Bite Me, Presdir

Bite Me, Presdir
Ch. 27


__ADS_3

Bab. 27


"Kangeeeennn!" seru Meena sembari memeluk erat manager Sita dan juga Digta secara bersamaan. Seolah mereka tidak bertemu beberapa tahun saja.


Pun begitu dengan Digta. Gadis itu malah tampak menangis memeluk Meena.


"Kak Meena ke mana aja? Aku nyariin Kakak ke mana-mana loh!" seru gadis itu yang masih terisak di dalam dekapan Meena.


Meena tersenyum melihat reaksi Digta. Ia pikir gadis itu akan melupakan dirinya karena sudah mempunyai kekasih yang juga dari kalangan entertainment.


Meena melepas pelukan mereka lalu menoleh ke arah sampingnya. Di mana di sana ada Presdir Tama.

__ADS_1


"Tuh, diculik sama dia," ucap Meena begitu santai sambil menunjuk ke arah Tama.


Bukan hanya Digta yang terkejut melihat cara Meena memanggil dan menunjuk ke arah orang yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi tersebut. Tetapi sutradara Hendra pun tampak kaget. Bahkan raut wajahnya pun tampak begitu jelas jika pria paruh baya tersebut seolah takut. Takut kalau sampai Presdir Tama marah akan perlakuan Meena kepada dirinya.


Berbeda dengan semua orang yang terkejut melihat perubahan sikap di antara keduanya, manager Sita justru menatap ke arah mantan tetangga dan juga teman masa kecilnya itu dengan tatapan menelisik tajam. Seolah tengah menggali apa yang sebenarnya terjadi dan sedang menuntut sebuah penjelasan darinya.


Sementara Tama yang ditatap seperti itu, berpura-pura tidak melihat ke arah Sita. Meskipun tahu maksud dari tatapan dari ibu satu anak tersebut.


Setelah melakukan perbincangan singkat serta membahas mengenai kelanjutan drama yang sempat tersendat akibat Meena menghilang, akhirnya mulai minggu depan Meena kembali melakukan syutingnya. Tentu, wanita itu harus mempersiapkan semuanya lagi. Terutama pada penampilannya.


Selama tinggal di kastil milik Tama, Meena tidak lagi melakukan work out di rumah. Wanita itu lebih suka menghabiskan waktunya menonton dan menyirami bunga bersama Tama. Anehnya, pria itu mau mau saja ketika ia ajak melakukan hal agar membuatnya tidak merasakan bosan.

__ADS_1


Sehingga kini tubuhnya kurang memenuhi syarat ideal untuk melakukan syuting drama minggu depan. Meena harus memangkas setidaknya lima kilo dalam jangka satu minggu.


Setelah semua pulang dan tinggal Tama dan manager Sita yang masih berada di sana. Mulanya Digta juga ingin tinggal, akan tetapi manager Sita memaksa gadis itu untuk segera pulang dan menyiapkan keperluan Meena lagi mulai besok. Karena Meena akan menjalani diet dan olahraga di tempat GYM yang tak jauh dari lokasi syuting.


"Sekarang jelaskan padaku. Apa maksud dari semua ini?" tanya manager Sita seraya menatap ke arah Meena dan juga Tama secara bergantian. Sampai-sampai posisi wanita itu melipat tangan di depan dadaa, bersiap mendengarkan penjelasan dari dua orang yang ada di hadapannya saat ini.


Meena menghela napas pelan.


"Apanya yang dijelasin, Kak. Orang tadi aku udah hilang kan, pas aku kabur malam-malam itu dikejar sama orang aneh. Ya udah, aku diselamatin sama orangnya dia. Terus diculik selama satu bulan. Udah, gitu aja!" jelas Meena yang tampak begitu santai. Karena memang di antara dirinya dan juga Tama tidak terjadi sesuatu hal yang sangat berarti. Selain hubungan yang saling menguntungkan di antara mereka berdua.


"Yakin?" tanya manager Sita yang masih sangsi dengan jawaban dari Meena. Lalu wanita itu menatap ke arah Tama. Meminta penjelasan kepada pria yang tampak sangat santai. Memainkan kucing Meena yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


"Tamaaa ...." panggil manager Sita dengan nada mengeram tertahan.


__ADS_2