
Ketika dunia masih dilanda ketamakan dan kehancuran yang gelap, manusia belum bersatu untuk membuka era baru.
Mereka berkumpul hanya untuk sekedar mencari makan dan beberapa lain hanya untuk menjaga wilayah namun mereka manusia akhirnya bersatu ketika kegelapan malam menghantui mahluk yang tercipta dari rasa putus asa dan ketamakan muncul dari balik bayangan kegelapan malam, ketika bahkan cahaya belum ada manusia hanya bersembunyi ditempat yang mereka percayai.
Ketakutan atas malam menghantui orang-orang menjadikan manusia menjadi penakut dan dimana para mahluk buas berburu dan menjadikan manusia sebagai mangsa dan disaat itu manusia bersatu untuk menghilangkan era tanpa cahaya.
Orang pilihan dinobatkan sebagai pemimpin ia adalah manusia pertama yang memiliki pikiran berbeda dari hanya sekedar makan dan berkembang biak dan membawa orang-orang yang bodoh dan udik menjadi sekelompok orang yang berambisi, cerdas, dan pintar.
Ia adalah manusia yang lahir dari suku Halvada atau suku yang tinggal di bagian barat dimana kegelapan lebih pekat dari tempat lainnya yang mana tempat ia lahir tempat manusia saling bertarung untuk hanya merebutkan makan atau bertahan hidup.
Ia manusia pertama yang menginginkan sebuah era tanpa kegelapan atau era tanpa cahaya, dengan berbekal kemampuan bertahan hidup yang di asa sejak lahir ia berjalan menuju puncak kepemimpinan di dalam sukunya.
Dia juga manusia pertama yang berhenti menyembah mahluk lain ataupun menyembah kepada sesuatu yang berbentuk, dengan ditemani oleh rekan seperjuangannya ia bergerak cepat, walaupun setiap langkah yang ia lalui penuh dengan genangan darah.
Ia selalu mencoba untuk bernegosiasi dengan setiap kepala klan yang ada di wilayah itu untuk bergabung namun jika mereka menolak hanya pedang dan kematian yang bisa menanganinya.
Perlahan ia mengangkat mahkota yang penuh darah dan menjadi raja dalam era baru yaitu "Light Era" ia berhasil membangun kerajaan megah dan besar yang mana diisi dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama dibekali oleh kepintaran dan kekuatannya sendiri dan dibantu oleh orang-orang yang iya percayai ia sedikit lagi menyentuh jaman keemasan yaitu "Golden Era".
Selain itu raja pertama ialah raja yang dianugerahi "Mark of Sun and Moon" atau tanda bulan dan matahari sebagai kekuatan yang diberi oleh "Immortals" kepadanya tanda ini hanya dimiliki oleh orang yang terpilih dan tidak dapat diwariskan, namun yang hanya bisa diwariskan raja kepada keturunan yaitu ilmu pengetahuan dan kemampuan fisik diatas manusia lain.
Tanda dari matahari dan bulan adalah simbol keagungan dan kejayaan mereka yang memiliki adalah orang yang dianugerahi cinta oleh dunia sedang untuk para pengikut mereka mendapat "Mark Fire and Water" yang menandakan simbol kekuatan bagi pemilik api dan simbol kehidupan bagi pemilik simbol air.
Keabadian adalah keinginan orang-orang terutama sang raja itu sendiri namun dengan diberikan anugrah ia mendapat umur panjang untuk bertahan dari era tanpa cahaya mereka harus menyalakan "Blue Fire Heart" atau jantung api biru untuk mengusir kegelapan, jantung api biru hanya bisa dinyalakan oleh pemilik tanda selain mereka api itu tak akan bisa menyalah.
Banyak hal yang harus diketahui bahwasanya seseorang yang memiliki tanda tidaklah abadi mereka masih bisa terluka, terkena, penyakit dan bahkan mati.
