Blood Crown

Blood Crown
Bagian IV


__ADS_3

Kesatria kehancuran dengan tombak yang panjang dengan jirah gelap yang menutupi seluruh tubuh.


Ia berdiri dan tidak bergerak dari kotak yang ia jaga seakan ia tidak akan menyerang apapun yang didekatnya kecuali kotak itu diambil atau ia diserang.


Pria itu yang menyerap energi mahluk yang dikalahkan sebelumnya mendapat kekuatan yang cukup untuk melawan kesatria kehancuran itu.


"Tidak ada tiang atau sesuatu yang bisa digunakan untuk menjadi senjata alami, apa yang harus aku lakukan", ucapnya.


Ia pergi dari ruangan itu sebab ia sadar jika ia melawan secara langsung ia akan kalah dan malah berakhir mati, jadi pria itu pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan ketangga untuk turun kebawah, setelah dibawah ia menemukan sebuah papan kayu yang tidak sama dengan lantai yang ia pijak didalam ruang itu, lalu ia mencoba membuka pintu rahasia.


Saat ia membuka pintu rahasia terdapat sebuah tangga yang mengarah kebawah terlihat juga bahwa ini ruangan rahasia sebab pintunya cukup tersembunyi, lalu ia turun kebawa dan mengecek apa yang ada dibawah setelah sampai ia menginjak air dan menyadari bahwa tempat yang ia masuki adalah ruang bawah tanah yang cukup lembab terlihat dari struktur bangun yang kecil dan tembok penuh lumut basa, penyinaran ruangan dari sebuah obor yang terbuat dari api dan terlihat ia menemukan lorong yang cukup panjang walaupun cukup untuk hanya dilewati satu orang.


Ia mengeluarkan pria dan berjalan dalam posisi bertahan untuk menghindari apabila ada seseorang yang muncul dari depannya, sesampainya disana ia menemukan sebuah pintu terbuat dari besi seperti sebuah penjara dan ketika ia mau membuka pintu itu seakan terhalang sesuatu dan dua titik merah terlihat mengambang.


Melihat dua titik merah itu ia mundur sedikit dari tempat ia berhenti dan mengeluarkan pisau kecil dari sakunya dikarena pedang besar yang ada di punggungnya terlalu berat jika digunakan dengan satu tangan, cahaya merah itu perlahan mendekat dari kejauhan dan terlihat jelas sesosok orang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya hanya matanya saja yang terlihat.


"Kukukukukuku..., ada jiwa yang datang dan sudah lama aku tak melihat hal ini", Ucapnya.


"Siapa kamu!", jawab pria itu.


"Kamu tidak perlu menanyakan siapa aku, intinya aku tidak akan menyerang mu jika kamu tidak menyerang diriku duluan, aku disini hanya berbisnis kukukuku......", ucapnya.


Namun pria itu masih ragu dengan apa yang ia jumpai.


"Karena ini pertemuan pertama aku akan memberi hadiah kepadamu sekarang", setelah ucapan itu pria dibalik pintu besi itu mengangkat tangannya dan seketika sebuah berkat perlindungan muncul dan menuju pria itu, semua kelelahan dan luka kecil langsung sembuh dan ia mendapat sebuah perisai tembus pandang.


Pria itu kaget dan tidak membayangkan sesuatu hal seperti ada dan diberikan kepadanya.


"Sepertinya kamu belum pernah mendapat hal ini, aku hanya pembisnis yang berdagang dengan jiwa aku melihat kamu memiliki beberapa jiwa yang bisa kamu jual kepadaku", Ucapnya.


Ia sedikit ragu namun ia membalas perkataannya "Baiklah mari kita berbisnis".


"Itu hal yang aku tunggu dari tadi yaitu bisnis", setelah ucapan itu muncul sebuah kontrak kertas yang ada didepan mereka.


"Kontrak yang ada didepan adalah kontrak jiwa, kamu memberikan sedikit jiwa yang kamu serap dan aku memberi barang apa yang kamu inginkan, aku tidak akan mengambil jiwa sampai membahayakan dirimu dan ada batasan yang bisa aku serap tergantung tingkatan kamu".


"Baiklah", balasnya.


Didepannya sudah terdapat daftar barang-barang yang bisa ia beli dari sang pedagang itu ia melihat sesuatu yang menarik seperti air pensucian dan beberapa obat penyembuh.


"Aku akan membeli 2 obat penyembuh dan satu air pensucian tingkat menengah", ia membayar dengan sisa jiwa didalam kontrak yang tertulis dan memberi sedikit darah, kontrak itu menghilang dan sebuah barang yang ia ambil muncul.


