membuatnya meledak dan akhirnya MATI” dalam hati.
__ADS_1
Alesya menghela nafasnya “huft intinya kuharus berhati hati” dalam hati, “Lady Alesya apakah anda ingin menambah teh?” Alesya melihat orang yang memanggilnya “tidak usah punya ku masih ada” ia mengamati orang tersebut “orang ini memiliki rambut berwarna hitam sedangkan matanya berwarna hijau kalau tidak salah namanya…… Sial bisa bisanya aku lupa. yang kuingat hanya dia seorang kesatria yang diselamatkan oleh seseorang yang sangat penting” dalam hati.
Orang yang Alesya amati sadar bahwah dirinya sedang diamati “ada apa nona Alesya?” Alesya terkejut “aku ingin menanyakan namamu” orang itu melihat alesya “nama saya Dame Lavina” Alesya geram saat mendengar nama tersebut “orang ini kan yang membantu keyna untuk menuduhku meracuni Keyna” dalam hati, Lavina kebingungan melihat Alesya geram saat mendengar namanya “anda kenapa nona Alesya?” “Aku tidak apa-apa Dame” para lady memanfaatkan kejadian tersebut untuk memancing emosi alesya “apa kau tau bahwa ayahku membelikan gaun yang cantik” “kalau aku dibelikan kalung yang begitu mahal” keyna sadar bahwa mereka ingin memancing emosi alesya kalau ayahnya gk peduli pada Alesya “kalau Lady Alesya gaun yang anda pake beli di toko butik mana?” dengan santainya alesya menjawabnya “gaun ini pemberian ayahku” “oh…, apa!!” mereka semua terkejut termasuk Lavina.
__ADS_1
“Huft kenapa kau panik sekali nona Keyna?” tanya alesya kepada keyna, Keyna berdiri dari tempat duduk nya “tidak apa, maaf aku harus istirahat kurasa saya sedang tidak enak badan” keyna pergi meninggalkan tempat, “saya juga ingin pulang dulu” sambil tersenyum Alesya pergi meninggalkan tempat tersebut. Lavina menatap alesya “anak yang dibilang tidak cocok dengan marganya tersebut bisa membuat keyna panik” dalam hati “menarik” gumam.
Alesya mencari shilvia “kau dimana shilvia?” “Saya dibelakang anda nona” “oh” shilvia terheran karena Alesya tidak terkejut sama sekali “kenapa nona tidak terkejut sama sekali?” “entahlah” shilvia hanya terdiam saat mendengar jawaban tersebut, Alesya menatap shilvia “hei kau boleh pulang duluan’’ “kenapa nona?” Alesya membalikkan badannya “aku mau pergi kesuatu tempat” shilvia menganggukkan kepalanya lalu pergi dari tempat tersebut.
__ADS_1
“Ok ayo kesana” ia terus berjalan menuju tempat terrsebut TAP TAP sambil melihat sekelilingnya “kalau tidak salah disini” terus berjalan disemak semak “nah ini dia danau yang ku cari” Alesya mengeluarkan botol kecil dan kalung dari sakunya “hehe sebelum kesini ku sudah mengambil botol kecil dan kalung dari kamarnya Alesya” sambil kegirangan. Alesya mengambil air danau tersebut dengan botol itu dan mengikatnya dikalung tersebut TADA “hehe dengan ini air tersebut bisa sering kubawa kemana-mana” Alesya memasang kalung tersebut dilehernya “hhmm danau ini sungguh hebat walaupun kecil tapi airnya bisa mengobati sakit apapun” Alesya melihat danau tersebut “ya alasan ku mengambil air ini sekarang karena saat ku berumur 19 tahun kaisar mengetahui danau ini dan rakus akan air danau tersebut” dalam hati.