Namun disaat ia ingin menyentuh jaman itu nasib buruk menimpah ia, dikarena orang-orang yang dibelakangnya tamak dan haus akan kekuasaan dan kekayaan yang abadi mereka meracuni sang raja bijak yang akan menciptakan era baru.
Dan membuat era cahaya menjadi kembali kepada era kegelapan, walaupun era kegelapan kembali namun mereka telah bersiap dengan didirikannya kerjaan dan wilayah yang luas.
Kepemimpinan pertama diawali oleh raja yang memerintah semuanya wilayah dengan bijak namun semenjak kematiannya wilayah dibagi rata oleh mereka, orang-orang yang menemani raja dikudeta dan dibunuh, namun untuk tetap menghargai jasa raja ia tetap di makamkan secara terhormat, dengan demikian kematian raja anaknya yang masih kecil yaitu raja muda dinaikan sebagai simbol kerajaan dan menjadi boneka dari orang-orang yang menyebut diri mereka bangsawan era baru.
Kematian raja adalah awal baru dari kerusakan era yang terjadi, kekuasaan ditangan para bangsawan dan raja hanyalah tanda bahwa mereka dalam satu tempat yang sama.
Raja baru hanyalah seorang anak kecil yang mudah dikontrol dan diawasi bahkan jika raja muda melawan ia hanya akan mati dan digantikan dengan orang yang mirip dengannya.
Itulah awal era kehancuran datang kembali, mahluk yang dulu terusir mulai datang kembali secara perlahan melahap cahaya dan membuat malam semakin panjang dan hujan yang terus datang pertanda kehancuran mulai mendekat, cahaya yang terang yang membuat semua orang aman dan malam yang tentram dimana tidak ada kekacauan dan rasa ketakutan.
Saat raja mati seakan-akan langit tertutup oleh awan gelap dan hujan yang membasahi permukaan tanah, saat pemakaman kegelapan datang merembet seperti air yang keluar dari tembok yang retak, tanpa mereka sadari mereka juga yang membunuh banyak pemilik tanda dan membuat hanya tersisa sedikit orang yang bisa menyalakan jantung api biru.
Orang-orang yang dulu bisa tertidur nyenyak sekarang mulai ketakutan namun diantara petaka akan datang sebuah penyelamatan, namun penyelamat itu selalu dibunuh oleh perintah bangsawan, anak-anak yang memiliki "Mark Sun and Moon" dibunuh agar kekuasaan mereka tetap ada sedangkan Pemiliki "Mark Fire and Moon" diperintahkan menjadi penjaga jantung api biru.
Didalam gelap istana kerajaan tempat para bangsawan berkumpul terlihat tujuh orang sedang duduk di kursi yang telah tersedia dengan lampu yang sedikit redup dan hanya cahaya dari jendela sebagai penerangan, mereka adalah orang-orang yang mengkhianati raja pertama, mereka yang menjadi penghianat kehilangan "Mark of True Lord" atau tanda raja sesungguh yang diberikan oleh orang orang yang membantu pemilik "Mark Sun and Moon" namun mereka yang berkhianat kehilangan tanda itu dan mereka diberi tanda baru yaitu "Mark of Betrayal" sebagai ganti atas keserakahan mereka kepada mendiang raja.
Orang-orang yang memiliki tanda "Mark of Betrayal" adalah musuh alami Pemilik "Mark Sun and Moon" oleh sebab itu para penghianat membunuh semua anak yang memiliki tanda lahir matahari dan bulan.
Didalam ruangan itu mereka berdiskusi tentang bagaimana mereka akan mengatur dunia yang telah mereka dapatkan walaupun apa mereka ketahui tidak seperti apa yang mereka bayangkan, mereka merasa bawa tempat yang mereka pijak hanya dimiliki mereka padahal dibalik tebing di timur ada dataran lain yang luas, di bagian barat ada hutan kegelapan, bagian selatan terdapat air terjun abadi di karenakan air yang tak pernah habis disana juga menyimpan banyak misteri, dan bagian terakhir yaitu utara dengan ngarai hitam, karena posisi kerajaan adalah dipusat benua dan belum ada transportasi yang memungkinkan untuk menjelajah langit mereka hanya mengetahui apa yang mereka lihat dan tau, padahal benua yang mereka tempati sangat lah luas.