"Pilihan yang bagus", ucapnya.

__ADS_1


Setalah itu barang yang ia beli muncul dan ada didekatnya namun ia langsung merasa seperti sebagian jiwanya telah diambil oleh mahluk itu, ia langsung menjadi lemas dan seakan kehilangan keseimbangannya lalu ia meminum obat penyembuh dan membuat ia segar kembali.


Setalah itu ia akhirnya berfikir apabila ia akan membeli lagi agar tidak membuatnya menjadi semakin lemah, ia juga merasakan bahwa ia kehilangan sebagian kekuatan kebangkitan keduanya saat melakukan jual beli dengan mahluk itu.


"Datang kembali jika kamu membutuhkan sesuatu", ucap mahluk itu dan mundur kembali kegelapan.


Pria itu melihat mahluk itu mundur, ia berfikir dan mencoba membuka buku untuk mendapat informasi tentang pembisnis itu dan ternyata ada beberapa hal yang tertulis dibuku catatan tentang pembisnis itu, nama pembisnis itu adalah ""Businessman of The Wandering Spirit" atau pembisnis yang menjual barang kepada para pengembara atau pemilik tanda, pembisnis itu hanya menerima pembayaran berupa jiwa yang para pemilik tanda serap dan mereka hanya akan membuat pemilik tanda kehilangan sebagian kekuatan karena jiwa mereka yang diambil adapun barang yang dijual tergantung oleh pembisnis itu mereka biasanya menawarkan barang yang berguna dan jenis barang yang ia jual relatif sedikit yaitu kadang tiga barang dan paling banyak lima barang, mereka juga kadang ada di satu tempat dan kadang berpindah tempat.


Para pembisnis jiwa lumayan kuat mereka setara dengan kebangkitan ketiga atau sempurna, mereka lebih kuat dari pada kesatria kebangkitan ketiga atau sempurna dalam tingkat yang sama karena para pembisnis adalah seorang penyihir yang menggunakan serangan sekala besar dan mematikan apalagi mereka tidak segan untuk menggunakan barang mereka untuk menyembuhkan diri mereka sendiri, namun sisi lainnya mereka yaitu mereka tidak akan menyerang orang yang tidak menyerang mereka, mereka lebih damai dan lebih suka berbisnis ketimbang bertarung dan mereka adalah mahluk yang netral mereka hanya berbisnis kepada siapa yang mau berbisnis kepada mereka dan umumnya mereka tinggal ditempat yang jauh dari cahaya seperti ruang bawa tanah, hutan gelap, ngarai dalam, dan tempat yang minim cahaya.


Setalah itu pria itu pergi kembali menaiki tangga dari ruang rahasia menuju keatas tempat dimana ia sebelumnya turun, ia pergi ke tempat dimana ada kesatria kehancuran yang menjaga kotak gelap, walaupun sekarang ia tak sekuat sebelumnya ia berencana mengalahkan kesatria kegelapan itu yang menggunakan tombak, ia mengeluarkan panahnya dan langsung menembak kearah mata kesatria itu hingga panah melesat dan menusuk mata kesatria kegelapan, kesatria itu melihat targetnya dan ia berlari dengan cepat mengejar pria itu.


Pria yang melihat itu langsung menutup pintu dan bergerak kearah jalan rahasia dan bersiap turun, kesatria kehancuran itu menghancurkan pintu tersebut dan melihat dimana pria itu bergerak.


Pria itu melihat pintu yang hancur lalu segera melesat anak panah lagi mengarah ke kesatria kehancuran untuk memancing lagi menuju kearahnya, setelah terkena kembali kesatria kehancuran semakin emosi dan mengejar pria itu, ia yang sadar karena dikejar ia menuruni tangga dan diikuti oleh kesatria itu dan pria itu turun dengan cepat hingga sampai ke dasar ruang rahasia, setelah sampai ia mundur dan menunggu kesatria kehancuran meloncat kebawah.


Kesatria kehancuran yang melihat pria itu turun lewat tangga langsung saja meloncat dari atas menuju kebawah sedangkan pria itu mengeluarkan ramuan pensucian dan bersiap melemparnya ke kesatria itu, setelah kesatria itu jatuh kebawa pria itu langsung melempar ramuan muka kesatria itu dan membuat kesadaran itu bergerak tidak teratur karena sihir suci ataupun air suci memiliki dampak yang hampir sama dengan api biru, kesatria itu mulai mengerakkan tubuhnya secara tidak beraturan dan mencoba menyerang apapun yang ada disekitarnya namun berkat lorong yang kecil dan lumayan sempit tombak yang ia gunakan malah tersangkut yang memberi kesempatan.


