Blood Crown

Blood Crown
Volume I : Era Kegelapan


__ADS_3

Peradaban yang kelam dimana pembunuhan, pencurian, perampokan, dan segala sesuatu yang mengarah kekejaman dan kebengisan menjadi hal yang biasa dan lumrah.


Setiap anak lahir telah memiliki takdir tersendiri yang kaya akan menjadi tetap kaya dan yang terlahir menjadi miskin akan tetap menjadi miskin, ini terjadi setelah "Era Cahaya" hilang dikarena kerakusan atas keberhasilan manusia menuju jaman kecerdasan namun beberapa orang cerdas menggunakan kecerdasan untuk mengendalikan orang lain.


Layak hewan ternak masyarakat dibagi menjadi lima golongan dalam satu tempat yaitu pertama kalangan buang yang terisi oleh orang yang diasingkan, budak, tahanan penjahat, tahanan perang, kriminal, dan orang yang melakukan kejahatan yang berat.


Kalangan kedua yaitu kalangan bawah yang diisi petani, peternak, pemburu, penebang kayu, nelayan, dan warga biasa yang tidak melakukan hal kriminal.

__ADS_1


Kalangan ketiga terdiri dari kesatria, petualang, sarjana, tabib, pedagang, biarawati, dan pendeta Tuhan tingkat rendah.


Kalangan keempat terdiri dari bangsawan tingkat rendah, cendikiawan tinggi, kesatria raja, pendeta tingkat tinggi.


Kalangan terkahir diisi oleh keluarga kerajaan dan bangsawan tingkat tinggi.


Kemanusiaan dan memanusiakan manusia memiliki perbedaan yang sangat jelas yaitu kemanusiaan yaitu manusia itu sendiri dan memanusiakan yaitu menghargai manusia namun di era yang mana itu hanya sebuah simbol semua hal dilakukan sesuka hati oleh orang yang memiliki kekuasaan, seakan kebaikan hanya sebuah topeng untuk merayu seseorang, orang-orang berlomba menuju ke "Golden Era" namun mereka malah membuat diri mereka menuju ke "Destruction Era" dimana kehancuran menunggu mereka.

__ADS_1


Perdagangan manusia, barang terlarang, perbudakan, pembunuhan, prostitusi, dan korupsi adalah hal yang wajar dan lumrah, ketamakan dan haus akan kekuasaan memicu perang antar orang yang berkepentingan sama, pernikahan sesama bangsawan untuk mempertahankan garis keturunan adalah cara mudah untuk mempertahankan garis keturunan.


Pada era ini manusia telah miliki garis takdir yang telah dicap dari lahir yang tidak dapat diubah, kelayakan orang hanya diperhitungkan dari bagaimana iya berguna, orang-orang pintar yang egois hanya memikirkan diri mereka sendiri dan terus melakukan penelitian mereka untuk dijual untuk orang berkepentingan dan mereka tidak peduli dengan masyarakat biasa.


Upeti, pajak, dan pembayaran yang tinggi dan penyalahgunaan kekuasaan membuat para petani, peternak, nelayan, dan penebang pohon menjadi miskin belum lagi biaya hidup yang tinggi yang menyebabkan tingkat kriminalitas tinggi.


Adapun yang lain seperti hak dan layanan kepada orang miskin dan kaya terlalu jauh berbeda, hingga perlakuan antara anak laki-laki dan anak perempuan, seseorang pada jaman ini lebih bangga memiliki anak laki-laki dari pada anak perempuan karena nilai aset yang lebih menjamin jika menjadi seorang laki-laki dikalangan bawah setidaknya mereka bisa menjadi petualang ataupun kesatria untuk menaikan status mereka, sedang anak perempuan hanya akan menjadi beban atau sebuah barang jual beli untuk orang-orang kaya, menjadi pelayan/pembantu dan paling buruk menjadi pekerja prostitusi.

__ADS_1


Maka seiring berjalan waktu era kegelapan semakin pekat dan nilai kebaikan sangat berkurang adapun tempat ibadah hanya sebagai alasan orang memungut biaya untuk orang lain dengan dalih memberi persembahan kepada tuhan, padahal hanya topeng untuk mencuci otak kaum bodoh seperti masyarakat kecil yang putus asa.


__ADS_2