__ADS_1
Salah satu dari orang-orang itu berkata dari balik kegelapan "Bagaimana hasilnya, apakah semua pemilik tanda telah dibunuh?".
"Para kesatria itu telah membunuh setiap anak yang lahir membawa tanda" salah satu dari mereka menjawab.
"Untung saja tanda itu hanya muncul ketika saat anak baru lahir, jika itu muncul secara acak maka itu akan membahayakan kita" jawaban dari yang lain.
Setalah percakapan yang singkat orang-orang itu pergi meninggalkan ruangnya dan dari tujuh orang hanya tersisa dua orang yang masih duduk.
"Bagaimana pendapatmu apakah ini pilihan terbaik membunuh sang raja?", ia duduk sambil memegang gelas yang telah terisi anggur dan meneguknya.
"Hal yang terjadi tidak bisa diulang raja telah mati dan anaknya sebagai pengganti walaupun itu adalah cara yang salah", ia menjawab pertanyaan dari teman duduknya.
Meneguk sekali lagi segelas anggur lalu ia berkata, "Era kegelapan kembali saat raja mati, aku pikir setelah raja membawa ke era cahaya maka era kegelapan akan benar-benar hilang, namun sebaliknya era kegelapan datang kembali".
Sedikit memiringkan kepala lalu kembali menjawab sedangkan kedua tangannya bersilang didekat mulutnya dan menutupinya, "Yah itu benar namun untung saja pemegang tanda penjaga jantung api biru masih ada dan itu bisa membuat kita bertahan dari era kegelapan".
Menaruh gelas anggur ke meja, lalu ia berkata, "Untung saja kita tak membantai semuanya andai kata kita membunuh semua pemegang tanda kita juga akan terkena masalah yang cukup serius".
"Hal seperti itu sudah aku prediksikan dan rencanakan karena aku melihat dan mencari tau apa fungsi dari setiap tanda", balasannya.
Beranjak dari tempat duduknya ia perlahan berjalan meninggalkan ruangan yang hanya diisi dua orang itu, "Aku berharap rencana kedepannya akan lebih baik, karena kita memiliki tanda kutukan dari mendiang raja".
Pria itu meninggalkan ruang dan suara pintu yang terbuka dan perlahan tertutup kembali.
"Aku akan memastikan semua berjalan sesuai apa yang kita rencanakan", ia melihat pria itu pergi dari ruangnya sampai ketika pintu yang terbuka menutup kembali.
Ia berdiri dari tempat duduknya dan perlahan meninggalkan ruangan itu dan berjalan melalu koridor istana dan perlahan menuju keluar, disana ia telah ditunggu oleh kereta kuda dan kesatria penjaga yang akan membawanya kembali ke mansion pribadinya.
Setalah pelayan itu datang iya memberi payung dan membungkuk sedang bangsawan itu mengambil payung dan berjalan ke kereta kuda ditemani oleh kesatrianya dan disisi lain kereta juga terdapat empat kesatria yang berada didepan dan belakang kereta kuda untuk menjaga, salah satu kusir membuka pintu dan tuan itu masuk, payungnya diambil dan ditaruh disebelah tempat kusir, kesatria yang menemani jalan saat hujan menaiki kudanya dan membawa kudanya ke depan posisi kereta kuda, dan kusir pun menjalankan kereta kuda meninggalkan istana.