Pria itu yang mendapat sebuah cela dan kesempatan langsung mengeluarkan pedang kegelapan yang ia miliki lalu langsung menusuk bagian dada kesatria itu lalu menebas kearah atas seakan mengakar pedang yang tertancap membuat kepala kesatria itu terbelah menjadi dua.


Ia lalu mengambil tombak kesatria itu setalah ia menaruh Kembali pedangnya dipunggung ia juga menyerap jiwa dari kesatria kehancuran, beruntungnya ia mendapat pecahan ingatan dan kemampuan bertombak setelah itu ia menaiki tangga dan menuju ruang dimana kotak hitam itu tersimpan setalah ia sampai ia langsung membuka kota dan menemukan beberapa item yang cukup berguna yaitu "Limited Space Ring", "Dark Resistance Ring", dan "Soul Collection", ia lalu menggunakan dua cincin itu dan menyimpan semua senjatanya yang tidak digunakan selain itu dia hanya menggunakan tombak dan menyerap jiwa yang ada dalam kotak.


Pria itu langsung merasa tenaganya dan kekuatan kembali setelah ia menyerap jiwa kesatria kehancuran sebelumnya dan kumpulan jiwa dalam kotak yang membuat ia sedikit lagi menyentuh ambang kenaikan ke kebangkitan ke tiga.


Sekarang ia dengan mudah bisa mengendalikan tombak yang hampir sama beratnya dengan pedang yang ia gunakan dan tidak perlu menggunakan banyak tenaga seperti biasa dan karena mendapat cincin ruang ia jadi tidak perlu menggunakan banyak tenaga untuk membawa semua peralatannya namun cincin ruang itu juga memiliki batasan dalam menyimpan hanya tiga barang berat dan lima barang ringan.


Kembali disaat gadis kecil diambil diatas menara gadis itu dibawa ketengah kastil dan ia dijatuhkan disebuah tempat tertentu, setalah itu ia ditinggalkan disana, gadis itu berjalan menyusuri tempat ia dijatuhkan dan menemukan sebuah monumen yang cukup besar dilapangan tengah kastil itu dan ia mencoba untuk melihat dari dekat apa yang tertulis di ukiran monumen namun ia tak mengerti apa yang ditulis di monumen karena terlihat kotor ia mencoba membersihkan monumen, saat ia menggosok jarinya ke monumen ia tidak sengaja melukai jarinya darah yang kuar membuat monumen itu bergetar dan membuka sebuah gerbang ruang berbentuk lubang hitam karena rasa penasaran ia masuk dan dipindahkan disebuah tempat yang lain.


Gadis itu telah dipindahkan kesebuah taman bunga yang indah disana terdapat berbagai macam bunga yang indah dan beberapa pepohonan berbeda dengan tempat ia sebelum berpindah ataupun tempat dimana ia tinggal sebelumnya yang mana walaupun telah pagi atau siang maupun sore awan gelap tetap saja menutupi seluruh daerah ngarai, gerbang ruang yang memindahkannya hilang setelah ia pakai seakan gerbang itu hanya satu arah, ia berjalan mengelilingi taman bunga hingga ia melihat sebuah bangunan kecil dan dibawahnya ada sebuah danau itu mirip ruang terbuka tempat para bangsawan minum teh dan dikelilingi danau namun ada jembatan, disana terlihat ada seseorang yang sedang duduk menikmati teh karena rasa penasaran gadis itu mendekat dan berjalan diatas jembatan dan melewatinya hingga ia sampai dibangunan itu dan ia melihat seorang wanita cantik dengan kulit putih yang bersih seperti salju, mata yang berwarna perak seperti sebuah bulan, dan rambut yang berwarna putih panjang yang indah seperti awan, dia duduk anggun sambil meneguk segelas air, bahkan seseorang yang melihat kecantikannya rela untuk menjual seluruh bagian tubuhnya untuk hanya melihatnya sebentar dan mungkin jika wanita itu berjalan melewati dua negara maka negara itu akan saling berperang untuk merebut wanita cantik itu.


Jika ada mahluk yang dibilang sempurna maka ialah orangnya, ia hanya menggunakan sebuah gaun putih yang minimalis namun indah gaya dan aura yang ia pancarkan bahkan bisa membuat orang-orang tidak perlu bertanya, keindahannya adalah sebuah mahakarya nyata.


"Gadis kecil kemari", dengan suara yang lembut dan indah yang keluar dari mulutnya ia memanggil gadis kecil itu.


Gadis kecil itu yang mendengar panggilan langsung pergi menghampiri wanita yang memanggilnya, ia langsung berdiri dekat dengannya.