Pembunuhan terhadapnya anak-anak yang baru lahir telah dilakukan hampir selama kurang lebih lima tahun oleh pasukan kerajaan terhadap anak-anak yang lahir dengan tanda, bahkan bukan hanya anak yang terlahir oleh tanda orang tua mereka yang melawan dibunuh dan bahkan beberapa desa dibakar setelah itu tempat itu ditinggalkan dan paling buruknya desa itu diserang lagi oleh mahluk kegelapan yang berada disana, bukan hanya dari mahluk jahat itu juga dilakukan oleh sesama manusia.
Disebuah desa yang dibantai salah satu kesatria yang telah melihat ratusan nyawa melayang dari pandangan matanya, tatapannya kosong dengan sebuah pedang ditangannya ia seakan merasa dirinya tidak berarti disaat ia mengambil seorang anak kecil dari ibunya dan membunuh orang tua anak tersebut karena melawan, sudah tak terhitung ia memandikan darah dari orang-orang tak bersalah.
"Sampai kapan aku harus melakukan hal kejam ini, aku sudah melakukan berulang hingga aku lupa berapa banyak nyawa telah aku ambil", ia berkata dengan keras hingga temannya yang lain mendengar, hingga ia menjatuhkan lututnya ketanah.
Salah satu kesatria itu memegang pundaknya lalu menggoncang dengan kuat pundaknya seraya berkata "Tenangkan dirimu ini adalah perintah kerajaan kita harus melakukannya".
Kesatria akhirnya tersadar berkat kata-kata temannya, ia bangkit dari jatuhnya sambil memegang pedang, ia berjalan kembali dan membawa orang-orang yang melawan perintah raja, mereka yang melawan dianggap penghianat dan pemberontak mereka dibawa dengan cara tangan dirantai dan ditarik dengan kuda.
Bahkan kebenaran soal tanda telah dimanipulasi oleh para bangsawan mereka berkata bahwa mereka yang memiliki tanda matahari dan bulan adalah simbol pembawa kehancuran yang mana sebaliknya adalah simbol pembawa cahaya dan kehidupan, mereka para warga yang dianggap pemberontak mereka diseret dan dibawa.
Entah kenapa selalu terjadi musim hujan dan mendung membuat kadang matahari tidak datang dan menampakan cahayanya kepada orang-orang.
"Cepat kan langkahmu, dasar para pemberontak, kau pikir dengan melawan kalian akan selamat, andaikan saja kalian memberikan anak kalian, kalian bisa melanjutkan hidup", ia adalah kesatria yang menarik orang-orang dengan kuda.
"Apakah kami salah memiliki anak dan melindunginya, apakah kami salah hanya untuk menjaga buah hati kami", ucap seorang ayah yang anaknya diambil paksa oleh para kesatria.
__ADS_1
Salah satu kesatria itu marah dan langsung menendang perut pria yang berkata itu hingga ia jatuh ketanah, setelah itu ia turun dari kuda dan langsung berjalan kearah pria itu dan memukul wajah pria yang jatuh itu hingga rahang dari pria itu bergeser "Kamu pikir dengan alasan seperti kami akan berbelas kasihan kepada kalian, anak-anak itu adalah pembawa petaka".
"Lepaskan dia kita harus membawanya" kesatria lain menarik temannya menghadang untuk tak memukul pria itu.
"Lepaskan aku, cuuu... ", kesatria itu meludah kearah pria yang jatuh itu dan kembali menaiki kudanya, "Kau selamat jika saja ini bukan perintah membawa kamu telah mati disini".
Setelah beberapa kilometer dari desa mereka istirahat didekat hutan sebentar untuk mengisi beberapa perbekalan, kesatria itu terdiri dari 1 kapten, 2 penjaga, dan 18 kesatria terlatih, sedangkan yang mereka bawa sekitar 50 penduduk desa dan sebagian yang lain telah dieksekusi ditempat.
Mungkin ada kala seseorang berfikir kenapa 50 orang itu tak melawan bukan karena mereka tak mampu namun karena mereka telah diikat dengan rantai dan yang mereka lawan adalah pasukan terlatih dengan persenjataan yang lengkap dan kemampuan bertahan hidup yang tinggi yang memungkinkan jumlah yang banyak tidak bisa melawan.
Ketika mereka membagi tugas kapten dan dua penjaga dan delapan kesatria menjaga para pemberontak dan sepuluh kesatria yang lain mengumpulkan perbekalan, mereka membagi tugas ada yang mengumpul air dan makanan selain itu mereka juga mengistirahatkan kuda dan tahanan.
Dua orang kesatria itu sedang mengambil air didekat sungai air sungai itu terlihat cukup dalam walaupun terlihat sedikit keruh namun masih bisa diminum karena air akan disaring, salah satu dari dua orang itu berjalan kembali karena mendengar suara sedangkan temannya sibuk mengambil air, namun disaat tak terduga dengan cepat kesatria yang mengambil air diserang oleh sebuah mahluk mutasi ikan dan ditelan dan dibawa ke dalam sungai sedangkan temannya langsung berbalik badan dan langsung mengambil posisi siaga.
Ia telah bersiap untuk menyerang dengan posisi kuda-kuda bertahan namun ia merasa badannya tiba-tiba lemas dan susah digerakkan dan perlahan pandangannya menjadi rabun ia memuntahkan darah dari mulutnya dan ia melihat kebawah terlihat jelas sebuah tangan melewati dan menembus dadanya dan ada sebuah benda yang cukup familiar ia lihat ternyata itu adalah jantungnya sendiri yang telah digenggam.
"Mahluk rendahan berani sekali kalian masuk kedalam hutan ini sesuka kalian apa kalian berfikir dengan adanya jantung api biru kami tidak berani untuk berbuat macam-macam, jawabannya adalah salah", mahluk itu berbadan hitam dan memakai Jirah dengan perawakan yang tinggi dan mata yang merah dibalik baju jirah ia adalah "Death Knight" yaitu kesatria kematian yang melayani "Lord of Darkness and Death".
Setelah itu ia meremas jantung itu hingga hancur dan darah dari jantung yang hancur bertaburan dan berserakan sedangkan ia setelah itu melempar tubuh kesatria itu kearah sungai untuk dimakan ikan mutan, ia berjalan memasuki hutan dengan aura kematian yang pekat di sekujur tubuhnya.
Kesatria yang lain yang ditugaskan pergi kehutan mencari perbekalan kembali sedangkan dua orang itu belum kembali, "Kemana dua kesatria yang ditugaskan untuk mengambil air", kapten itu bertanya kepada yang lain sedang mereka mengatakan tidak tau hal itu membuat rasa curiga yang dalam dihatinya hingga ia sadar.
"Angkat senjata kalian sepertinya kita dikepung", setelah ucapan itu sebuah pendang berwarna hitam gelap melesat dan menusuk jantung salah satu penjaga dan ia langsung mati ditempat, kesatria kematian itu berjalan perlahan keluar dari balik pepohonan dan menatap mereka, ia berdiri dibelakang salah satu kesatria yang siaga itu.
"Mahluk rendahan kembali menjadi tanah", setelah ucapan itu kesatria kematian memenggal kepala kesatria itu.
Ia kesatria yang kepalanya dipenggal ditempat terlempar seperti sebuah buah yang dicabut dari tangkainya ia melihat badannya sendiri sebelum kepalannya jatuh menggelinding di tanah dan badannya ikut tersungkur, "Serang kesatria kematian itu", ucap kapten kesatria itu.
Para pasukan yang tersisa bergerak maju dan berlari namun dari sisi samping mahluk buas yaitu "Night Wolf" menerobos dan meloncat dengan mulut dan gigi yang tajam yang terbuka lebar mengigit dua kesatria dan membuat mereka terhempas kesamping, sedangkan kesatria yang lain berhasil menghadang gigitan dan beberapa berhasil membunuh serigala itu.