"Kemari dan duduk di kursi" setelah ucapan itu gadis kecil itu langsung duduk, setalah duduk wanita menuangkan teh kepada gadis itu.


"Minumlah perlahan", ucapnya.


"Baik", balas gadis kecil itu.


"Aku sudah lama tidak kedatang tamu"

__ADS_1


"Siapa namamu nona?", ucap gadis kecil mencoba menanyakan siapa nama wanita yang duduk didepannya.


"Namaku?, orang-orang memberi julukan kepadaku yaitu "Goddess of The Moon That Illuminates The Night" atau "Goddess of Moonlight" ", jawabnya.


Gadis kecil itu kaget karena ternyata ia bertemu dengan sosok yang suku mereka sembah, bagi beberapa suku di ngarai utara menyembah adalah salah satu permintaan perlindungan.


"Artinya Dewi adalah salah satu dari 12 eksistensi dibawa sang "The Lord of Thousand Life" ?", ucap gadis itu memberi pertanyaan.


"Hmmm..., ia aku adalah salah satu dari 12 mahluk yang ada dibawah "The Lord of Thousand Life" ". ia membalas pertanyaannya gadis kecil itu sambil tersenyum.


"Jadi kenapa kamu bisa kemari?", ia bertanya seakan ia tidak tau padahal ia tau apa yang tidak gadis itu tau dan apa yang gadis itu tanyakan.


"Aku kemari karena desaku dibantai oleh mahluk kegelapan dan aku yang selamat dari sukuku, aku terjatuh dari datang ke kastil, saat di kastil aku dikejar oleh pasukan tengkorak dan berakhir jatuh dipenjara, setalah itu aku bertemu dengan paman yang baik dan pada akhirnya aku dibawa oleh mahluk aneh dan dijatuhkan di lapangan hingga pada akhirnya aku disini ", gadis itu menjelaskan apa yang dia alami, selama dalam perjalan hingga sampai disini, sambil bercerita dia meneteskan air mata karena mengingat momen yang ia lalui.


Dewi itu mendengarkan dengan seksama apa yang diceritakan oleh gadis kecil itu setelah selesai dewi itu menghibur gadis kecil dengan memberi makan dan cemilan ia mengajak bermain gadis kecil itu hingga ia tertidur.


Namun dibawah dua belas mahluk tingkat tinggi ada tujuh bencana yang ada di dunia yang mengambil bentuk mahluk hidup mereka adalah mahluk yang aneh dengan kekuatan yang berbeda namun memiliki satu kesatuan, salah satunya ada dalam kastil ini dan ia masih terjebak di suatu tempat, benteng ini diciptakan bukan untuk melindungi sesuatu namun diciptakan untuk menahan sesuatu mahluk yang berbahaya oleh sebab itu memerlukan akses khusus untuk membuat beberapa tempat.


Kembali kepada sang pria ia telah cukup jauh mengekplorasi kastil hingga ia mungkin akan sampai ketengah kastil, dalam beberapa kemungkinan pria itu juga akan naik menjadi kebangkitan ke tiganya dengan hanya satu sentuhan namun ia masih belum tau bagaimana cara untuk naik menjadi tingkat ke tiga.


Dikarena dia lumayan banyak memanen jiwa dari mahluk yang ia kalahkan, dan pada akhirnya ia keluar dari dalam kastil dan melihat sebuah lapangan yang luas dan sebuah monumen ditengahnya ia sempat membaca nama monumen itu namanya adalah "Tribute Monument" dan disana ada tulisan kuno yang artinya "A broken body leaves no residue but a strong soul will always be there for people who believe in hope, they will still live in the souls of those who are still struggling", setelah ia membaca membaca buku dan melihat ukiran di monumen seakan ia mendapat sebuah semangat atau berkat dari monumen.


Ia melanjutkan perjalan hingga menuju bangunan yang besar tepat berada di tengah kastil itu seperti ruang singgasana dengan pintu yang megah dan besar dan tiang-tiang yang lebar dan besar menjulang keatas, setelah puas dengan apa yang ia lihat ia lanjut berjalan dan menaiki sedikit anak tangga sebelum sampai ke pintu yang besar dari bangunan yang ia lihat barusan, disana tepat pada pintu besar terdapat banyak simbol ada pola pelindung pintu masuk.


Pria itu mengeluarkan keristal dari cincinnya dan mendekatkan kristal ke pintu besar itu, setelah itu kristal itu beresonansi dengan pintu dan perlahan pintu yang mega itu terbuka, lalu ia masuk setalah ia masuk pintu itu tertutup kembali lalu ia melihat sesosok mahluk yang besar dari tempat ia berdiri walaupun cukup jauh namun ia sangat terlihat jelas sedang tidur diatas sebuah lantai yang luas.


"Mahluk apa itu?", ucapnya pria itu.


Semakin mendekat semakin jelas mahluk itu, ternyata sosok yang ia lihat adalah seekor naga berwarna hitam yang ukurannya besar, ia terus berjalan dan mendekatinya, hingga naga itu terbangun dari tidurnya.


"Bukan manusia namun mahluk yang telah berubah menjadi manusia, sangat unik sudah lama aku tidak melihat hal seperti ini", ucap naga itu.


Ternyata naga yang ia lihat dapat berbicara yang mengartikan bahwa naga didepannya adalah sebuah mahluk dengan eksistensi yang cukup tinggi hingga memiliki akal dan pikiran.


Setalah itu naga itu lalu bangun dari tidurnya dan seketika sebuah kabut gelap keluar dari sekitaran naga dan membuat siapapun tidak bisa melihat apa yang terjadi dibalik kabut yang menutupinya melihatnya dan dari kabut itu keluar manusia dengan pakaian bangsawan dan turun dari singgah sana tempat ia tidur.


"Karena kamu mahluk yang menarik aku akan memberikan kematian yang layak untukmu", ucap naga itu.


Sedangkan pria itu yang mendengar apa yang diucapkan naga tersebut langsung mengeluarkan perisai dan tombak dan mengambil posisi bertahan, namun naga itu betul-betul tidak peduli, naga itu terbang dan berdiri diatas angin lalu naga itu mengangkat tangannya dan muncul mengumpulkan sebuah energi kedalam ratusan titik dan mengompresnya menjadi bentuk tombak energi lalu melesatkan semua tombak itu kearah pria tadi, melihat ratusan tombak yang terbang yang mana akan membunuhnya ia langsung, ia mencoba untuk menghadang dengan perisai yang ia miliki dan mencoba menghindarinya namun sayangnya semua usaha tidak berhasil ia terluka parah, perisai yang ia gunakan hancur total dan baju jirah yang ia gunakan terkoyak dan terkuat jelas setalah tombak energi menancap mereka langsung menguap.


Di sekujur tubuhnya penuh dengan luka dan beberapa bagian tubuhnya terkoyak oleh serangan tombak energi, ia langsung mengeluarkan ramuan penumbuh yang ia beli dan meminumnya, dan dalam sekejap ia telah sembuh dari luka-luka yang ia alami, namun beberapa luka tidak bisa disembuhkan oleh ramuan.


Naga itu kembali lagi melempar sebuah tebasan energi menuju ke pria itu, ia yang melihat sebuah tebasan dari energi yang melesat dengan cepat, ia lalu mengindari semua serangan dan meminimalisir kerusakan, naga itu lalu mengangkat dua jarinya keatas seakan seperti memanggil sesuatu dari bawah tanah dan tepat, tanah mulai bergetar dan sebuah tombak keluar dari lantai yang ia pijak, namun karena dia sadar dari insting petarung yang ia dapat ia menancapkan tombak ketanah dan langsung menaiki pangkal tombak lalu berdiri sebelum tombak dari tanah keluar dan menusuk apapun yang ada diatasnya, ia selamat berkat tombak yang ia miliki lebih panjang dari pada tombak yang keluar menembus lantai setalah itu tombak energi yang keluar dari lantai menghilang.

__ADS_1


Naga itu lalu membaca sebuah mantra kuno, melihat kesempatan itu ia langsung mengeluarkan panah dan menembakan beberapa anak panah kearah naga yang terbang namun sebuah perisai transparan menghalau semua serangan dari panah yang pria itu lesatkan kepada sang naga.


Setalah membaca mantra sebuah air berwarna hitam keluar dari retakan dan lubang yang dibuat dari tombak-tombak cahaya dan menjadi sebuah genangan dan dari sebuah genangan itu bersatu menuju titik-titik tertentu dan membuat sebuah kepompong, ia yang melihat sebuah kepompong yang muncul lalu turun dari atas pangkal tombak lalu menyimpan kembali panah kedalam cincin ia langsung bergerak cepat untuk menghancurkan kepompong yang diciptakan oleh naga itu, ternyata dugaannya benar didalam kelompok yang hancur terdapat sebuah kesatria tengkorak dan sebuah jiwa dan dia menyerap jiwa dari kepompong yang ia tebas namun beberapa kepompong berhasil pecah dan pasukan tengkorak muncul dari kelompok beserta senjata dan perisai, mantra yang digunakan oleh naga itu yaitu mantra pemanggil.


__ADS_2