"Bunuh mereka para serigala", ucap kesatria kematian sambil ia berjalan menuju para kesatria itu sedangkan orang-orang yang dirantai berusaha melepas rantai yang mengikat tangannya, namun mereka juga menjadi santapan dari serigala lainnya karena mereka semua dikepung, beberapa orang yang berhasil membuka rantai langsung berlari namun mereka dikejar dan dimangsa oleh serigala.
Sang kapten langsung berhadapan dengan kesatria kematian yang membuat saling adu pedang tidak terelakan dilain sisi beberapa kesatria berhadap dengan para serigala yang buas adapun beberapa kesatria yang mati dan adapun yang terluka diikuti oleh orang orang yang mereka bawa.
"Lebih baik kau ikut mereka ke neraka", Ucap kapten kesatria yang mencoba menebas kepala kesatria kematian.
Sedangkan kesatria kematian dengan santainya ia menghindari setiap serangan yang tertuju kepadanya, " Mahluk lemah tunjukan rasa keangkuhan dan superior kalian hahahaha".
Beberapa waktu terlewatkan terlihat jelas para kesatria dan penduduk telah dibantai habis dan hanya tersisa sang kapten walaupun banyak juga serigala malam yang ikut dibantai, ia telah kelelahan "Apakah kalian masih kuat", ucap kapten kesatria namun tidak ada panggilan dari belakangnya saat ia berbicara sedangkan ia masih beradu pedang ia menengok kebelakang.
Namun sayang ia telah tertusuk oleh pedang panjang hitam yang menembus perutnya "Jangan arahkan pandanganmu ketika kamu bertarung", ucap kesatria kematian ia mencabut pedang yang tertancap dari badan kapten kesatria lalu memegang kepalanya dan mengangkat kapten kesatria itu cukup tinggi.
"Bunuh aku cepat, kau kira kau akan terlihat hebat dengan mempermainkan ku?", ucap kapten kesatria namun kesatria kegelapan itu hanya tertawa dan membalas perkataan itu dengan suara menyeringai "Hal yang menarik dari mahluk lemah mereka disaat terakhir merasa diri mereka masih kuat".
Ia melempar kapten kesatria itu dengan tangannya menghempaskan badan kapten kesatria itu kearah pepohonan dan membuat tubuh yang melayang terhenti setelah menabrak pepohonan dengan badan yang kaku dan tak dapat bergerak sebab tulang punggung patah dikarena menghantam pepohonan ia tak dapat bergerak dan kesatria kematian itu perlahan pergi dan segerombolan serigala malam mendekati kapten kesatria yang duduk dan tak dapat bergerak.
Kapten itu dimakan hidup-hidup oleh gerombolan serigala dalam halusinasinya ia bertemu dengan keluarganya, "Aku pulang" gumamnya saat anggota tubuhnya dimakan hidup-hidup oleh para serigala, ia sebenarnya juga menyesal melakukan pembantaian terhadap para warga dan anak-anak namun karena kewajibannya ia melakukannya.
__ADS_1
Dua pilihan bagi mereka dibantai oleh mahluk kegelapan atau dibantai oleh kesatria jika mereka melawan mereka akan mati, apakah mereka menjaga anak mereka atau tunduk terhadap aturan, bagi mereka yang tak melawan mereka selamat namun mereka yang melawan mereka akan dieksekusi.
Kesatria kegelapan juga mulai aktif berkeliaran diluar hutan barat dan beberapa mahluk lain, manusia yang berada dari luar daerah kerajaan ataupun yang tidak termasuk dalam penjagaan tujuh bangsawan hanya bisa pasrah dengan perlindungan apa adanya dari kesatria yang terkadang para kesatria dan petualang juga menjadi tukang peras dan penjahat disana, mereka hanya bisa mempercayai diri mereka sendiri dari pada orang lain yang belum tentu akan membantu mereka.